Bandara Dubai Gunakan Bahasa Jawa untuk Informasi Penerbangan Mereka. Kok Bisa?

Halo bandara-bandara lokal di Indonesia, kalian ngerasa kesindir nggak sih?!

‘Nuwun sewu, bapak-bapak soho ibu-ibu, penerbangan Emirates EK tigo-gangsal-wolu dateng Jakarta sak meniko bade …” Begitulah penggalan bunyi informasi penerbangan EK 358 rute Dubai-Jakarta di Dubai International Airport, United Arab Emirates. Apa Kamu paham maksudnya?

Bahasa Jawa tingkat atas

Kalau kamu bukan orang Jawa, wajar tidak tahu. Karena bahasa yang digunakan pada informasi yang terdengar nyeleneh itu adalah bahasa Krama Inggil (Jawa halus), yang dalam bahasa Indonesia berarti “permisi bapak-bapak dan ibu-ibu, penerbangan EK 358 ke Jakarta saat ini akan…”

Dubai International Airport, bandara tersibuk di dunia yang secara mengejutkan menggunakan bahasa Jawa untuk informasi penerbangan mereka. | arabianbusiness.com

Pertanyaannya, kok bisa bandara sekelas Dubai International Airport yang merupakan bandara tersibuk di dunia menggunakan bahasa Jawa untuk informasi penerbangan mereka? Kok bisa mereka mengaplikasikan bahasa ‘asing’ yang membuat para penumpang internasional tertawa?

Ulah Emirates

Selidik punya selidik, ternyata ada alasan sangat masuk akal dari penggunaan bahasa Jawa di bandara itu. Menurut Divisional Vice President dari Emirates, Walter Riggans, hal itu sengaja dilakukan agar para penumpang yang tidak bisa berbahasa Arab atau Inggris bisa merasa nyaman.

Ternyata, penggunaan bahasa Jawa dimaksudkan agar para penumpang merasa nyaman. | 50skyshades.com

Karena bukan hanya bahasa Jawa saja, ternyata Emirates dan pihak bandara juga memasukkan 19 bahasa lain ke dalam sistem di setiap pintu keberangkatan, sehingga para supervisor yang sedang bertugas bisa memilih bahasa mana yang sesuai dengan penumpang yang akan berangkat.

Hanya ada dua di dunia

Ide luar biasa Dubai International Airport memang pantas diacungi jempol. Pasalnya, sampai saat ini hanya ada dua bandara di dunia yang mengaplikasikan bahasa Jawa untuk informasi penerbangan mereka. Bandara yang kedua berada di Jogja, atau tepatnya di Bandara Adisutjipto.

Bandara Adisutjipto, bandara lain yang juga mengaplikasikan bahasa jawa ke dalam informasi penerbangan mereka. | sumber.com

Kalau bandara sekelas Dubai International Airport yang notabene berada jauh di luar Indonesia saja mau menggunakan dan melestarikan bahasa Jawa, lantas, apa kabar bandara-bandara lokal di negara kita?

“Ngerasa kesindir nggak sih?!”

Bagaimana Menurutmu?

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Written by Amanes Marsoum

Penulis artikel dan sastra. Penemu dari sebuah konsep sederhana: "Kita tidak pernah tahu seberapa jauh bisa berubah. Namun untuk sesuatu yang jauh lebih baik, kita tidak akan pernah menyesal."

Tidak Banyak Diketahui, Inilah Alasan Bendera Indonesia Berwarna Merah Putih

Kerajaan Saudi Mengizinkan Wanita Berbikini di Pantai, Hasil Study Banding di Bali Beberapa Waktu Lalu Kah?