Bahaya Sampah Elektronik Bagi Kehidupan di Bumi yang Wajib Kamu Ketahui

Setiap tahun, sampah elektronik meningkat dan butuh untuk segera ditangani sebelum semuanya terlambat

Sampah elektronik, atau yang dikenal juga dengan istilah e-waste bisa diartikan sebagai segala jenis peralatan elektronik yang sudah tidak digunakan dan dibuang. Sama halnya dengan sampah lain yang kita kenal, permasalahan sampah elektronik juga punya dampak-dampak tersendiri.

Sebagai material yang tak bisa diurai oleh alam, sampah elektronik macam komponen atau bagian rakitan perlu mendapat penanganan khusus yang tidak sama dengan sampah lain yang bisa terurai oleh alam. Jika tidak, sampah elektronik ini bisa menjadi bahaya bagi kehidupan makhluk hidup.

Mencemari lingkungan

Sampah elektronik menghasilkan limbah yang beracun dan bisa mencemari lingkungan (jadiberita.com)

Karena tidak mengetahui dampak bahaya dari sampah elektronik, banyak orang yang kemudian sembarangan membuang sampah elektroniknya begitu saja. Padahal ini bisa amat berbahaya! Pasalnya, berbagai zat berbahaya yang bersifat toksik dan ada dalam sampah elektronik bisa terserap ke tanah dan air sehingga berpotensi mencemari lingkungan sekitar yang dampaknya akan turut kita rasakan. Kita tentu tak mau kan, sumur air di rumah terkontaminasi bahan kimia yang bisa membuat tubuh kita jadi sakit?

Sangat beracun

Jawa Timur menjadi salah satu provinsi di Indoneia yang mengalami darurat B3 (mongabay.co.id)

Seperti yang sudah kita singgung tadi, sampah elektronik memiliki kandungan racun yang dikategorikan sebagai limbah bahan beracun dan berbahaya (B3) karena mengandung substansi berbahaya seperti timbal, merkuri, dan kadmium. Jika kita terkontaminasi limbah itu, tubuh bisa mengalami kerusakan pada sistem saraf, ginjal dan otak. Ibu menyusui yang terkena kontaminasi itu bahkan bisa meneruskannya pada bayi melalui ASI. Ngeri kan?

Dibakar justru kian berbahaya

Membakar sampah elektronik justru membuatnya lebih berbahaya (educafamilia.com)

Banyak orang yang menganggap penyelesaian terbaik untuk sampah adalah dengan membakarnya. Namun hal ini tidak bisa kamu lakukan untuk sampah elektronik. Pasalnya senyawa-senyawa kimia dalam sampah elektronik ketika dibakar dapat membuat senyawa baru yang lebih berbahaya dan berifat karsogenik. Selain itu, senyawa baru tersebut bisa dengan mudah terbawa udara dan mengkontaminasi orang lain.

Penanganan

Jika membuangnya sembarangan bisa mencemari tanah dan air, dan membakarnya bisa mencemari lewat udara, maka bagaimana langkah terbaik menangani sampah elektronik? Memang kita memerlukan tempat pembuangan khusus sampah elektronik agar bisa didaur ulang kemudian hari.

Sampah elektronik di Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun (zeinguerin.com)

Namun jika kamu kesulitan menemukannya di kawasan sekitar, maka langkah terbaik adalah menjualnya. Harga barang elektronik bekas memang sudah pasti jatuh, namun setidaknya akan ada orang-orang yang membutuhkannya. Entah dipakai sendiri maupun dijadikan kanibal bagi peralatan elektronik lainnya. Ini lebih baik daripada membuang, membakar, atau menimbunnya di rumah, bukan?

 

Written by Dozan Alfian

Dozan Alfian

Tidak peduli pada jumlah followers di media sosial, hanya tertarik pada uang dan kekuasaan~

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *