Cara Agar Pacaran Tetap untuk Saling Mengenal, Bukan untuk Saling Memuaskan Nafsu Seksual

Karena memang pacaran zaman sekarang itu ya gitu…

1.8k
SHARES

Menurut Wikipedia, pacaran merupakan proses perkenalan antara dua insan manusia yang berada dalam rangkaian tahap pencarian kecocokan menuju kehidupan berkeluarga yang dikenal dengan pernikahan. Istilah pacaran sudah sangat populer di masyarakat, khususnya di kalangan remaja. Sayangnya, kini pacaran telah terkontaminasi oleh kepentingan-kepentingan yang berbau seksual.

Di zaman sekarang, hubungan pacaran sudah terkontaminasi oleh aktivitas-aktivitas seksual | pexels.com

Pacaran yang seharusnya dijadikan kesempatan sebaik-baiknya untuk saling mengenal dan memahami lebih jauh calon suami atau istri, kini telah berubah menjadi suatu masa untuk saling memuaskan nafsu seksual.

Menimbulkan masalah sosial yang sangat merugikan

Banyak, bahkan mengarah ke angka mayoritas, remaja yang kemudian menyalahartikan dan memanfaatkan masa pacaran sebagai kesempatan sebesar-besarnya untuk melakukan aktivitas yang menyerempet pada aksi seksualitas dan atau hubungan seksual itu sendiri.

Padahal, mereka sendiri belum tahu persis bagaimana kelanjutan hubungan itu. Akibatnya, jelas, adalah timbulnya berbagai masalah sosial dan kehormatan yang sangat merugikan, terlebih bagi pihak wanita.

Tentu saja, masa pacaran yang tidak sehat akan mengakibatkan berbagai masalah sosial dan kehormatan | hotellovere.it

Maka atas dasar itulah, seharusnya para remaja berusaha keras untuk tidak memanfaatkan hubungan indah pacaran sebagai alasan melakukan aktivitas seksual. Mereka harus menyadari dan bersepakat untuk mengisi masa itu sebagai kesempatan untuk saling memahami yang didasari rasa cinta menuju hubungan suami-istri kelak, sebagaimana makna pacaran yang sebenarnya.

Peran wanita sebagai pengendali hubungan

Mari kita berandai-andai. Andai semua wanita ingat bahwa merekalah pihak yang lebih banyak dirugikan akibat penyalahgunaan masa pacaran, maka makhluk-makhluk cantik itulah yang seharusnya lebih bertindak sebagai pengendali hubungan, bukan malah melulu pasrah dijadikan korban.

Seharusnya, wanitalah yang berperan sebagai pengendali hubungan pacaran | pexels.com

Seharusnya, para wanita mampu melindungi dan menyayangi diri mereka sendiri, melebihi perlindungan dan kasih sayang yang diberikan oleh orang lain, termasuk pacarnya. Seharusnya, mereka mampu untuk tetap berpegang teguh pada pengertian dan ketentuan pacaran yang sebenarnya, yaitu:

  • Pacaran bukan berarti harus dilanjutkan ke pernikahan.
  • Segera putuskan hubungan kalau ternyata ada masalah yang berpotensi menghambat kelangsungan hubungan.
  • Ekspresi cinta di masa pacaran cukup ditunjukkan dengan saling mengerti, memperhatikan, melindungi, dan menjaga diri.
  • Dengan kata lain, aktivitas seksual bukanlah ekspresi cinta di masa pacaran.
  • Hindari berduaan dengan pacar di tempat sepi, apalagi di dalam kamar.
  • Perkenalkan pacar kepada orang tua.
  • Selalu beri tahu orang tua dengan jujur ke mana akan pergi bersama pacar.
  • Hindarilah hal-hal atau perilaku apapun yang menimbulkan rangsangan seksual.

Tentu saja, kesepakatan bersama harus dibuat agar delapan hal di atas berjalan tanpa ada satu pun gangguan, godaan, dan paksaan. Agar, hubungan pacaran tetap bertujuan untuk saling mengenal, bukan untuk saling memuaskan nafsu seksual.

1.8k
SHARES
Bagaimana Menurutmu?

Penulis artikel dan sastra. Penemu dari sebuah konsep sederhana: "Kita tidak pernah tahu seberapa jauh bisa berubah. Namun untuk sesuatu yang jauh lebih baik, kita tidak akan pernah menyesal."