Jangan Ditiru! Skip Challenge, Permainan Pencabut Nyawa yang Ngetrend di Kalangan Remaja

Anak muda keren tidak melakukan permainan berbahaya!

Seorang ibu di California selatan terkejut melihat anak kesayangannya tiba-tiba tersungkur di lantai dalam keadaan tidak sadarkan diri, dalam keadaan panik Ibu tersebut dengan cepat menelfon para medis setempat. Namun sayang, bocah lucu yang masih berusia sebelas tahun akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya. Tangis dari Ibunya pun pecah menjadi-jadi. Anak kesayangannya Da’Various Gray, akhirnya pergi untuk selama-lamanya.

Baca juga : Inspiratif, 7 Bocah Ini Sudah Mengharumkan Nama Bangsa di Usianya yang Masih Belia

Gray harus berpisah dengan Ibunya, setelah dirinya menghembuskan nafas terakhir akibat permainan Skip Challenge (godupdates.com)

Kematian Da’Various Gray bukan karena bunuh diri minum racun serangga, juga bukan karena jatuh dari lantai atas, kematiannya justru karena sebuah permainan yang ia dapatkan dari Youtube. Permainan yang kemudian populer dengan sebutan Skip Challenge akhirnya dipastikan sebagai penyebab meninggalnya Gray.

Serupa tapi tak sama, Karnel Haughton pemuda asal Inggris juga harus mengakhiri kehidupannya karena permainan Skip Challenge tersebut. Ia meninggal setelah melakukan tantangan yang sangat berbahaya ini. Korban lainnya yang akhirnya meninggal dengan sia-sia akibat permainan Skip Challenge ialah Kimbery Wilson, pemuda berusia 15 tahun asal Lawrence Amerika Serikat.

Skip Challenge merupakan permainan dengan cara menekan bagian dada dengan kut-kuat, permainan ini awalnya populer di negara bagian Amerika (nakita.id)

Skip Challenge sendiri merupakan tantangan yang dilakukan oleh beberapa orang dengan cara menekan keras-keras dada temannya. Dalam hitungan beberapa menit seseorang yang dadanya ditekan akan jatuh dan tidak sadarkan diri dalam beberapa detik, bahkan ada yang sampai kejang-kejang. Bahkan dampak yang lebih fatal bisa ditemui seperti kasus di atas, yaitu kematian.

Sayangnya meskipun permainan ini sangat berbahaya, namun justru akhir-akhir ini Skip Challenge sedang populer dikalangan anak muda. Beredarnya beberapa video pelajar dan anak-anak muda yang melakukan hal ini tentu membuat khawatir banyak kalangan, khususnya orang tua. Namun dengan semakin banyaknya video yang beredar dengan berbagai peringatan, bukannya permainan ini berkurang, namun justru cenderung semakin banyak dilakukan kalangan pelajar.

Meskipun berbahaya, namun skip challengen banyak dilakukan pelajar, hal ini tidak terkepas dari sifat remaja yang penasaran dengan hal baru, suka dengan tantangan, dan minimnya pengethauan bahaya yang diakibatkan skip challenge (khsblogdotnet.wordpress.com)

Lalu seberapa bahayanya sih permainan Skip Challenge ini? Pada dasarnya permainan ini ialah dengan menghentikan sejenak aliran darah dan oksigen ke dalam otak, hal ini yang akan mengakibatkan dalam beberapa detik otak kekurangan oksigen, atau yang dikenal dalam dunia medis dengan sebutak hipoksia.

Saat otak kekurangan oksigen fungsi otak dalam beberapa saat akan terganggu. Inilah yang mengakibatkan para remaja yang melakukan skip challenge akan merasa lemas, tidak sadarkan diri, kejang-kejang, sampai kematian. Selain itu jika hal ini dilakukan berulang kali, dapat merusak sistem otak secara permanen.

Saat dada ditekan dengan keras, aliran oksigen ke otak akan berhenti daam beberapa detik, hal inilah yang akan membuat seseorang akan pingsan dan kejang-kejang (cnnindonesia.com)

Adanya trend tantangan semacam ini di kalangan anak remaja tidak terlepas dari karakter remaja yang selalu ingin mencoba dan selalu penasaran dengan hal-hal baru. Pada saat seperti itulah orang tua, keluarga dan orang-orang di sekelilingnya harus hadir di kehidupannya untuk menjaga dan mengawasi pergaulannya.

Selain itu bagi remaja menemukan tantangan merupakan sesuatu yang menyenangkan, terlebih jika tantangan itu terlihat menegangkan, mereka biasanya lebih antusias untuk mencobanya. Hal lain yang membuat skip challenge dengan cepat menyebar di kalangan remaja ialah adanya media sosial yang sedikit banyak mempengaruhi rasa penasaran terhadap tantangan ini.

Minimnya pengetahuan terkait bahaya permainan skip challenge membuat remaja dan pelajar banyak yang melakukan hal ini (keepo.me)

Minimnya pengetahuan tentang bahaya dari skip challenge akhirnya membuat lengkap sudah alasan kenapa permainan berbahaya ini banyak dilakukan anak muda dan pelajar. Hal ini bahkan membuat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy turun tangan dengan mengeluarkan larangan kepada pelajar untuk tidak melakukan tantangan skip challengen ini.

Simpan

Bagaimana Menurutmu?

Written by Amin Aulawi (Aw)

Amin Aulawi (Aw)

Penikmat Dunia, Perindu Surga,

4 Kebenaran Menikah yang Nggak Pernah Kamu Dengar Dari Mereka yang Sudah Menikah

10 Alasan Kenapa Kamu Harus Bangga Lahir di Bulan Maret