10 Alasan Kenapa Biskuit Monde Butter Cookies Adalah Biskuit Paling Membingungkan

Biarpun membingungkan, biskuit ini adalah salah satu kue favorit selain Khong Guan

Di Indonesia, setidaknya ada dua nama besar di bidang kue kering dalam kemasan yang amat terkenal dan biasanya muncul sebagai hidangan dalam hari raya. Kedua nama tersebut adalah Khong Guan (iya, yang di gambarnya nggak ada sosok ayah itu) dan Monde Butter Cookies. Karena Inovasee pernah membahas Khong Guan, maka kini giliran Monde Butter Cookies ya!

Kalau Khong Guan menyisakan pertanyaan abadi tentang sosok ayah yang tidak ada dalam gambar, maka Monde Butter Cookies tampak normal dan tidak ada yang salah dengan gambar ilustrasi prajurit penabuh drum yang legendaris itu. Padahal, kalau mau diteliti lebih jauh kita akan menemukan banyak kejanggalan dalam kemasan Monde Butter Cookies. Apa sajakah kejanggalan itu?

1. Kue Danish

Seperti yang kita tahu, biskuit ini menampilkan kata Danish di atas tulisan Monde Butter Cookies. Ini berarti kue kering yang ditawarkan berjenis Danish bakery khas negara Denmark. Warga Denmark biasa menyantap kue-kue tersebut dengan teh khas kota negara ini. Istilah Danish sendiri merujuk pada salah satu jenis pastry yang dibuat oleh para bakers dari Vienna, Austria yang diperkerjakan di Denmark pada tahun 1850-an.

Biskuit Monde (kaskus.com)

Para bakers Vienna ini membuat pastry dengan resep mereka sendiri yang kemudian dikreasikan dengan menambahkan lebih banyak telur untuk menyesuaikan selera warga Denmark. Danish pastry akhirnya berkembang menjadi produk bakery khas Denmark dan negara-negara Skandinavia lainnya.

2. Monde

Setelah kita mengetahui bahwa kue yang ditawarkan oleh Monde Butter Cookies adalah kue khas Denmark, maka wajar kalau kita lantas mengira bahwa aneka atribut dalam kemasan kue ini akan bercirikan Denmark. Nyatanya tidak. Kata Monde yang menjadi nama utama produk ini misalnya. Alih-alih menggunakan istilah Denmark, Monde justru merupakan bahasa Perancis yang berarti dunia.

3. Prajurit penabuh drum dan seragamnya

Irish Guard (wikipedia)

Tidak cuma persoalan nama. Ilustrasi prajurit penabuh drum yang ada dalam kemasan biskuit ini pun juga menyisakan pertanyaan. Pasti banyak yang mengira prajurit tersebut berasal dari Denmark, ya? Padahal, kalau melihat seragam yang dipakai dalam gambar, maka prajurit tersebut sebenarnya mengenakan seragam milik Irish Guard, yaitu seragam tentara kerajaan Inggris lengkap dengan topi bulu mereka.

4. Bendera

Bendera Belanda tampak dalam salah satu varian kue yang ditawarkan (youtube)

Sekarang coba perhatikan bendera yang mengait ke salah satu lubang pada kue kering dalam gambar. Apakah itu bendera Denmark? Yak, bukan! Dengan melihat tri-warna yang ada, kita bisa melihat jelas bahwa itu adalah bendera Belanda. Makin nggak punya identitas yang jelas ya, biskuit ini?

5. Diproduksi oleh PT. Nissin Biscuit Indonesia

Saya yakin kita semua tahu bahwa kata Nissin yang merupakan varian kata dari nissan adalah istilah yang amat berbau Jepang. Makin bingung, kan? Biskuit khas Denmark dengan merek berbahasa Perancis, ditawarkan dengan ilustrasi gambar tentara Inggris dan ada bendera Belanda di salah satu varian biskuitnya. Sedangkan produsennya mempunyai nama berbau Jepang.

6. Monde Nissin

Tahan dulu kebingunganmu, saya menjanjikan 10 alasan dan ini baru akan masuk nomor 6. Setelah kita tahu bahwa Nissin adalah nama yang amat Jepang, lantas bagaimana dengan merek dagang Monde Nissin Corporation yang memegang lisensi biskuit ini? Ternyata, Monde Nissin Corporation merupakan perusahaan manufaktur makanan asal Filipina yang memproduksi makanan seperti mie dan biskuit. Merek ini mempunya sejumlah produk, antara lain: Lucky Me!, Nissin, Voice, Bingo, dan Monde.

7. Logo halal

Logo halal dari MUI (arrahmah.com)

Selain negara-negara yang sudah saya sebutkan di atas, kita juga akan mendapati ada sentuhan Arab di biskuit ini. Seperti bisa kita lihat, biskuit ini mendapatkan logo ‘Halal’ dalam huruf Arab yang terdapat dalam sertifikat halal yang dikeluarkan oleh MUI. Kata halal berasal dari bahasa Arab yang berarti disahkan, diizinkan, dan dibolehkan. Makin multinegara aja ya biskuit ini?

8. Pasar Indonesia

Danish Monde Butter Cookies diproduksi oleh PT. Nissin Biscuit Indonesia yang pabriknya terletak di Ungaran, Jawa Tengah, dan dipasarkan di Indonesia. Kenapa produsennya nggak sekalian membuat ilustrasi gambar yang berbau Indonesia saja sih daripada aneka ragam sentuhan asing di atas?

9. Mahkota

Kita belum selesai membedah biskuit ini. Coba tengok lambang mahkota yang ada di dekat tulisan ‘cookies’. Sekali lagi kamu keliru kalau menyangka mahkota tersebut menunjukkan perlambang mahkota Denmark, karena mahkota tersebut adalah lambang yang umum ada di negara-negara Britania Raya seperti Inggris, Irlandia Utara, Skotlandia dan Wales.

10. Ornamen ukiran India

Kalau kamu mengamati secara jeli, ada semacam ornamen ukiran melingkar yang menjadi bingkai dalam gambar biskuit ini. Ternyata itu bukan sembarang ukiran, melainkan bentuk ukiran yang lazim terdapat di kebudayaan India. Corak seperti itu banyak terdapat di kuil maupun candi-candi peninggalan jaman dahulu.

Bagaimana? Sudah jelas kan, sekarang, betapa membingungkannya identitas yang ingin diusung oleh biskuit ini? Tapi saya sendiri sih nggak terlalu peduli. Yang penting rasanya enak!

Bagaimana Menurutmu?

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Written by Dozan Alfian

Dozan Alfian

Tidak peduli pada jumlah followers di media sosial, hanya tertarik pada uang dan kekuasaan~

Yuk Membahas Perbedaan PDKT Jaman Orang Tua vs Jaman Kekinian, Beda Banget!

Berkat Kemajuan Teknologi, Kini “Pintu Kemana Saja” Doraemon Hadir di Dunia Nyata