Belajar dari Kisah Qurban Nabi Ibrahim; Perpisahan dengan Orang tersayang Hanyalah Sebuah Ujian

Karena perpisahan hanya sebuah ujian yang bertujuan membuatmu lebih baik.

Sudah menjadi syariat dalam ajaran agama Islam, jika setiap tanggal 10 Dzulhijah umat Islam yang mampu dianjurkan untuk melakukan ibadah qurban. Syariat tersebut bermula dari kisah Nabi Ibrahim yang pernah bernazar (berjanji) jika ia memiliki anak lak-laki ia rela mengorbankannya sebagai bentuk ketaatannya kepada Allah SWT.

Setiap tanggal 10 Dzulhijah Umat Islam merayakan hari raya Idhul Qurban (pkusruweng.com)

Namun tulisan kali ini tidak akan membahas ibadah qurban dari sudut pandang agama. Sebab mungkin bukan kapasitas penulis untuk membahasnya disini, namun tulisan ini akan sedikit mengulas dibalik kisah qurban Nabi Ibrahim yang penuh dengan Ibrah (pelajaran). Khususnya tentang perpisahan dengan orang yang kita sayang.

Nabi Ibrahim orang yang paling sayang terhadap anak dan kedua istrinya

Jika kita membaca berbagai literasi yang mengisahkan kehidupan rumah tangga Nabi Ibrahim, maka kita akan menemukan betapa penyayangnya Nabi Ibrahim kepada keluarganya. Khususnya kepada istri dan anaknya.

Ilustrasi Nabi Ibrahim (okumalarokumak.gq)

Sebagaimana kita ketahui, meskipun Sarah istri pertama Nabi Ibrahim tidak bisa memiliki keturunan namun Nabi Ibrahim tetap setia bersamanya sampai usianya menginjak uzur. Adapun Nabi Ibrahim menikah dengan Siti Hajar (istri kedua), hal itu dikarenakan atas permintaan Sarah yang berharap dengan menikahi Siti Hajar, Nabi Ibrahim bisa memiliki keturunan.

Dari kisah tersebut, kita bisa memetik pelajaran betapa setianya Nabi Ibrahim kepada Sarah. Bahkan Nabi Ibrahim tidak akan menikah lagi jika bukan permintaan Sarah. Setelah memiliki anak pertama dari Siti Hajar, yaitu Nabi Ismail, Nabi Ibrahim sangat bahagia dan sangat menyayanginya. Keturunan yang selama ini ia pinta kepada Allah akhirnya dikabulkan. Inilah kenapa kemudian anak tersebut diberi nama dengan Isma’il (yang berarti Allah telah mendengar doaku)

Nabi Ibrahim harus berpisah dengan orang yang disayang

Dalam perjalanan hidup keluarga Nabi Ibrahim, beberpa kali Nabi Ibrahim mendapatkan ujian untuk harus berpisah dengan orang-orang yang Ia sayangi. Perpisahan pertama yang harus dilalui Nabi Ibrahim ialah saat harus berpisah dengan Siti Hajar dan Nabi Ismail karena mereka berdua melakukan hijrah ke tempat yang sekarang dekat dengan Masjidil Haram.

Ilustrasi Nabi Ibrahim (sharingseputarislam.com)

Adapun perpisahan yang kedua yang lebih berat bagi Nabi Ibrahim ialah saat Ia mendapatkan wahyu jika Ia harus mengorbankan anak laki-lakinya sebagaimana nazar-nya dulu. Inilah perpisahan yang paling berat bagi Nabi Ibrahim.

Anak yang sangat dicintainya, ditunggu-tunggu kehadirannya, kini harus ia korbankan untuk memenuhi janjinya dahulu. Namun sebagai bentuk ketaatan Nabi Ibrahim, Ia pun menyanggupinya. Tentu atas persetujuan Nabi Ismail dan Siti Hajar.

Ilustrasi Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail (myislamicstudies.blogspot.co.id)

Meskipun akhirnya kemudian bukan Nabi Ismail lah yang dikorbankan, melainkan Allah sudah mengganti Nabi Ismail dengan seekor kibas (sejenis kambing) saat hendak disembelih.

Segala bentuk perpisahan dengan orang yang kita sayang adalah hanya sebagai ujian

Setelah kita mengetahui betapa sayangnya Nabi Ibrahim kepada anak dan istri-istrinya, dan betapa beratnya saat Nabi Ibrahim harus berpisah dengan orang-orang yang Ia sayang, kita bisa mengambil pelajaran jika segala perpisahan dengan orang yang kita sayang hanyalah sebuah ujian. Layaknya ujian perpisahan yang diberikan kepada Nabi Ibrahim tadi.

Karena perpisahan dengan orang yang kita sayang hanyalah sebuah ujian (pexels.com)

Artinya jika kita harus berpisah dengan orang yang kita sayang, kita tidak perlu lama-lama berlarut dalam kesedihan. Sebab perpisahan dengan orang yang kita sayang hanyalah sebuah ujian, dan ujian diberikan oleh Tuhan bertujuan untuk menaikkan derajat manusia. Seperti ujian di sekolah agar kita bisa naik ke kelas yang lebih tinggi.

Mungkin dengan perpisahan tersebut kamu bisa menemukan seseorang yang lebih baik, atau dengan perpisahan tersebut kamu bisa menjadi orang yang lebih baik.

Bagaimana Menurutmu?

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Written by Amin Aulawi (Aw)

Amin Aulawi (Aw)

Penikmat Dunia, Perindu Surga,

4 Bangunan Ini Dipercaya Bisa Selamatkan Manusia Dari Kiamat

7 Modifikasi Motor Ini Berbahaya dan Membuatmu Terlihat Norak