5 Cara Elegan Menahan Diri untuk Menghubungi Mantan

Ini adalah semacam pertahanan diri untuk melawan mantan

Secara garis besar, ada dua spesies mantan pacar di dunia ini: mantan bajingan dan mantan menawan. Mantan bajingan tak perlu lagi dibahas, karena mengingatnya saja sudah pasti bikin kita risih. Namun untuk mantan jenis kedua, benar-benar merepotkan. Di satu sisi sudah tidak ada hubungan lagi, di sisi lain kadang masih terbersit pikiran untuk sekadar mengucap salam atau “sudah makan?”

menghubungi-mantan

Kalau kata Raisa, mantan tipe kedua ini dikonotasikan sebagai ‘mantan terindah’ yang pastinya susah banget dilupakan, sulit di-move on-kan, dan (masih) bikin kangen. Akibatnya bisa ditebak, galau berkelanjutan dan perilaku iseng stalking akun media sosialnya.

Pada titik ini, godaan kuat untuk menghubunginya lagi begitu kuat dibarengi rasa takut baper yang tak kalah hebat. Kalau dia yang baper sih tak masalah, karena malah bisa jadi alibi untuk balikan lagi. Kalau kita sendiri yang baper? Kan jadi tambah susah…

Untuk itulah, diperlukan semacam strategi pertahanan diri untuk menahan godaan menghubungi mantan. Bagaimna caranya?

Sebelum lanjut membaca, silahkan bookmark artikel ini dan atau share ke timeline media sosialmu agar teman-teman yang mengalami masalah serupa bisa lekas menemukan solusinya.

1. Hapus semua kontaknya

Dengan menghapus semua kontak mantan (nomor pribadi, BBM, WhatsApp, dll)  dari smartphone kesayanganmu, kamu bisa memaksakan diri untuk tidak menghubunginya lagi. Jangan lupa unfriend dan unfollow juga semua akun media sosialnya untuk meminimalisir godaan stalking. Karena ingat, stalking mantan adalah perilaku bunuh diri yang membuatmu semakin baper.

menghapus-kontak-mantan

2. Habiskan waktu senggang bersama teman

Kalau menghapus kontak mantan dan unfriend serta unfollow akun media mantan belum bisa mengurangi keinginan untuk menghubunginya lagi, berarti kamu butuh pengalihan perhatian. Ketimbang terus meringkuk di kamar sendiri yang sepi, sunyi, dan lampunya mati, yang ujung-ujungnya pasti menangisi diri, keluarlah dan habiskan waktu bersama teman-teman.

menghabiskan-waktu-dengan-teman

Canda tawa bersama mereka adalah cara yang sangat bijak untuk melupakan masalah ketidakbisaanmu melupkan mantan (tersayang). Habiskan waktu-waktu senggangmu untuk traveling atau sekadar makan di luar bersama teman-teman terdekat. Dengan begitu, pikiranmu yang kacau pasti bisa lumayan teralihkan.

3. Hindari semua hal yang berhubungan dengan mantan

Singkirkan semua barang yang punya benang merah dengan mantanmu, seperti foto atau hadiah-hadiah pemberiannya dulu. Hindari juga lagu, film, dan tempat-tempat yang mewakili kenangan indah bersamanya. Kalau kamu masih berani memaksakan diri menikmati itu semua, siap-siap saja melihat siluet kalian ketika dulu menikmati hal yang sama berdua. Ujung-ujungnya, kamu akan menghubungi dia dan bertanya, “kamu ingat nggak…?”

kafe

4. Lakukan saja hal-hal yang menyenangkan

Yang harus kamu lakukan selanjutnya adalah me time. Lakukan apa yang sangat ingin kamu lakukan seorang sendiri, sesuatu yang dulu begitu sulit kamu lakukan saat masih pacaran. Seharian di salon, nge-game, atau sekadar tidur seharian. Rasakan dirimu benar-benar bebas dan tak perlu lagi menghubungi dia yang dulu terbiasa mengekang dengan keposesifannya.

bermain-game

5. Move on

Move on memang bukan perkara yang gampang, banyak pertimbangan dan alasan-alasan yang butuh lebih dari rasa tega untuk bisa melakukan. Namun, inilah cara terbaik dan terekstrim dibanding empat hal di atas. Dengan move on, kamu tidak harus menghapus semua kontak mantan, mengalihkan perhatian, menyingkirkan kenangan, dan me time berlebihan.

move-on

 

Dengan keberhasilan move on, tak akan ada lagi godaan untuk menghubungi mantan, apapun alasannya. Dengan move on, yang selanjutnya kamu pikirkan adalah bagaimana melanjutkan hidupmu dengan cara yang lebih baik, meski tak ada lagi dia di sampingmu. Move on adalah kemerdekaan yang tak membutuhkan proklamasi untuk mewujudkan.

Benar?

Images via pexels.com

Written by Amanes Marsoum

Penulis artikel dan sastra. Penemu dari sebuah konsep sederhana: "Kita tidak pernah tahu seberapa jauh bisa berubah. Namun untuk sesuatu yang jauh lebih baik, kita tidak akan pernah menyesal."

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *