Viral Bahaya Vaksin dan Imunisasi Bagi Anak, Begini Menurut Ahli

Apa sebenarnya kandungan vaksin yang diberikan kepada anak? Ini penjelasan para ahli~

Beberapa hari belakangan media massa dan media sosial diramaikan oleh berbagai informasi tentang bahaya vaksin bagi anak. Isu ini bermula saat tersebar sebuah video yang menampilkan beberapa santri di Madura mengalami kejang dan pingsan setelah disuntik vaksin difteri.

Mitos seputar vaksin (kumparan.com)

Dengan beredarnya video dan informasi tersebut, banyak pihak yang kemudian mengatakan jika vaksin berbahaya bagi kesehatan anak. Berbagai spekulasi tanpa dasar pun bermunculan, mulai dari kandungan vaksin yang dicampur dengan zat bahaya, sampai mengandung zat yang tidak halal bagi tubuh.

Lalu sebenarnya bahaya atau tidak imunisasi dan suntik vaksin tersebut? Berikut Jawaban ahli.

Imunisasi menurut para ahli

Banyaknya informasi yang mengatakan jika vaksin itu berbahaya bagi anak, membuat banyak ahli pun turut angkat bicara meluruskan informasi ini. Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr. Badriul Hegar, Sp.A (K), mengatakan jika informasi yang berkembang di masyarakat tentang bahaya vaksin dan imunisasi merupak sebuah kekeliruan.

Hoax seputar vaksin dan imunisasi (prokal.co)

Bahkan menurutnya, masih banyak anak-anak Indonesia yang meninggal karena penyakit yang sebenarnya bisa dicegah dengan imunisasi. Hal tersebut juga diamini oleh Guru besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, dr. Sri Rezeki Hadinegoro, Sp.A (K), menurutnya meskipun program vaksin di Indonesia sudah berlangsung puluhan tahun, namun masih banyak masyarakat yang belum tahu akan informasi yang benar terkait kandungan dan manfaat vaksin.

Menurur dr. Sri Rezeki, informasi keliru paling banyak ditemukan di masyarakat ialah terkait kehalalan vaksin, kandungan vaksin terkait zat berbahaya, serta isu konpirasi negara barat untuk meracuni generasi negara berkembang.

Informasi keliru soal vaksin dan imunisasi

Beberapa isu yang beredar di masyarakat ialah terkait efek samping imunisasi yang menyebabkan autisme pada anak. Para peneliti, ilmuan, dan dokter ahli telah sepakat menolak isu ini dan dikatakan sebagai informasi yang tidak benar.

Isu adanya dampak autisme pada anak setelah imunisasi atau suntik vaksin MMR pertama kali dicetuskan oleh seorang dokter Inggris, Wakafield. Namun pada tahun 2011 yang lalu, para dokter dan ilmuan membuktikan jika Wakafield melakukan penelitian yang keliru, dan memalsukan data pada penelitiannya. Beberapa riset juga membuktikan tidak ada hubungannya antara vaksin dan autisme pada anak.

Imunisasi menurut [ara ahli (detik.net.id)
Sementara untuk informasi kehalalan kadnungan vaksin yang banyak diragukan oleh masyarakat, Aminudin Yakub, Ketua Fatwa Majelis Ulama Indonesia mengatakan pada dasarnya imunisasi dalam pandangan Islam diperbolehkan. Bahkan jika tujuannya untuk mencegah penyakit (madharat) maka dianjurkan mengutamakan tindakan imunisasi demi kebaikan anak (maslahah).

Adapun soal adanya demam ringan, bekas kemerahan, atau gatal pada anak, menurut ahli itu hanya efek samping dari imunisasi. Efek samping pasca imunisasi dalam dunia medis biasa dikenal dengan istilah Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI). Efeknya pun tidak lama dan tidak berbahaya, jadi masyarakat tidak perlu khawatir dengan efek tersebut.

Apakah imunisasi berbahaya bagi anak (kompas.com)

Lalu bagaimana dengan kasus beberapa santri yang mengalami pingsan pasca suntik imunisasi? Menurut dinas kesehatan Madura, hal tersebut terjadi karena adanya trauma psikologi pada anak dengan jarum suntik, atau rasa takut berlebihan yang membuat fisiknya melemah. Bukan karena kandungan vaksin.

Written by Aulawi (Aw)

Aulawi (Aw)

Salah Seorang yang Meyakini Lucinta Luna Itu Perempuan Tulen

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *