5 Alasan Kenapa Bulan Puasa Bagi Anak Jaman 90an Lebih Menyenangkan Daripada Anak Sekarang

Kangen sama puasa jaman dulu kan?

6.3k
SHARES

Kedatangan bulan puasa selalu dinanti-nantikan bagi siapa saja mereka yang beragama Islam. Kemuliaan bulan puasa yang penuh ampunan, berkah, dan rahmat, menjadikan bulan puasa selalu terasa spesial bagi kaum muslim dimanapun berada.


Menanti saat-saat berbuka puasa (ummi-online.com)

Namun bulan puasa tidak hanya dinantikan oleh orang-orang dewasa yang sudah dijatuhi kewajiban berpuasa, anak-anak juga selalu menantikan bulan puasa dan menyambutnya dengan rasa suka. Terlebih bagi anak 90an, bulan puasa bagi mereka merupakan masa-masa paling menyenangkan. Jika dibandingkan dengan anak-anak sekarang, bulan puasa anak 90an bisa dikatakan jauh lebih menyenangkan, mau tahu alasannya?

1. Libur sekolah lebih lama

Bagi anak 90an, saat bulan puasa tiba biasanya libur sekolah juga tiba. Bulan puasa pada 90an biasanya sekolah libur lebih lama, bahkan saat kursi presiden diduduki oleh K.H Abdurahman Wahid (Gus Dur), saat bulan puasa sekolah sepenuhnya libur selama bulan puasa.

Pada tahun 90an sampai 2000an, saat bulan puasa sekolah diliburkan (raflianggoro.blogspot.com)

Bandingkan dengan anak sekarang, saat bulan puasa sekolah tetap masuk. Meskipun mungkin jamnya lebih pendek, namun masuk sekolah di bulan puasa tentu sedikit banyak menguras tenaga bukan?

2. Tidur di masjid bareng teman-teman

Karena sekolah biasanya libur saat bulan puasa, maka banyak anak-anak yang menghabiskan waktu di bulan puasa di masjid atau mushola. Bahkan banyak dari anak-anak cowok yang sengaja tidur di masjid ramai-ramai, jadi saat bulan puasa masjid atau mushola selalu ramai dengan kehadiran anak-anak.

Tidur di masjid bareng teman-teman saat bulan puasa merupakan tradisi anak-anak 90an (serambiummah.tribunnews.com)

Kalau sekarang? Tradisi tidur di masjid telah banyak ditinggalkan oleh anak-anak, khususnya di masjid kampung-kampung. Bahkan beberapa masjid harus digembok saat malam hari. Hilangnya tradisi tidur di masjid bagi anak-anak saat bulan puasa juga diakibatkan karena paginya mereka harus sekolah. Tentu orang tua juga melarang anaknya tidur di mushola, karena takut menganggu jadwal sekolahnya. Dari kamu ada yang waktu kecil tidur di masjid saat bulan puasa?

3. Keliling kampung bangunin orang sahur

Tradisi anak-anak yang mulai hilang saat bulan puasa selanjutnya ialah membangunkan orang sahur. Anak-anak 90an pasti familiar banget dengan kegiatan ini, biasanya mereka sengaja tidur di masjid atau mushola kemudian bangun lebih awal dan keliling kampung untuk membangunkan orang sahur dengan alat musik sederhana, seperti dengan bambu, bedug, dan alat sederhana lainnya.

Ada yang kangen masa-masa ini? (surabayaspot.com)

Namun sepertinya tradisi ini sekarang mulai ditinggalkan, kini membangunkan sahur tidak lagi dengan keliling kampung. Sebab mereka sudah memiliki jam alarm sendiri-sendiri. Faktor lainnya ialah, untuk makan sahur sekarang banyak yang tidak takut kesiangan, sebab waktu masak sekarng lebih cepat. Masak sayur dengan kompor gas, dan masak nasi dengan magic com, cepat bukan? Hal ini membuat waktu memasak lebih singkat dan orang-orang pun tidak perlu buru-buru untuk bangun lebih awal.

Bandingkan dengan tahun 90an, saat masih banyak yang masak dengan menggunakan kompor minyak, bahkan kompor tungku. Mereka butuh waktu yang lebih lama untuk memasak. Jadi mereka juga butuh bangun lebih awal, untuk bangun lebih awal biasanya mereka menghandalkan anak-anak keliling kampung untuk membangunkan orang sahur, sebab belum banyak jam beralarm seperti sekarang.Anak-anakpun tidak lagi membangunkan sahur keliling kampung karena besok paginya harus sekolah.

4. Puasa tiba itu artinya siap-siap beli baju baru buat lebaran

Bagi anak tahun 90an, bulan puasa tiba itu artinya siap-siap mendapatkan baju baru, sebab tradisi lebaran dengan baju baru melekat erat dengan masyarakat Indonesia. Meskipun sampai sekarang masih sama, namun anak-anak tahun 90an merasa lebih spesial saat beli baju baru di bulan puasa. Hal itu disebabkan karena biasanya mereka hanya membeli baju baru hanya waktu-waktu tertentu, salah satunya bulan puasa mendekati lebaran itu.

Anak 90an sih beli baju baru pas lebaran doang, jadi terasa spesial (obralhargagrosir.com)

Bandingkan dengan anak sekarang yang hampir setiap bulan beli baju baru, akhirnya saat lebaran tiba dan membeli baju baru pun tidak seistimewa anak 90an yang hanya waktu itu membeli baju barunya.

5. Saat ngabuburit atau sehabis subuh, jalan dipenuhi dengan orang yang sedang jalan-jalan

Jalan-jalan saat selesai sholat subuh atau menjelang berbuka puasa merupakan tradisi menarik lainnya yang sangat dirindukan anak-anak 90an. Biasanya waktu-waktu tersebut jalan-jalan penuh dengan orang-orang yang sedang ngabuburit atau jalan-jalan pagi. Meskipun sampai sekarang tradisi ini di beberapa tempat masih ada, namun tidak seramai dulu. Sebab, kini kebanyakan orang-orang memilih ngabuburit dengan menggunakan sepeda motor. Jadi kini jalanan hanya ramai dengan lalu lalang sepeda motor, bukan lagi orang-orang yang jalan kaki.

Ngabuburit dan asmara subuh, dua moment terindah di bulan puasa (jurnalasia.com)

Itulah 5 hal yang menjadi alasan kenapa bulan puasa anak 90an lebih menyenangkan dibandingkan dengan anak-anak sekarang. Mungkin kamu yang merasa anak 90an juga memiliki kisah-kisah indah bulan puasa saat kamu masih bocah? Bagi-bagi dong di kolom komentar.

6.3k
SHARES
Bagaimana Menurutmu?

Penikmat Dunia, Perindu Surga,