9 Trik Psikologi untuk Menghindarkan Diri dari Razia Polisi

Bacaan wajib bagi kamu yang begitu phobia pada polisi dan razia

Selain kehabisan BBM, ban kempes, dan mesin ngadat, hal menyebalkan lain dari berkendara adalah terkena razia polisi. Ya, razia polisi memang menjadi momok menakutkan bagi banyak orang. Kamu juga? Tenang, kamu bisa kok menerapkan trik-trik psikologi untuk menghindari razia semacam ini.

Jangan takut, razia polisi seperti ini bisa kok dihindari. | kaskus.co.id

Trik psikologi berarti melakukan berbagai cara untuk memanipulasi dan mempengaruhi pikiran polisi agar yang tadinya berniat menilang kamu, akhirnya justru mengabaikan kamu. Sebagai gambaran, saya belum pernah sekali pun terkena tilang sejak tahun 2012 lalu hanya dengan menerapkan trik ini!

Ada dua trik yang harus kamu lakukan. Trik pertama adalah persiapan, yang berarti trik ini harus kamu lakukan di rumah. Yang kedua adalah antisipasi, dimana kamu harus melakukannya saat berkendara.

Persiapan

Mari kita berpikir logis. Apa sih sebenarnya motivasi polisi saat merazia pengendara di jalan? Jawabannya adalah melaksanakan tugas demi terciptanya lalu lintas yang aman, tertib, dan bebas kecelakaan. Dalam tahap persiapan, yang harus kamu lakukan adalah mengeksplorasi ketiga hal itu.

Sebelum berkendara, ada beberapa hal yang wajib kamu persiapkan. | picquery.com

Aman. Dalam berkendara, sangat penting untuk berkendara layaknya seorang pengendara. Apa maksudnya? Lengkapi dirimu dengan helm, masker, jaket, kaos tangan, sepatu, dan rompi bila perlu. Hal sederhana seperti ini akan membuatmu terkesan sebagai pengendara yang baik di mata polisi.

Tertib. Polisi selalu menghargai pengendara yang tertib. Karena itu, jangan pernah lupa membawa surat-surat kendaraan (meskipun habis masa aktifnya). Dan ini yang penting, jangan ragu untuk membungkus plat nopol-mu dengan cover yang baik. Sederhana, tapi hal ini sangat diapresiasi polisi.

Bebas kecelakaan. Ini yang sering dilupakan. Haya karena ingin terlihat keren, banyak orang memodifikasi kendaraannya sedemikian rupa hingga melupakan faktor keselamatan. Kalau kamu ingin diabaikan polisi di jalan, jangan pernah laukan hal ini, meskipun hanya sekadar melepas kaca spion.

Antisipasi

Setelah persiapan selesai, sekarang saatnya berkendara. Ingat, selain pergi ke tempat yang ingin kamu tuju, kamu berkendara juga karena tidak ingin dirazia polisi. Karena itu, ada enam hal yang harus diperhatikan: sikap, perilaku, cara berkendara, jalur alternatif, menghormati polisi, dan waktu razia.

Bagaimana kamu berkendara adalah faktor terpenting dari dirazia atau tidaknya kamu. | youtube.com

Sikap. Saat berkendara, pastikan dirimu terlihat santai tapi konsentrasi. Selalu lihat ke arah depan, jangan celingukan. Pastikan kedua tanganmu memegang stang, jangan menaruh tangan kiri ke paha atau saku. Percayalah, dua hal ini sangat mempengaruhi polisi untuk menghentikanmu atau tidak.

Perilaku. Banyak perilaku negatif yang membuat pengendara di razia polisi. Salah satunya adalah ngobrol sambil berkendara. Selain itu, berkendara sambil memainkan smartphone juga berpotensi dicegat polisi secara paksa. Jadi, kalau kamu ingin perjalananmu bebas razia, hindari kedua hal itu.

Cara berkendara. Ada kalanya polisi bersembunyi saat ingin merazia. Karena itu, berkendara dengan baik menjadi sangat penting. Apapun alasannya, jangan pernah ngebut, jangan berkendara secara zig-zag, pastikan lampu utama menyala, dan hidupkan lampu sein ketika kamu ingin belok atau menyalip.

Jalur alternatif. Semua jalan pasti mempunyai jalur alternatif. Karena itu, prioritaskan jalur alternatif ketika kamu ingin pergi ke suatu tempat, apalagi kalau kamu tahu jalur utama di daerahmu terlalu sering ada razia polisi. Jalur alternatif tidak selalu lebih mulus dan dekat, tapi selalu bebas polisi.

Hormati polisi. Razia polisi tidak selalu bisa dihindari. Jadi, kamu harus tenang saat tahu di depan ada polisi di pinggir jalan. Ketika hal seperti itu terjadi, saya selalu seperti ini: menghidupkan lampu sein kanan, berkendara lebih ke tengah, menghidupkan klakson, dan senyum pada salah satu polisi.

Waktu razia. Selain razia besar-besaran seperti operasi zebra atau semacamnya, polisi cenderung melakukan razia pada jam-jam tanggung. Jadi perhatikan hal ini, tugas utama polisi antara jam 06:00 – 08:00 adalah mengatur lalu lintas, dan jam 16:00 ke atas biasanya mereka sudah tidak bertugas lagi.

Dengan kata lain, waktu paling rawan terkena razia adalah antara jam 08:00 – 16:00. Maka, sebisa mungkin kamu berkendara di luar jam-jam itu. Tapi kalau tidak memungkinkan, berarti kamu harus memaksimalkan trik sikap, perilaku, cara berkendara, jalur alternatif, dan menghormati polisi di atas.

Sekali lagi, saya belum pernah sekali pun terkena tilang sejak tahun 2012 lalu, yang berarti sudah sekitar lima tahun, hanya dengan menerapkan trik-trik di atas. Dan asal tahu saja, ketika ada razia besar-besaran beberapa waktu yang lalu, SIM dan STNK saya sudah habis masa aktif alias mati!

Semoga informasi ini bisa bermanfaat. Silahkan berkomentar kalau kamu ingin menanggapi, dan jangan lupa share kepada orang-orang terdekat. Ssst.. tapi ingat, jangan beritahu teman atau saudaramu yang kebetulan seorang polisi ya!

Bagaimana Menurutmu?

Written by Amanes Marsoum

Penulis artikel dan sastra. Penemu dari sebuah konsep sederhana: "Kita tidak pernah tahu seberapa jauh bisa berubah. Namun untuk sesuatu yang jauh lebih baik, kita tidak akan pernah menyesal."

Pada Dasarnya Manusia Memang Terlahir Jahat, Nggak Percaya? Ini Buktinya

Sakit tapi tak berdarah! 4 tahun pacaran, pria ini tetap bisa senyum di pelaminan mantan