Runtuhkan Semua Konspirasi, Bumi Benar-Benar Datar dalam 4 Fakta Saja

Kamu masih percaya Bumi itu sebuah bola raksasa dengan segala konspirasi dibaliknya?

Bumi itu datar? Ya, kontroversi mengenai Flat Earth sangat menarik untuk dibahas karena memang bertolak belakang dengan Globe Earth (Bumi berbentuk bola) yang terus kita percaya sampai saat ini. Sejak memasuki bangku sekolah kita diajarkan ‘ilmu pasti’ bahwa Bumi adalah bola raksasa yang melayang di angkasa. Namun tahukah kamu ada sebuah organisasi bernama Flat Earth Society yang percaya bahwa Bumi sebenarnya datar?

Baca juga : Asgardia, Negara Luar Angkasa Pertama yang Mayoritas Penduduknya Adalah Warga Negara Indonesia!

(Via wikimedia.org)
(Via wikimedia.org)

Flat Earth Society dibentuk oleh pria asal Inggris bernama Samuel Shenton pada tahun 1956. Sempat beroperasi sekitar 45 tahun, organisasi ini dikabarkan bubar setelah Shenton meninggal dunia pada tahun 2001 silam. Namun tidak menunggu waktu lama, Flat Earth Society kembali aktif setelah Daniel Shenton ditunjuk sebagai presiden baru.

(Via quranite.com)

Terlepas dari pro dan kontra Flat Earth Society dimata dunia, berikut ini adalah 5 fakta logis yang bisa membuktikan bahwa Bumi memang datar sekaligus meruntuhkan teori Globe Earth:

1. Bumi tidak mempunyai lengkungan sama sekali

Ketika kamu melihat cakrawala ke arah laut yang luas dan panjang atau, terbang di ketinggian berapa pun, kamu tidak akan pernah melihat lengkungan Bumi. Lengkungan bisa dihitung dengan rumus Pythagoras. Dengan asumsi panjang jari-jari Bumi adalah 6.371 km, maka lengkungan Bumi seharusnya 8 inchi/mile. Di bawah ini adalah foto-foto cakrawala Bumi yang diambil langsung dari ketinggian bervariasi dengan menggunakan kamera biasa tanpa efek fish-eye.

(Via atlanteanconspiracy.com)
(Via atlanteanconspiracy.com)

Dari kompilasi foto di atas, terlihat bahwa Bumi sama sekali tidak mengalami pelengkungan walaupun dilihat dari berbagai tempat dan ketinggian. Sebagai tambahan, sinar laser diketahui mampu menempuh jarak hingga 20 km. Sebuah percobaan dilakukan dari sumber sinar laser sampai jarak-jarak tertentu. Berdasarkan data lengkungan Bumi, seharusnya pada jarak 6,4 KM Bumi melengkung setinggi 3,2 meter. Namun setelah dipancarkan melewati jarak tersebut, sinar laser tidak melenceng sama sekali.

2. Perjalanan ‘aneh’ Captain James Cook (1728-1779)

Captain James Cook adalah orang Inggris yang pernah menjelajahi Antartika selama 3 tahun 8 hari. Selama kurun waktu tersebut, dia tidak menemukan apa-apa selain tembok es yang menjulang tinggi, dan tidak ada jalan masuk. Selama 3 tahun 8 hari tersebut, dia tercatat telah menjelajah lebih dari 60.000 km tembok es Antartika. Padahal menurut peta Globe Earth, Antartika (yang juga disebut benua) hanya memiliki keliling 19.300 km. Aneh? Tentu saja.

(Via youtube.com)
(Via youtube.com)

Ini adalah perjalanan Captain Cook menurut Globe Earth:

(Via slideplayer.com)
(Via slideplayer.com)

Dan ini, adalah perjalanan yang sama menurut Flat Earth:

(Via rickpotvinflatearth.blogspot.com)
(Via rickpotvinflatearth.blogspot.com)

3. Kerancuan jalur penerbangan

Jika kita menganut Globe Earth, maka jalur penerbangan dunia menjadi tidak masuk akal. Hal ini sangat bertolak belakang ketika diaplikasikan pada Flat Earth. Contohnya penerbangan di selatan Khatulistiwa, yakni Australia, Amerika Selatan, dan Afrika Selatan.

Di situs-situs maskapai penerbangan dunia, tidak ada jalur penerbangan dari Santiago (Chile) ke Johannesburg (Afrika Selatan). Dari Santiago, pesawat harus transit dahulu ke Senegal, baru ke Johannesburg. Sebuah rute yang sangat tidak masuk akal untuk Globe Earth. Namun menjadi normal jika menggunakan Flat Earth sebagai acuan karena Chile, Senegal, dan Afrika Selatan merupakan satu garis lurus!

(Via
(Via windows2universe.org)

Begitu juga dengan penerbangan dari Johannesburg (Afrika Selatan) ke Sydney (Australia), rute tersebut tidak pernah ada. Dari Johannesburg pesawat harus singgah dahulu di Dubai, baru kemudian ke Sydney.

(Via
(Via windows2universe.org)

Bukti lain, rute penerbangan dari Sydney (Australia) ke Santiago (Chile) juga tidak ada. Pesawat dari Sydney harus ke Los Angles baru ke Santiago.

(Via
(Via windows2universe.org)

Ada satu lagi bukti telak yang sangat menarik dan pernah diberitakan oleh Daily Mail pada bulan Oktober 2015 lalu. Pada penerbangan Chine Airlines rute Bali – Los Angles, ada seorang wanita yang melahirkan pada ketinggian 30.000 kaki atau 9,2 km dari permukaan air. Pesawat tersebut akhirnya terpaksa mendarat di Alaska. Pertanyaannya, mengapa harus di Alaska?

Karena seperti ini kalau rute dilihat dari Globe Earth:

(Via
(Via windows2universe.org)

Dan seperti ini menurut Flat Earth:

(Via
(Via windows2universe.org)

Lebih masuk akal yang mana?

4. Sampai detik ini, Antartika masih menjadi misteri

Richard Evelyn Byrd atau yang lebih dikenal sebagai Admiral Byrd menyatakan bahwa ada wilayah sebesar Amerika Serikat yang belum pernah dilihat oleh manusia. Lokasinya berada di belakng Kutub Selatan (versi Flat Earth). Admiral Byrd juga membuat satu pernyataan yang sangat mengejutkan bahwa, Amerika Serikat perlu mengambil tindakan pencegahan terhadap serangan udara musuh yang datang dari kutub. Pertanyaannya lagi, musuh yang mana?

(Via youtube.com)

Admiral Byrd bukanlah orang sembarangan. Ia adalah Admiral termuda sepanjang sejarah Angkatan Laut AS, pemegang Medal of Honor, pemimpin Operation Highjump (4.700 tentara) dan Operation Deep Freeze (1.800 tentara).

(Via theeventchronicle.com)

Setelah kamu membaca dan mengetahui empat fakta mencengangkan di atas, bagaimana sekarang kamu menilai Bumi? Benar-benar datar atau, tetap yakin sebagai sebuah bola raksasa dengan segala konspirasi dibelakangnya?

Bagaimana Menurutmu?

Written by Amanes Marsoum

Penulis artikel dan sastra. Penemu dari sebuah konsep sederhana: “Kita tidak pernah tahu seberapa jauh bisa berubah. Namun untuk sesuatu yang jauh lebih baik, kita tidak akan pernah menyesal.”

5 Cara Ini Bisa Obati Kamu yang Kecanduan Belanja Online

Jika Terpaksa Tidur di bandara, 4 Hal Ini Akan Membantumu