Berladang di Langit, Begini Jadinya Jika Sawah Dipindahkan ke Atap Gedung Pencakar Langit

Mungkin ide menarik ini bisa jadi solusi lahan pertanian di kota-kota besar Indonesia

Populasi manusia kian tahun kian meningkat dan memunculkan banyak masalah kependudukan. Saat ini, kita mulai merasa banyak tanah kosong menghilang dan berganti gedung-gedung tinggi. Sawah dan ladang yang senantiasa menyediakan kebutuhan pangan berlimpah juga terkena imbasnya dan mulai berkurang karena beralih fungsi jadi perumahan.

Baca juga : Sedekah Cabai Ala Widodo: 1 Orang Boleh Petik 1 Kg Cabe Gratis di Ladangnya!

Hal ini tidak cuma terjadi di Indonesia, namun juga di China, negara yang dikenal sebagai salah satu penyumbang kepadatan penduduk dunia. Di China, kita akan menemukan gedung-gedung pencakar langit di mana-mana. Tak hanya sebagai gedung perkantoran, tapi juga sebagai solusi masalah kurangnya lahan perumahan. Lantas, jika semua lahan kosong dan sawah-ladang diubah jadi gedung, di mana lagi petani bisa bercocok tanam?

Jawabnya ada di ujung langit~

Mengutip soundtrack pembuka serial kartun Dragon Ball, maka jawaban permasalahan tani ada di ujung langit. Serius, saya sedang tidak bercanda. Di daerah Chongqing misalnya, kita akan dengan mudahnya menemukan hamparan sawah dan ladang di atas langit. Tidak benar-benar berladang di langit sih, tapi di atap gedung-gedung pencakar langit.

Berladang di atas gedung mungkin bisa jadi solusi bagi para petani yang mulai kehilangan lahannya (china daily)

Solusi masalah pertanian ini muncul karena merasa sayang jika bagian atap gedung pencakar langit dibiarkan begitu saja. Akhirnya, salah satu gedung pencakar langit disana memulai proyek bercocok tanam di sana. Harapannya, langkah ini bisa mengatasi kekurangan lahan pertanian yang kini banyak berkurang karena pembangunan gedung-gedung baru.

Dirancang khusus

Membangun lahan pertanian seluas 10 ribu meter persegi di atas gedung pencakar langit tentunya tidak bisa sembarangan. Oleh karena itu, pihak pengelola gedung membuat rancangan khusus agar sawah buatan di sana bisa ditopang dengan baik oleh gedung dan dilindungi agar pengairannya tidak bocor ke dalam gedung.

Para karyawan di gedung itu boleh memanen tanaman yang sudah cukup umur secara gratis (china daily)

Karena keunikannya, banyak staf di gedung tersebut juga ikut bercocok tanam. Bahkan, mereka juga bisa memelihara hewan ternak di sana. Saat ini memang tidak semua gedung menerapkan lahan unik seperti ini di atapnya, namun hal ini bisa saja terjadi di kemudian hari.

Eits, jangan salah, ladang ini berada di atap gedung loh! (china daily)

Bayangkan saja, di proyek lahan  buatan tersebut, para karyawan yang menjadi sukarelawan untuk mengurus lahan tersebut bisa membawa pulang gratis sayur dan buah-buahan yang sudah dipanen. Asyik kan?

Nantinya kalau sawah-sawah di Indonesia mulai menghilang karena pembangunan gedung-gedung bertingkat, agaknya pemerintah bisa meniru cara menarik ini. Setuju?

Bagaimana Menurutmu?

Written by Dozan Alfian

Dozan Alfian

Tidak peduli pada jumlah followers di media sosial, hanya tertarik pada uang dan kekuasaan~

Yang Terpenting Adalah Cinta yang Tulus. Maka, Romantis Hanyalah Sebuah Bonus

Sudah Memperjuangkan Tapi Dia Memilih Orang Lain? Mungkin 4 Kenyataan Inilah yang Harus Kamu Hadapi