Beda dengan Backpacker, Para Begpacker Andalkan ‘Mengemis’ Demi Jalan-Jalan Gratis

Meski tidak direkomendasikan, tapi bisa kamu contoh sesekali jika terpaksa

183
SHARES

Selama ini, kita mengenal istilah backpacker untuk menyebut para pelancong yang menjelajah tempat-tempat eksotis di seluruh dunia dengan budget minim. Para backpacker ini dikenal sebagai sosok-sosok yang tangguh karena tak segan kesana-kemari menggendong ransel punggung (backpack) yang terlihat besar dan berat, berpakaian seadanya dan sangat menikmati detail perjalanan meski harus pintar menyiasati dana yang terbatas.

Lain halnya dengan backpacker, ada juga sebutan begpacker untuk mereka yang melancong tanpa modal dan mengandalkan bantuan orang lain. Bahkan, kalau perlu sampai mengemis atau meminta-minta. Biasanya, para begpacker ini datang dari Amerika dan Eropa, serta kerap dijumpai di negara berkembang macam negara-negara di Asia Tenggara. Kenapa fenomena ini bisa terjadi?

Peraturan yang tidak ketat

Ada alasan tertentu yang membuat negara-negara berkembang jadi favorit para begpacker. Asia Tenggara misalkan, negara-negara di kawasan ini diketahui tidak memiliki persyaratan-persayaran tertentu yang wajib dipenuhi oleh pelancong. Ini berbeda dengan negara-negara maju di Eropa maupun Amerika yang punya persyaratan pengajuan visa yang cukup ketat.

Entah harus salut atau miris, tidak punya dana tapi nekat bepergian jauh – dailymail.co.uk

Di sana, pelancong wajib menunjukkan kemampuan finansialnya serta lokasi tujuan yang sudah pasti. Pembuktiannya bisa melalui bukti pemesanan tempat menginap hingga tiket pulang-pergi. Pelancong pun tidak bisa seenaknya mengamen di jalanan untuk mencari tambahan dana melancong, karena biasanya ada sertifikasi khusus yang harus dipenuhi. Sebagai contoh, pengamen di Bulgaria bahkan wajib memiliki status diploma pendidikan musik!

Mengamen jadi salah satu pilihan para begpacker – travelingyuk.com

Lain cerita dengan negara-negara berkembang macam kawasan Asia Tenggara. Jalan Khao San di Bangkok, Thailand contohnya. Di sana, kita bisa dengan mudahnya menjumpai para begpacker tengah mengais iba dari orang lain, mulai dari mengemis donasi hingga mengamen atau menjual keterampilan lainnya. Di Indonesia pun pernah terjadi kejadian serupa, dimana tiga turis asal Rusia diamankan petugas karena mengamen di Pasar Beringkit, Mengwi, Badung, Bali. Mereka bahkan mendirikan tenda di kuburan dekat pasar untuk menghemat biaya.

Segala cara akan dilakukan agar bisa meneruskan perjalanan atau pulang ke negara asal – twitter.com

Dengan mengamen maupun mengemis, para begpacker mencari uang agar bisa pulang ke negaranya atau untuk melanjutkan perjalanan ke tempat lain. Bahkan, tak jarang seorang begpacker yang kadung cinta dengan sebuah negara akhirnya memutuskan untuk menetap. Kalau sudah begini, segala daya upaya pasti dilakukan untuk bisa tetap bertahan hidup, bukan?

 

183
SHARES
Bagaimana Menurutmu?

Tidak peduli pada jumlah followers di media sosial, hanya tertarik pada uang dan kekuasaan~