Buka Puasa Bersama: Ajang Pamer Diri yang Dibalut Kesan Silaturahmi

Kalau sudah seperti ini, rasanya jadi pengin buka puasa di rumah saja deh…

46
SHARES

Mendekati hari-hari terakhir bulan puasa, biasanya ajakan untuk buka puasa bersama dengan kawan-kawan lama mulai berdatangan. Wajar, karena mendekati Lebaran, biasanya kawan-kawan yang menjadi perantau di kota orang akan kembali ke kampung halaman. Momentum ini dirasa tepat untuk memupuk kembali silaturahmi yang telah lama tidak terjalin karena kendala jarak dan hal-hal lainnya.

Tetapi, ajang reuni mini seperti ini kadang juga jadi momen yang menyebalkan bagi sebagian orang. Memang sih, pertemuan kembali dengan kawan-kawan lama selalu terasa menyenangkan. Masalahnya, buka puasa bersama juga kerap menjadi ajang pamer diri bagi mereka yang hidupnya telah menapaki sukses.

Pamer pekerjaan

pamer pekerjaan – lancarrezeki.blogspot.com

Pertanyaan soal pekerjaan biasanya kerap ditanyakan oleh kawan sejawat saat buka puasa bersama. Mungkin terdengar sepele, tapi semua itu bisa berubah menjengkelkan saat ada seseorang kawan yang justru menjadikannya sebagai ajang pamer posisi atau jabatan yang berhasil diraihnya selama merantau, lalu berceramah panjang-lebar pada mereka yang belum sukses. Pasti kalian pernah menemui kejadian seperti ini, kan?

Pamer keluarga

pamer keluarga – tribun bangka

Tak hanya pekerjaan, pamer keluarga pun bisa terjadi dalam momen buka puasa bersama. Mulai dari membanggakan istri yang cantik hingga prestasi anak, lantas ditutup dengan pertanyaan telak: “kapan kamu nyusul?”. Kalau sudah begini, jomblo mana yang nggak ngamuk-ngamuk di dalam hatinya?

Pamer harta

ilustrasi pamer harta – youtube.com

Berhubung lama tidak bertemu kawan-kawan sejawat, maka kadang terpikir niat untuk tampil ‘wah’ di ajang buka puasa bersama. Mulai dari menggunakan mobil premium terbaru, gadget termutakhir dan fashion item berharga mahal. Bukan tak boleh, karena itu hak siapa saja. Menjadi memuakkan jika kamu lantas menjadikan barang-barang tadi sebagai sarana pamer yang terang-terangan. Bukannya kagum, jatuhnya norak, bos!

Kalau sudah begini, ajang silaturahmi kok jadi terasa menyebalkan, ya?

46
SHARES
Bagaimana Menurutmu?

Tidak peduli pada jumlah followers di media sosial, hanya tertarik pada uang dan kekuasaan~