Belanja di Warung Tetangga Adalah Langkah Kecil Kita Menopang Perekonomian Rakyat

Kalau mau mendukung dengan total, jangan pernah ngutang di warung tetangga, ya!

Seiring perkembangan zaman, manusia kian dipermudah dengan berbagai fasilitas yang ada. Begitu pula dalam hal belanja kebutuhan sehari-hari. Jika dulu kita mengandalkan pasar untuk memenuhinya, sekarang tren mulai bergeser dan membuat kita menjadikan supermarket modern sebagai tempat belanja yang diminati.

Kebutuhan belanja remeh temeh yang semula dipenuhi melalui warung-warung milik tetangga pun juga mulai kalah saing karena kehadiran minimarket waralaba yang tersebar luas hingga ke pelosok desa sekalipun. Meski begitu, ada sejumlah alasan yang membuat kita lebih baik berbelanja di warung tetangga ketimbang di minimarket waralaba.

1. Menawarkan harga yang lebih murah

Belanja di warung selain lebih murah juga menghindarkan kita dari lapar mata seperti jika belanja di swalayan(okeinfo.net)

kalau kita perhatikan, harga barang di warung tetangga seringkali lebih murah daripada di swalayan atau minimarket. Ini tentu membuat kita jadi lebih hemat dalam berbelanja. Selain itu, resiko ‘lapar mata’ juga bisa diminimalisir karena kita akan membeli apa yang sudah kita rencanakan saja. Sering kan, kalau kita berbelanja di supermarket, kita jadi membeli barang-barang yang semula tidak kita niatkan untuk membelinya. Wajar, karena di supermarket aneka barang dipajang dan bisa kita ambil langsung sehingga resiko lapar mata jadi lebih besar.

2. Ajang silaturahmi

Warung tetangga juga bisa jadi ajang silaturahmmi kita dengan si empunya warung (brilio.net)

Berbelanja di warung tetangga membuat kita jadi bersosialisasi langsung dengan si empunya warung yang notabene adalah tetangga kita. Tak jarang, dari belanja barang kebutuhan, kita juga mendapat info-info menarik. Asal jangan sampai jadi keterusan ngerumpi dan bertukar gosip sihi~

3. Membantu perekonomian tetangga

Warung tetangga adalah salah satu bentuk ekonomi kerakyatan (trendingtopics.blogspot.com)

Rasanya tak ada orang yang membuka warung hanya sebagai sarana mencari kegiatan iseng semata, bukan? Ada pertimbangan ekonomi yang mendasari orang membuka warung. Oleh karenanya, berbelanja di warung tetangga bisa juga kita jadikan sebagai langkah kecil dalam menopang ekonomi kerakyatan, khususnya perekonomian tetangga kita si empunya warung.

4. Bisa beli eceran

Belanja di warung tetangga bisa mengecer alias beli satuan (tribunnews)

Inilah yang menjadi salah satu keunggulan warung rumahan dibandingkan swalayan. Terkadang, kita hanya membutuhkan beberapa buah kebutuhan saja tanpa ingin membelinya dalam satuan pack. Kalau kita hanya ingin membutuhkan dua sachet kopi instan, buat apa harus repot-repot membelinya satu karton, bukan?

5. Tidak ada tukang parkir rese

Saat berbelanja di minimarket terdekat, kadang kita suka dibuat kesal dengan keberadaan tukang parkir yang selalu muncul saat ingin menagih duit parkir namun tidak ada ketika kita membutuhkan bantuannya untuk mengatur kendaraan kita yang kesulitan keluar. Di warung tetangga, kita tidak perlu khawatir bertemu tukang parkir semacam itu, kan?

Tukang parkir rese di supermarket kerap muncul hanya saat menagih uang tapi tak ada saat kita butuh bantuan (batampos.co.id)

Bagaimanapun juga, keberadaan warung tetangga jangan sampai hilang ditelan keberadaan minimarket dan swalayan karena bisa menjadi salah satu wujud nyata menggeliatnya perekonomian rakyat. Tapi satu yang perlu diingat: janganlah gemar berhutang di warung tetangga, ya!

Leave your vote

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Bagaimana Menurutmu?

Written by Dozan Alfian

Dozan Alfian

Tidak peduli pada jumlah followers di media sosial, hanya tertarik pada uang dan kekuasaan~

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *