Mengapa Begitu Sulit Berteman dengan Orang yang Kita Cintai?

Karena, apakah sebatas teman sudah cukup menenangkan?

Kamu mungkin berpikir bahwa berteman dengan mantan adalah hal yang mustahil. Kamu, pasti juga tahu bagaimana susahnya melupakan suatu hubungan apalagi membatasinya. Saya sangat mengerti dengan perasaanmu, karena saya pun pernah berada pada posisi yang sama.

Susahnya berteman dengan mantan dan melupakan semua yang pernah dilalui bersama. | pexels.com

Ketika hubungan saya dan pacar saya harus berakhir dan kami memutuskan untuk tetap berhubungan selama lebih dari satu tahun, selama itu juga saya selalu merindukannya. Saya merindukan dia yang begitu memperhatikan saya, ketika kami masih dalam satu naungan cinta.

Setiap hari, saya selalu berharap ada dia di samping saya. Membiarkannya pergi adalah suatu keputusan tersulit yang harus saya hadapi, apalagi, untuk kembali bersama lagi. Sebelumnya kami pernah berteman, jadi, sangatlah mungkin bagi kamu untuk kembali menjadi sebatas teman, kan?

Apakah sebatas teman sudah cukup menenangkan?

“Saya bisa hanya menjadi teman. Saya bisa mematuhi semua peraturan. Kami akan melakukan kegiatan sebagaimana dua orang teman yang sepakat pergi ke kafe untuk ngopi bersama. Dia yang memesan menu, saya yang membayar bon-nya.” Itulah yang ada dalam pikiran saya, waktu itu.

Apakah berteman dengan mantan adalah jalan keluar yang bisa diterima logika? | pexels.com

Namun, apa yang harus saya lakukan jika situasi berubah? Saya benar-benar tidak punya rencana. Saya tahu kalau saya mungkin akan sangat cemburu melihat dia kencan dengan orang lain. Bagaimana jika hal itu terjadi? Apa iya saya juga harus berteman dengan pacar barunya?

Apakah itu cara berteman yang sepadan? Apakah itu cara berteman yang diinginkan semua orang?Apakah harus semengerikan itu pengorbanan yang saya keluarkan untuk menjadi sekadar teman?

Hanya sebatas teman, dan teman biasa

Hingga pada akhirnya, saya merasa sangat lelah dan memutuskan berhenti dari ketidakbahagiaan itu. Saya tidak bahagia menjadi teman biasa, dan saya tidak bahagia tanpa kehadirannya. Pada titik ini, saya benar-benar tidak melihat adanya pilihan lain.

Berteman dengan mantan sama saja dengan memupuk rasa ketidakbahagiaan. | pexels.com

Padahal jauh sebelumnya, saya merasa sangat hebat. Menjadi teman itu sudah cukup buat saya dan akan selalu seperti itu. Harus seperti itu.

Namun mau bagaimana lagi, hubungan tabu itu membingungkan saya. Saya tidak mengerti mengapa dia bisa pintar berperan sebagai seorang teman daripada kekasih. Mungkin dia hanya ingin menjadi teman biasa karena tidak ada ruginya bagi dia. Namun bagi saya, itu menyakitkan.

Move on adalah frasa yang tidak lahir dari kemustahilan

Lalu saya berpikir, “mengapa saya tidak pernah bersyukur atas semua yang telah saya dapatkan?”

Jatuh cinta bukanlah perasaan yang bisa saya kontrol. Maka, move on, terus maju, dan percaya diri adalah tiga hal penting yang sebenarnya paling saya butuhkan. Setiap malam saya selalu berharap saya bisa bangun di pagi hari dengan membawa kekuatan, rasa percaya diri, dan pikiran positif.

Jatuh cinta bukanlah perasaan yang bisa saya kontrol. Namun, move on adalah hal penting yang bisa kita pilih. | pexels.com

Namun saya paham, semua itu tidak bisa saya lakukan sangat cepat. Kepercayaan diri akan tumbuh dengan perlahan. Dan move on, bukanlah hal gaib yang lahir dari kemustahilan. Saya, hanya harus selalu berada di antara orang-orang yang berpikiran luas dan penuh percaya diri.

Hingga saya lupa jika saya pernah begitu terpuruk menjadi seorang teman dari orang yang (pernah) benar-benar saya cintai.

Leave your vote

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Bagaimana Menurutmu?

Written by Amanes Marsoum

Penulis artikel dan sastra. Penemu dari sebuah konsep sederhana: "Kita tidak pernah tahu seberapa jauh bisa berubah. Namun untuk sesuatu yang jauh lebih baik, kita tidak akan pernah menyesal."

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *