5 Alasan Kenapa Captain America: Civil War Akan Lebih Keren Dibanding Batman V Superman: Dawn of Justice

Setelah mengetahui ini, kamu pasti akan mengantre tiket premiere di barisan paling depan

Sebentar lagi kita akan kedatangan tamu spesial di bioskop. Benar, Captain America: Civil War. Film yang sangat ditunggu-tunggu ini bahkan datang lebih cepat dari jadwal rilis di negara asalnya, Amerika Serikat. Semua orang pun sudah mengetahui garis besar cerita dari film produksi Marvel Studios ini, serta siapa saja superhero yang akan tampil.

(Via photobucket.com).
Captain America: Civil War akan tayang di Indonesia lebih cepat daripada di negara asalnya, Amerika Serikat (Via photobucket.com).

Banyak orang sependapat bahwa Civil War akan seru dan menarik, ini bisa dilihat dari skor IMDb yang mencapai 8,3. Memang cuma sebuah penilaian online, namun ada beberapa hal yang menjadikan pertempuran Captain America dkk melawan kubu Iron Man akan lebih dahsyat dibanding Superman V Batman: Dawn of Justice. Mengapa harus melibatkan BvS? Alasannya sederhana: BvS adalah film produksi DC Comis, dan DC Comis merupakan seteru abadi Marvel Studios. Alasan lain, kedua film tersebut sama-sama berkonsep pertarungan antar superhero.

(Via moviepilot.com).
Dengan berbagai alasan, Civil War dan BvS  pantas dibandingkan satu sama lain (Via moviepilot.com).

Jadi, alasan yang masuk akal kalau kita membandingkan Captain America: Civil war dan Batman V Superman: Dawn of Justice. Setelah menonton BvS beberapa waktu lalu dan melihat dua trailer resmi Civil War serta membaca sinopsis yang dikeluarkan Marvel Studios, kita bisa menarik kesimpulan sementara bahwa Civil War berada di atas BvS. Kalau kamu masih ragu, poin-poin penting berikut ini bisa membantumu mencintai Civil War sekarang juga atau, semakin tidak sabar mengantre panjang demi sebuah tiket premiere.

Alasan Steve Rogers berselisih dengan Tony Stark sangat jelas dan berbobot

Sejak di film The Avengers dan Avengers: Age of Ultron, Steve Rogers (Captain America) selalu berbeda pendapat dengan rekan setimnya, Tony Stark si Iron Man. Bukan hanya soal cara menyelesaikan sebuah masalah, namun juga kepribadian dan jalan hidup. Captain dikenal sebagai sosok yang rendah hati, selalu mementingkan tim, dan taat perintah. Di sisi lain, Iron Man lebih suka kebebasan, individualistis, dan sombong.

(Via moviepilot.com).
Sudah menjadi rahasia umum bahwa Steve Rogers dan Tony Stark selalu berselisih dalam hal apapun (Via moviepilot.com).

Di Captain America: Civil War ini, perseteruan keduanya mencapai klimaks ketika pemerintah Amerika Serikat mengeluarkan regulasi Sokovia Accords untuk membatasi gerak para superhero. Ini yang menarik, Steve Rogers yang sangat patuh pada aturan diluar dugaan malah membangkang regulasi tersebut, sedangkan si kaya Tony Stark justru bertekad menegakkan Sokovia Accords. Pasti kedua tokoh dominan tersebut mempunyai alasan kuat atas pilihan mereka. Namun yang pasti, Sokovia Accords jauh lebih berbobot dibanding rasa kesal Bruce Wayne melihat Clark Kent menghancurkan kota di film Superman: Man of Steel yang kemudian saling baku hantam di Batman V Superman: Dawn of Justice.

Para superhero terpecah karena alasan perasaan, bukan tanpa alasan

Seperti kita tahu, Captain America dan Iron Man akan dibantu beberapa superhero di masing-masing pihak. Captain America didukung oleh Falcon, Winter Soldier, Ant-Man, Hawkeye, dan Scarlet Witch. Sedangkan Black Widow, War Machine, Black Panther, Vision, dan Spider-Man berada di kubu iron Man. “Pembagian tim” seperti ini bukan tanpa alasan, namun dilatarbelakangi oleh sebab-sebab yang masuk akal.

(Via squarespace.com).
Perang saudara di Civil War dilatarbelakangi oleh banyak faktor yang masuk akal (Via squarespace.com).

Falcon adalah sosok yang sangat loyal pada Steve Rogers, hingga dia rela berjuang membujuk Ant-Man untuk masuk ke dalam tim. Kalau kamu pernah menonton film Ant-Man sebelumnya sampai selesai, kamu pasti menemukan klu ini di akhir film setelah credits. Winter Soldier punyai cerita lebih rumit, dia hanya percaya pada Steve Rogers dan ingin membantu melawan Iron Man untuk menebus dosa di masa lalu. Sebagai seorang militer, Hawkeye tak begitu peduli dengan politik dan lebih memilih mendukung Steve Rogers sepenuh hati. Dan Hawkeye-lah alasan utama mengapa Scarlet Witch berada di pihak Steve Rogers. Hawkeye merupakan satu-satunya orang yang dia percaya mampu melindungi dirinya.

(Via nerdreactor.com).
Captain America dkk punya banyak alasan mengapa mereka mau saling membantu (Via nerdreactor.com).

Dibutuhkan sebuah alasan kuat mengapa Black Widow rela “menghianati” Steve Rogers dan Hawkeye hingga mau bergabung dengan Tony Stark. Sebuah alasan besar dan berkelas yang hanya diketahui pihak Marvel Studios sampai film ini diputar di bioskop. War Machine seperti halnya Falcon, dia selalu menjadi orang pertama yang mendukung apapun keputusan Tony Stark. Black Panther tidak hanya setuju dengan regulasi Sokovia Accords setelah melihat kehancuran yang diakibatkan pertempuran di Avengers: Age of Ultron, namun dia juga membawa kepentingan pribadi atas keputusannya tersebut. Secara tidak langsung Vision adalah “ciptaan” Tony Stark, jadi menjadi masuk akal bila dia berdiri di belakang manusia jenius ini. Terakhir, perekrutan Spider-Man langsung oleh Tony Stark menjadi pemanis yang masih dirahasiakan hingga sekarang.

(Via nerdreactor.com).
Di puhak Iron Man juga sama, banyak sebab hingga mereka rela “menghianati” saudara sendiri (Via nerdreactor.com).

Bila memahami penjelasan di atas, kamu akan mengernyitkan dahi saat mengingat alasan kemunculan Woder Woman dan anggota Justice League lain yang gagal tampil di Batman V Superman: Dawn of Justice.

12 superhero lebih ramai dibanding bertiga

Melihat fakta bahwa banyak superhero yang akan tampil di Captain America: Civil War, bisa dipastikan film ini akan sangat sibuk dengan adegan menarik di sana-sini. Konsep seperti ini bukan hal yang baru bagi Marvel Studios, jadi mereka pasti bisa menjaga kualitas dan kerapian saat harus menampilkan pertarungan satu dan beralih ke pertarungan yang lain. Bila membandingkan dengan film Batman V Superman: Dawn of Justice, kita baru bersemangat setelah Wonder Woman muncul membantu Batman dan Superman mengalahkan monster dari planet Krypton. Sebelum itu, banyak penonton yang nyaris tertidur menyaksikan Bruce Wayne dan Clark Kent menyelesaikan urusan personal mereka.

Dengan superhero sebanyak ini, dipastikan Civil War akan sangat sibuk dengan adegan menarik si sana-sini (Via flickeringmyth.com).
Dengan superhero sebanyak ini, dipastikan Civil War akan sangat sibuk dengan adegan menarik si sana-sini (Via flickeringmyth.com).

Jangan lupakan juga ciri khas film-film Marvel Studios yang selalu diselipi dialog-dialog ringan yang mengundang gelak tawa, bahkan dalam adegan serius sekalipun. Dalam hal ini, sepertinya DC Comics harus belajar banyak dari mereka.

Trailer berkelas yang tetap menyimpan seribu rahasia

Berbeda dengan trailer resmi yang diluncurkan DC Comics untuk film Batman V Superman: Dawn of Justice yang blak-blakan membocorkan jalan cerita, dua trailer resmi Captain America: Civil War sangat tertutup dan menarik. Walaupun berhasil mengungkap pertempuran antara kubu Captain America dan Iron Man, namun sepertinya itu cuma permulaan saja. Ketika kembali mengingat BvS, akan muncul pertanyaan besar di benak kita: Apakah kedua kubu superhero tersebut akan bertarung sampai film selesai? Atau, ada tokoh lain sebagai antagonis sebenarnya yang membuat Captain America dan Iron Man kembali berdamai? Kalau memang benar ada, siapakah dia?

Dengan memperhatikan kedua trailer Captain America: Civil War pun, sampai detik ini kita belum bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. Namun justru inilah yang diinginkan para penonton, trailer berkelas yang bisa menguak garis besar cerita namun tetap merahasiakan cerita sebenarnya.

“Halo DC Comics, kami benar-benar tak mendapatkan kejutan apapun di BvS!”

Peringatan: Poin terakhir berikut ini merupakan spoiler dari film Captain America: Civil War. Jadi kalau kamu tetap ingin menjaga rasa penasaran sebelum menonton, silahkan tutup tab ini untuk membaca artikel-artikel Inovasee lainnya.

Written by Amanes Marsoum

Penulis artikel dan sastra. Penemu dari sebuah konsep sederhana: "Kita tidak pernah tahu seberapa jauh bisa berubah. Namun untuk sesuatu yang jauh lebih baik, kita tidak akan pernah menyesal."

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *