Di Jaman Sekarang, Cantik Itu Hanya Diukur dari Foto Editan

Foto naturalnya, yakin berani majang?

386
SHARES

Sebelumnya, saya minta maaf kalau judul di atas mungkin sedikit menyinggung perasaan. Namun jujur saja, memang seperti itulah realita yang terjadi saat ini, khususnya di dunia maya. Di dunia maya, lebih-lebih di media sosial, banyak bertebaran foto wanita cantik-cantik yang meskipun mendapat pujian, namun juga tidak lepas dari aksi bulliying karena dianggap sebagai foto-foto hasil editan.

Saat ini, begitu banyak foto hasil editan yang bertebaran di dunia maya, khususnya media sosial. | tricksmode.com

Memangnya, kalau benar foto editan kenapa dan kalau foto natural kenapa? Ya, setiap orang tentu punya hak masing-masing untuk memanfaatkan berbagai aplikasi untuk mempercantik diri, meskipun hanya dari fotonya saja. Bahkan lebih jauh, setiap orang pun punya hak kalau memang ingin terlihat lebih cantik dengan jalan operasi. Toh yang melihat tidak menanggung kerugian apa-apa, kan?

Apakah ada yang dirugikan ketika seseorang mengunggah foto dirinya di media sosial yang sudah full edit-an?

Kecewa dan merasa tertipu

Saya yakin, pertanyaan-pertanyaan di atas cukup melegakan kamu yang punya kebiasaan selfie, meng-edit-nya, kemudian memamerkan di media sosial. Tunggu dulu, saya tidak sungguh-sungguh membela kamu. Karena di sini, saya ingin mengingatkanmu sekali lagi bahwa tidak baik kalau kamu menilai orang lain dan dirimu sendiri hanya dari penampilan fisiknya saja.

Meskipun menjadi tren, namun menilai seseorang hanya dari penampilannya saja bukanlah hal yang baik. | play.google.com

Coba bayangkan andai kejadian ngilu sekaligus lucu seperti ini terjadi padamu. Kamu jomblo, dan sedang gencar-gencarnya melakukan segala cara agar bisa cepat mendapat pasangan. Kemudian kamu tiba-tiba melihat satu foto di media sosial yang langsung menarik perhatianmu. Kamu mencari tahu siapa orang itu, mendekatinya, hingga pada akhirnya kalian memutuskan untuk bertemu.

Apa yang terjadi kemudian? Kamu benar-benar kecewa dan merasa ditipu karena orang yang kamu temui itu jauh berbeda dari foto-foto yang dia pajang.

Mengabaikan foto editan

Meskipun penampilan fisik merupakan hal pertama yang membuat seseorang tertarik pada lawan jenis, namun ketika kamu ingin menjalin hubungan yang lebih serius, maka hal itu akan bergeser menjadi persoalan nomor sekian. Percayalah, kamu akan jauh lebih kecewa andai pasanganmu ternyata punya sikap dan perilaku yang tidak sesuai harapan. Benar, kan?

Hubungan yang serius membutuhkan banyak hal yang lebih penting dari sekadar foto editan. | womenslife.today

Karena itu, untuk kamu yang punya kebiasaan selfie, meng-edit-nya, kemudian memamerkan di media sosial, sadarlah bahwa kenyamanan adalah salah satu hal terpenting ketika kamu memutuskan untuk menjalin hubungan dengan seseorang. Kasar atau lembut, punya pekerjaan atau pengangguran, dan setia atau tidak, itulah yang sebenarnya lebih kamu butuhkan saat mencari pasangan.

Saat mencari pasangan idaman, kamu tidak akan peduli lagi apakah incaranmu pakai Camera 360 atau tidak. Karena yang paling penting adalah dia sesuai dengan harapanmu atau tidak, dan dia mau menerima kamu atau tidak.

386
SHARES
Bagaimana Menurutmu?

Penulis artikel dan sastra. Penemu dari sebuah konsep sederhana: "Kita tidak pernah tahu seberapa jauh bisa berubah. Namun untuk sesuatu yang jauh lebih baik, kita tidak akan pernah menyesal."