Bahaya, Kelamaan Jomblo Ternyata Bisa Tingkatkan Risiko Penyakit Otak! Kok Bisa ya?

Jomblo jangan lama-lama, langsung nikah aja~

Menjadi seorang jomblo maupun single memang memberikan banyak sekali keuntungan tak terduga. Sebut saja kebebasan mengembangkan karir, bebas memilih teman, bisa menyiapkan keuangan untuk masa depan hingga bebas pilah-pilih pasangan. Banyak kok yang bisa merasa bahagia meski tak punya pasangan. Saking bahagianya, apalagi ditunjang kehidupan yang mapan, masalah cinta bukan lagi prioritas. Kalau jomblo aja bisa senang-senang untuk apa cari pasangan?

Jomblo (lifehack.org)

Jangan dulu merasa menjadi jomblo itu baik-baik saja. Jika ada efek positif maka ada dampak negatif yang akan kamu rasakan, salah satunya dari sisi kesehatan. Nyatanya terlalu lama menyendiri bisa mempengaruhi kualitas otak. Hal ini bahkan sudah dibuktikan melalui serangkaian penelitian.

Baru-baru ini ada sebuah studi yang menjelaskan bahwa terlalu lama jomblo bisa meningkatkan resiko terkena demensia sebesar 40%. Meskipun hidup dikelilingi orang-orang terdekat sekalipun, penyakit ini tetap menjadi ancaman. Demensia merupakan penyakit di mana seseorang secara bertahap kehilangan kemampuannya untuk berpikir, mengingat, dan menikmati fungsi ingatannya sehari-hari.

Demensia (The Kensington White Plains)

Studi ini dilakukan selama kurang lebih 10 tahun. Salah satu alasan terkuat dari hasil ini adalah kesendirian mempengaruhi terjadinya peradangan di otak dan juga memungkinkan seseorang menjalani gaya hidup yang tidak sehat. Seperti yang dilansir dari laman Daily Mail bahwa penyebab demensia masih belum diketahui. Tetapi bukti yang sudah ada sekarang ini menjelaskan bahwa diet dan olahraga sehat dapat mengurangi penyakit otak ini.

Menurut tim Universitas Negeri Florida, bersosialisasi juga penting untuk menjaga pikiran tetap aktif dengan cara meningkatkan kesehatan kognitif. Para peneliti, yang menganalisis 12.030 orang di atas usia 50 tahun sekarang menekankan bahwa kesepian adalah ‘faktor risiko yang dapat meningkatkan demensia’. Selain itu, hasil penelitian juga menunjukan bahwa kesepian meningkatkan risiko terkena penyakit ini sebesar 40 persen, tanpa memandang jenis kelamin, ras, etnis atau tingkat pendidikan mereka.

Jomblo rentan terkena demensia (poketudiant.com)

Gejala utamanya meliputi hilangnya ingatan, penurunan mental, ketidakmampuan berbicara dan mengerti maksud pembicaraan, kebingungan, kemarahan, dan kegelisahan. Sekelompok peneliti di University College of London menjelaskan bahwa orang yang sudah menikah atau orang dengan hubungan yang stabil memiliki lebih banyak kesempatan untuk berinteraksi sosial di usia senja, dibandingkan dengan orang yang single, yang cenderung terisolasi tanpa pasangan setelah usia tertentu.

Terlibat dalam kegiatan sosial bersama pasangan secara teratur minimal 50 kali, dapat membantu menjaga sel-sel otakmu tetap aktif dan dapat mendorong kebiasaan sehat. Oleh karena itu, orang-orang yang hubungan stabil dengan pasangannya memiliki peluang lebih rendah untuk mengembangkan penyakit seperti demensia dan alzheimer.

Written by Erinda

"You can if you think you can"

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *