Belajar Dari Kasus Bos First Travel, Tidak Perlu Memaksakan Sesuatu Jika Kita Memang Tidak Mampu

Berpenampilanlah sesuai isi dompetmu!

Beberapa minggu terakhir ini, media massa kita ramai memberitakan kasus penipuan yang dilakukan oleh agen perjalanan umroh dan haji, first travel. Bukan hanya karena kasus penipuan yang dilakukan oleh first travel kepada ribuan jamaah yang menjadi pemberitaan, namun juga dengan gaya hidup sang bos first travel yang terkenal glamour dan suka berfoya-foya.

Bos frist travel dikenal sebagai orang yang gemar pamer kemewahan (viva.id)

Namun dari kasus tersebut, kita bisa mengambil pelajaran hidup yang cukup berharga, yaitu kita tidak perlu memaksakan diri untuk menjadi sesuatu jika memang kita tidak mampu.

Yah, bos first travel bisa dikatakan memaksakan untuk tampil mewah padahal secara penghasilan ia belum mampu, akhirnya ia pun menipu.

Hidup dengan kemewahan ternyata hasil menipu (tribunnews.com)

Karakter seperti ini sepertinya sudah menjadi penyakit kronis di kalangan masyarakat Indonesia. Dimana banyak masyarakat yang secara finansial sebenarnya kurang mampu, tapi mereka memaksakan diri tampil mewah, akhirnya segala tindakan pun dilakukan. Mulai dari hutang sana-sini, kredit ini itu, bahkan lebih nekatnya lagi sampai menipu.

Jauh hari sebelum kasus first travel mencuat, penulis sebelumnya membahas fenomena karakter masyarakat seperti ini dalam artikel yang berjudul Mengenal Social Climber, Penyakit Jiwa Orang Miskin yang Ingin Kelihatan Kaya“. 

orang miskin yang ingin dianggap kaya sebagai tanda penyakit jiwa (kabarmakkah.com)

Yah, penulis menterjemahkan karakter orang yang ingin memaksakan diri tampil mewah, padahal dirinya sebenarnya orang miskin sebagai penyakit jiwa.

Kenapa hal tersebut masuk ke kategori penyakit jiwa? Karena orang semacam ini biasanya akan melakukan apa saja agar ia tampil glamour. Bahkan harus menipu sana sini seperti kisah bos first travel ini. Kebanyakan mereka ingin kaya dengan cara instan tanpa perjuangan yang matang, jadi hal apapun ia lakukan. Bahkan bisa jadi melakukan tindakan kriminal.

Orang semacam itu akan gagal menerima dirinya sendiri sesuai dengan kenyataan yang ada. Hingga akhirnya ia akan merasa kecewa pada dirinya sendiri. Tidak bisa menerima keadaan pada dirinya sendiri. Sampai bisa jadi membenci dirinya sendiri.

Orang yang mengidap social climber akan melakukan apa saja untuk bisa hidup glamour (tribunnews.com)

Cara terbaik agar terhindar dari penyakit kejiwaan semacam ini ialah dengan kita banyak mensyukuri kehidupan. Dengan banyak bersyukur kita akan lebih menikmati hidup tanpa harus memaksakan diri hidup bermewah-mewahan.

Selain itu, biasakan diri untuk mengetahui kemampuan diri dan tidak perlu memaksakan diri untuk tampil yang mewah. Semisal saja, kalau keuangan kamu hanya cukup untuk membeli motor, maka tidak perlu memaksakan diri dengan kredit mobil.

Social climber menginginkan kaya instan dengan melakukan apa saja (infoteratas.com)

Sebab jika selalu memaksakan diri, hidupmu hanya akan dikejar-kejar dengan ketidaktenangan. Jiwamu akan selalu merasa tidak puas dengan apa yang kamu miliki. Ingat yah, tampil adanya bukan hanya akan membuat hidupmu lebih tenang. Tapi kamu juga akan lebih disukai orang-orang disekelilingmu.

Hidup mewah tapi hutang ada dimana-mana (youtube.com)

Daripada kamu tampil banyak gaya namun ternyata hutang dimana-mana, lebih baik tampil dengan kemampuan yang ada saja bukan? Kalau kata Om Bob Sadino, berpenampilanlah sesuai isi dompetmu!

Bagaimana Menurutmu?

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Written by Amin Aulawi (Aw)

Amin Aulawi (Aw)

Penikmat Dunia, Perindu Surga,

Ladies, Nggak Perlu Minder Kalau Gemuk Karena Kalian Adalah Obat Panjang Umur Bagi Pria

Bicara Tentang Presiden Terkorup Sepanjang Sejarah, Nomor Satu Kamu Pasti Tau!