Berkelas Bukan Hanya Tentang Harta Saja, Lebih Baik Dalam Sikap Juga

Banyak uang tidak menjamin kamu berkelas!

Manusia hidup membutuhkan uang. Meski banyak yang bilang bahwa uang tidak bisa membeli segalanya, namun saat ini semua membutuhkan uang. Dengan uang, kamu bisa membeli barang-barang yang kamu inginkan, hidup mewah, melakukan apa saja, hingga pergi kemana-mana. Tak heran hingga akhirnya banyak yang terobsesi mendapatkan uang dan harta dalam jumlah yang banyak.

Kaya belum tentu berkelas (pixabay.com)

Meski bisa membuat seseorang memiliki segalanya, nyatanya uang tidak bisa menjamin seseorang nampak berkelas sesuai dengan penampilannya. Mungkin uang bisa mengangkat status sosial hingga menjadi orang terpandang atau bahkan terkenal. Namun jika masih saja melakukan hal ini, mereka tidak akan terlihat berkelas.

Perilaku yang buruk

Meski tidak semua, seseorang yang memiliki harta berlimpah atau orang kaya seringkali menunjukkan perilaku buruk dan kasar kepada orang yang dianggapnya tidak sederajat. Padahal sikap santun seharusnya dimiliki dan dilakukan sejak kecil. Sikap santun juga seharusnya menjadi pola serta pedoman dalam hidup bermasyarakat.

Perilaku yang buruk (images.britcdn.com)

Uang memang bisa membeli segalanya, namun uang juga bisa mengubah seseorang jika tidak bisa menempatkannya dengan benar. Seseorang yang berperilaku baik, akan jauh disegani dan nampak berkelas meski dia tidak memiliki harta yang banyak.

Tidak pernah mengucap tolong, maaf dan terimakasih

Ketiga kata ini seharusnya menjadi kebiasaan sejak kecil. Sayangnya beberapa orang sangat sulit untuk mengungkapkan ketiganya. Tidak pernah minta tolong dan cenderung menyuruh, tidak pernah mengucap maaf meski salah dan juga tidak pernah berterimakasih meski sudah dibantu.

Tidak pernah mengucap tolong, maaf dan terimakasih (drweil.com)

Banyak yang enggan mengucap ketiga kata ini karena gengsi, namun ada juga yang memang enggan untuk mengucapkannya. Yang jelas, ketiga kata ini justru akan membuat seseorang lebih dihargai oleh orang lain.

Pamer tubuh

Seseorang yang memiliki segalanya, cenderung akan melakukan apa saja sesuka hatinya. Termasuk memamerkan lekuk tubuhnya yang indah. Seringkali sosial media menjadi ‘ladang’ untuk mendapatkan kepopuleran dengan cara pamer tubuh.

Pamer tubuh (wikihow.com)

Dengan dalih kebebasan berekspresi, mereka seakan bangga bisa mempertontonkan tubuhnya untuk konsumsi publik. Tak hanya itu, mereka juga menikmati momen saat orang lain melihat dan terpesona dengan apa yang dilakukannya. Tanpa disadari, justru perbuatan mereka dinilai kurang beretika dan berkelas.

Sering mengumpat dan mengutuk

Tidak bisa dipungkiri bahkan kenyataannya semua orang pasti pernah mengumpat meski hanya sekali seumur hidup. Entah itu secara sengaja atau tidak sengaja. Namun ada juga orang-orang yang mengumpat dan mengutuk setiap saat. Bahkan ketika mereka bicara, ucapannya tak pernah lepas dari umpatan dan sumpah serapah.

Sering mengumpat dan mengutuk (video-images.vice.com)

Mengumpat biasanya digunakan untuk menunjukkan bahwa dirinya berkuasa dan lebih tangguh dari sekitarnya. Sayangnya, orang lain justru memandang berbeda. Sering mengumpat membuatnya terlihat murahan dan sama sekali tidak berkelas seperti penampilannya.

Sering pamer kekayaan

Mungkin kamu sering melihat di medsos orang-orang yang hobi pamer kemewahan atau harta yang dimiliki. Saat ini memang banyak orang yang dengan bangga memperlihatkan dan membagikan kehidupan pribadi ke ranah publik hanya agar mendapat pengakuan dan popularitas. Entah itu pamer perhiasan, lokasi liburan, makanan mahal hingga aktivitas-aktivitas yang dianggap mengesankan.

Sering pamer kekayaan (kitamuda.id)

Bukannya disegani, orang yang selalu pamer kekayaan justru akan mendapatkan pandangan negatif dari orang lain. Yang lebih parahnya jika yang dipamerkan tidak sesuai dengan kehidupan nyata. Percayalah, pamer harta tidak akan membuat seseorang menjadi berkelas.

Berkelas itu bukan hanya masalah harta semata. Lebih penting dari itu, berkelas itu masalah sikap. Itulah mengapa terkadang ada orang biasa yang jauh lebih disegani daripada orang kaya yang malah di bully.

Leave your vote

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Bagaimana Menurutmu?

Written by Erinda

"You can if you think you can"

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *