Ngerinya Bahaya Dibalik Pose ‘Salam Dua Jari’ yang Wajib Kamu Ngerti

Kalau udah tau bahayanya, jangan ulangin lagi ya!

Tahukah kamu kalau foto dengan pose victory atau yang lebih dikenal dengan ‘salam dua jari’ itu ternyata sangat berbahaya? Mungkin kedengarannya memang tak masuk akal, namun pose dengan mengacungkan jari telunjuk dan jari tengan membentuk huruf ‘V’ ini bisa disalahgunakan oleh para penjahat cyber untuk kepentingan mereka, yang tentunya sangat merugikan dirimu.

mozaic.co.id
mozaic.co.id

Tidak ada sistem yang aman

Seperti kita tahu, tidak ada yang benar-benar aman di era teknologi seperti saat ini. Semua sistem keamanan pada level apapun di dunia ini, nyatanya bisa dibobol dengan mudah oleh pihak-pihak tertentu. Bahkan hal sepele seperti ‘salam dua jari’ pun, bisa mereka manfaatkan untuk membobol beberapa sistem keamanan.

koreangirlshd.com
koreangirlshd.com

Salam dua jari yang mempunyai makna victory (kemenangan) dan peace (damai) ini memang menjadi salah satu pose paling umum yang dilakukan oleh hampir seluruh orang di dunia saat berfoto, entah itu selfie atau pun foto biasa. Inilah celah besar yang dimanfaatkan para penjahat cyber untuk mencuri berbagai data korban yang dilindungi oleh sistem keamanan sidik jari.

Sidik jari digital tiruan

Sebagai bukti betapa berbahayanya foto dengan pose ‘salam dua jari’, seorang ahli keamanan Jerman bernama Jan Krissler berhasil membuat sidik jari digital tiruan dari sidik jari Menteri Pertahanan Jerman pada tahun 2014 lalu.

bbc.co.uk
bbc.co.uk

Tiruan sidik jari itu dia dapatkan dalam sebuah acara konferensi pers yang dihadiri sang Menteri, kemudian menggunakan sebuah sofware komersil untuk menciptakan sidik jari tiruan tersebut.

Mampu membobol fitur NFC

Apa yang telah ditemukan Jan Krissler di atas menjadi bukti bahwa kemungkinan besar juga ada teknologi serupa yang sudah berhasil dibuat dan digunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk melancarkan aksi kejahatan cyber.

dadroidrd.com
dadroidrd.com

Tentu fakta ini menjadi sangat berbahaya bagi masyarakat awam, mengingat saat ini banyak smartphone sudah disertai dengan fitur NFC yang berfungsi untuk melakukan transaksi online. Untuk tujuan keamanan maksimal, produsen smartphone melengkapi fitur NFC tersebut dengan menggunakan keamanan sidik jari.

Artinya, pengguna harus memindai sidik jari terlebih dahulu setiap kali ingin melakukan pembayaran online. Inilah celah yang dimanfaatkan penjahat cyber untuk melancarkan aksinya. Memang terdengar sangat menyeramkan, namun tindak kejahatan seperti ini masih sangat sulit dilakukan karena membutuhkan kamera dan foto beresolusi tinggi yang mampu menangkap detail sidik jari dengan baik.

Tidak semua orang bisa membuat sidik jari tiruan dengan mudah. Namun, tidak ada salahnya kan untuk lebih berhati-hati. Karena seperti sudah dijelaskan di awal tadi bahwa, TIDAK ADA SISTEM YANG AMAN.

Written by Amanes Marsoum

Penulis artikel dan sastra. Penemu dari sebuah konsep sederhana: "Kita tidak pernah tahu seberapa jauh bisa berubah. Namun untuk sesuatu yang jauh lebih baik, kita tidak akan pernah menyesal."

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *