Karena Berjuang Sendirian Itu Menyakitkan, Bolehkan Aku Berhenti Sekarang?

Bagaimana bisa ketika aku terus berjuang kamu justru menghancurkan?

151
SHARES

Bolehkah aku mengungkapkan sesuatu padamu? Sepertinya aku mulai lelah terus-terusan menunggu dan memperjuangkanmu, apalagi selama ini aku sendirian. Sejak pertama mengenalmu entah kenapa aku merasa beruntung. Aku merasa kamu adalah orang yang tepat untukku, karena itu aku terus menunggumu hingga sekarang. Bahkan kamu tau persis bagaimana yang aku rasakan saat bersamamu. Aku paham kamu tak kunjung membalas perasaanku karena kamu mungkin belum yakin kepadaku, oleh karena itu aku terus berjuang dan berharap suatu saat kamu akan sadar kalau aku benar-benar mencintaimu.


Seharusnya memang dari awal kamu ungkapkan jika memang tak ada sedikitpun perasaan untukku. Sehingga aku bisa mulai mundur secara perlahan. Namun setiap kali aku ingin mundur entah kenapa kamu seperti menahanku, memberikan sinyal isyarat kau tak ingin aku kemana-mana. Itulah yang membuatku bertahan selama ini walaupun tak ada kejelasan status. Hingga sampai di suatu titik aku benar-benar ingin menyerah tak peduli jika kamu berlutut dan memintaku bertahan sekalipun.

Berhenti berjuang (Via agirlikeme.com)
Berhenti berjuang (Via agirlikeme.com)

1. Tak inginkah kamu berjuang bersamaku?

Percayalah, berjuang sendirian itu benar-benar tak menyenangkan.

Bagaimana bisa aku terus berjuang sementara kamu hanya menghancurkan?

Tak bisakah kamu melihat usahaku sedikit saja? Tapi tak apa, toh perjuangan ini keinginanku sendiri. Sebenarnya aku hanya ingin kamu ikut berjuang bersamaku membuat hubungan ini menjadi lebih indah dan nyata. Namun jika kenyataannya perasaanmu tak mengijinkan yasudah, tak ada yang bisa kuperbuat. Setidaknya terimakasih telah mengijinkan aku berjuang untukmu dan aku tak menyesal.

Berjuang bersama (Via twentysomethingliving.com)
Berjuang bersama (Via twentysomethingliving.com)

2. Cinta harusnya membuatku bahagia, tapi kenapa…

Senang rasanya ketika kamu ada di sebelahku menceritakan semua keluh kesahmu padaku. Bahagia ketika kamu menanyakan dimana keberadaanku dan mengkhawatirkan aku. Seharusnya itu saja sudah cukup. Aku tak boleh terus-menerus egois apalagi dengan memintamu untuk mencintaiku, aku tak ingin sejahat itu. Jujur saja sakit rasanya diberikan harapan namun kamu tak ingin mewujudkan harapan itu, bersamaku. Cinta seharusnya membahagiakan, tapi kenapa justru rasanya sesakit ini?

Tapi kenapa.. (Via newhdwallpaper.in)
tapi kenapa.. (Via newhdwallpaper.in)

3. Hingga aku sadar, kamu tak lagi ingin aku disini

Mencintaimu sama seperti pisau bermata dua, di satu sisi aku bahagia bisa bersamamu dan di sisi lain sangat menyakitkan mengetahui tak ada sedikitpun cinta untukku. Dan saat ini aku mulai sadar ada yang berubah. Tak seperti kamu yang selalu menyapaku, kini kamu menghindar dan mulai menjauhiku. Boleh aku tau apa alasannya?

Jika memang karena aku yang berlebihan, aku minta maaf. Aku tak akan menempel lagi padamu dan berusaha untuk menghapus perasaanku sedikit demi sedikit.

Kau tak ingin aku disini (Via newhdwallpaper.in)
Kau tak ingin aku disini (Via newhdwallpaper.in)

4. Diamlah disitu, aku saja yang mundur dan berhenti berjuang untukmu

Satu hal, tetap diamlah disitu. Kamu tak perlu melakukan berbagai macam hal untuk membuatku menjauh. Aku saja yang akan mundur perlahan-lahan. Tetaplah kamu di situ dengan segala urusanmu. Aku yang akan menjauh dan berusaha untuk tak mengganggumu. Aku tau akan sangat sulit rasanya, tapi jika sudah begini tak ada yang bisa aku lakukan. Perjuangan yang selama ini aku lakukan rasanya sudah sangat cukup. Dan mungkin ini saat yang tepat untuk mengucapkan terimakasih dan juga selamat tinggal.

melangkah mundur (Via lilsoul.com)
melangkah mundur (Via lilsoul.com)

Dan tentu saja aku berharap kamu segera menemukan seseorang yang bisa membuat hatimu bergetar. Begitupula denganku, semoga aku bisa segera melupakanmu dan menemukan seseorang yang benar-benar mau berjuang bersamaku. Semoga.

151
SHARES
Bagaimana Menurutmu?

"You can if you think you can"