Mathias Boe Curhat Dibully Netizen Indonesia, Benarkah Suporter Kita Kurang Edukasi?

Atau justru Boe yang terlalu berlebihan dalam bereaksi?

219
SHARES

Dalam konferensi pers BCA Indonesia Open Super Series Premier 2017 beberapa waktu lalu, pebulutangkis Denmark, Mathias Boe, mengungkapkan kekecewaannya pada reaksi suporter Indonesia di media sosial. Boe berkata bahwa dirinya mendapat ancaman atas hidupnya, termasuk dengan seruan agar tim Denmark segera pulang kandang.


Boe tampak gusar ketika para wartawan justru tertawa mendengar pernyataannya itu. Menurutnya, ujaran bernada mengancam bisa membuat seseorang diseret ke penjara jika terjadi di negaranya. Bahkan, Boe mengungkapkan jika seseorang butuh pendidikan yang layak dari orangtuanya jika menganggap ancaman adalah sebuah lelucon yang wajar dilontarkan.

Awal mula masalah

Bukan tanpa sebab jika Mathias Boe dirundung oleh para suporter dan netizen Indonesia. Semua bermula dari laga semifinal bulutangkis BCA Indonesia Open Super Series Premier 2017 yang berlangsung 17 Juni lalu. Pada kesempatan itu, terjadi laga sengit di nomor ganda putra antara pasangan Denmark Mathias Boe/Carsten Mogensen melawan pasangan Indonesia Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto.

Dalam laga tersebut, pasangan Fajar/Rian terpaksa mengakui keunggulan lawan setelah tumbang dengan perolehan angka 17-21, 21-18, 12-21. Melalui set ketiga, duet Boe/Mogensen memantapkan langkah untuk tak mau membiarkan Fajar/Rian menguasai permainan. Kemenangan ganda putra Denmark tersebut pun dirayakan melalui selebrasi yang dilakukan oleh Boe. Sayangnya, cara Boe melakukan selebrasi dengan berjoget dan menunjuk-nunjuk ke suatu arah dianggap oleh para suporter Indonesia sebagai tindakan tak etis, dan berujung pada bullying di media sosial Mathias Boe.

Netizen dan suporter Indonesia kurang edukasi?

Pasca konferensi pers yang dilakukan oleh Boe, netizen Indonesia terbagi dalam dua kubu: mereka yang menganggap reaksi Boe berlebihan dan mereka yang setuju pada ucapan Boe, bahwa ancaman, baik yang bersifat lelucon maupun betulan adalah hal yang tak  bisa dibiarkan. Boe sendiri mengakui bahwa ia bisa menerima cemoohan suporter dan netizen Indonesia terkait dirinya maupun negaranya. Namun ia tak bisa menerima munculnya komentar yang sampai mengancam atau mengganggu kehidupannya.

Seperti kata Boe, di beberapa belahan dunia, terutama negara-negara maju, kekerasan verbal semisal ancaman pun bisa ditanggapi serius meski niatnya bercanda. Hal ini kian menguat saat beberapa waktu belakangan makin banyak aksi teror yang terjadi di berbagai penjuru dunia. Paranoid dan ketakutan akan munculnya serangan serupa membuat masyarakat di berbagai belahan dunia memilih untuk tidak memberi toleransi pada ujaran kebencian dan ancaman. Inilah yang coba disorot oleh Boe dalam konferensi persnya.

Sayangnya, niat Boe untuk memperingatkan ulah suporter Indonesia yang mengancamnya justru kandas karena netizen dan para suporter kadung geram dengan gaya selebrasi Boe yang dianggap melecehkan. Ibarat kata, tidak ada asap kalau tidak ada api. Kalau sudah begini, lantas bagaimana penyelesaiannya?

 

219
SHARES
Bagaimana Menurutmu?

Tidak peduli pada jumlah followers di media sosial, hanya tertarik pada uang dan kekuasaan~