Berkat Fatwa Media Sosial dari MUI, Kita Sudah Boleh Menyebut Lambe Turah Sebagai Akun Haram

Juga akun gosip lain yang kamu follow

248
SHARES

Beberapa waktu lalu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan fatwa MUI Nomor 24 tahun 2017 tentang Hukum dan Pedoman Bermuamalah melalui Media Sosial. Melalui fatwa tersebut, MUI menekankan beberapa poin penting yang tak boleh dilakukan dalam pergaulan di media sosial. Jika tetap melakukannya, maka hukumnya adalah haram.

Beberapa poin diantaranya adalah tentang menyebarkan aib orang lain, bullyinghoax, pornografi dan kemaksiatan, serta akses pada kebohongan. Ini menarik, karena berarti kita sudah bisa memilah mana yang boleh dan tidak kita lakukan di media sosial. Begitu pula bagi akun-akun tertentu yang memuat poin-poin tersebut sebagai ‘dagangannya’. Lambe Turah, kalian sudah diperingatkan~

Lambe Turah, Lambe Nyinyir, dan akun gosip artis lainnya

Dari namanya saja sebenarnya sudah bisa diketahui kalau akun-akun gosip macam Lambe Turah dan lambe-lambe lainnya bergerak di bidang gosip. Tak usah mengelak, akuilah bahwa gosip amat dekat dengan poin-poin yang diharamkan oleh MUI. Setidaknya, salah satu poin yang paling sering dijumpai di akun-akun gosip adalah ghibah (membicarakan keburukan atau aib orang lain).

Lambe Turah dan postingannya terkait kasus Mario Teguh. Secara tidak langsung, Lambe Turah membuka akses aib keluarga orang untuk konsumsi publik – youtube.com

Salah satu contohnya yang kemudian berlarut-larut adalah perseteruan antara Mario Teguh dan Kiswinar. Gara-gara kasus itu, karir Mario Teguh sebagai motivator handal yang telah dipercaya publik selama bertahun-tahun kini ambyar jadi abu. Selama konflik antara Mario dan Kiswinar, nama Lambe Turah terus muncul mencekoki pengikutnya dengan berbagai hal yang disebut Minceu (sebutan untuk admin Lambe Turah) sebagai fakta. Fakta atau tidak, toh itu bukan urusan Lambe Turah dan kalian yang menjadi pengikutnya. Kalaupun aib atau skandal di dalam keluarga seseorang lantas terekspos, apa untungnya bagi kita selain kepuasan batin karena bisa turut nyinyir?

Kaburnya batasan baik dan buruk

Saat tulisan ini dibuat, Lambe Turah telah diikuti oleh lebih dari 2,8 juta orang. Tak heran jika akun ini lantas kerap jadi rujukan bagi orang-orang yang haus gosip. Uniknya, info yang diposting melalui Lambe Turah juga kerap digunakan oleh media-media arus utama. Tema yang diangkatnya pun kini tak melulu seputar gosip dunia hiburan saja, namun juga sosial dan politik.

Jumah donasi yang bisa dikumpulkan oleh salah satu akun gosip lainnya, The New Bikin Gregetan, bisa mencapai ratusan juta Rupiah untuk keperluan sosial – youtube.com

Harus diakui, Lambe Turah maupun akun gosip lainnya kadang memang punya andil besar dalam memviralkan sesuatu untuk tujuan sosial seperti menolong para lansia maupun hal-hal bersifat kemanusiaan lainnya. Begitu sebuah info sosial diposting, para pengikutnya pun langsung dengan senang hati turun tangan untuk ikut berbagi sebagai solidaritas pada sesama. Ironisnya, akun-akun ini bisa kemudian berbalik arah menjadi pemicu cyber bullying dengan mempublikasi seri foto orang yang menurut tafsir admin Lambe Turah dan akun gosip lainnya patut dikecam, baik insan selebritas yang ‘nakal’ maupun orang biasa yang kebetulan bermasalah.

Mendulang Rupiah dari ghibah

Sebagai sebuah akun anonim dengan jumlah pengikut yang gigantis, wajar jika kemudian Lambe Turah and Co. membuka keran endorsement. Siapa pula pengusaha online yang tak tertarik untuk menawarkan dagangannya melalui akun-akun raksasa macam ini, bukan? Masalahnya, menurut fatwa MUI, segala aktivitas buzzer di media sosial yang menyediakan informasi berisi hoax, ghibah, fitnah, namimah, bullying, aib, gosip dan hal-hal lain sejenis sebagai profesi untuk memperoleh keuntungan, baik ekonomi maupun non-ekonomi, maka hukumnya haram. Demikian juga orang yang menyuruh, mendukung, membantu, memanfaatkan jasa dan orang yang memfasilitasinya.

Klarifikasi Lambe Turah atas perseteruan yang terjadi di internalnya – kumparan.com

Melalui salah satu kutipan wawancara, admin Lambe Turah mengatakan bahwa uang hasil endorsement yang didapatkan, kesemuanya turut di donasikan kepada mereka yang kekurangan dan memerlukan bantuan. Namun setelah muncul keributan dengan sesama akun gosip gara-gara perkara ‘dapur’ masing-masing, maka Lambe Turah membuat klarifikasi yang bisa disimpulkan jika Lambe Turah memang menerima uang endorsement untuk keperluannya sendiri.

Jadi bagaimana, Minceu? Ketimbang makan uang haram, bukankah lebih baik Minceu mengajak serta rekan-rekan akun gosip lainnya untuk segera tutup akun dan beternak lele saja?

 

248
SHARES
Bagaimana Menurutmu?

Tidak peduli pada jumlah followers di media sosial, hanya tertarik pada uang dan kekuasaan~