Faktanya, Bahasa Sunda-lah yang Berjasa Besar Atas Lahirnya Istilah ‘Jomblo’ di Indonesia

“Saya nggak akan berhenti nge-jomblo sampai kata JOMBLO benar-benar tertulis di KBBI.”

Hanya karena kata JOMBLO, jutaan remaja di Indonesia harus menerima nasib di-bully oleh banyak orang. Hanya karena satu kata itu juga, situs kencan dan aplikasi mencari jodoh begitu ramai hingga seakan-akan punya fan base-nya sendiri-sendiri. Padahal kan, jomblo itu sangat terlarang di KBBI…

Baca juga : Media Sosial: 5 Dampak Buruk yang Harus Kamu Waspadai dari ‘Hubungan Virtual’

Hanya karena kata jomblo, banyak orang yang harus menerima kesengsaraan dalam hidup mereka. | youtube.com

Ya, mau dicari sampai ubanan pun, kamu tidak akan pernah menemukan kata jomblo di Kamus Besar Bahasa Indonesia. Meskipun sudah akrab di telinga kita, dan meskipun sudah banyak orang yang memakainya, tetap saja, KBBI tidak mengakui keberadaan kata yang bermakna tidak punya pacar itu.

Jomblo tanpa huruf ‘b’

Lantas, dari mana kata jomblo berasal? Kata jomblo yang legendaris itu ternyata lahir bukannya tanpa sejarah panjang. Jomblo, adalah turunan dari kata jomlo (jomblo tanpa huruf ‘b’) yang berasal dari bahasa Sunda yang sudah dibakukan di KBBI, yang mempunyai makna negatif dari gadis tua.

Jomlo merupakan kata baku untuk kata jomblo yang sudah diakui oleh KBBI. | kbbi.web.id

Dalam prakteknya, kata jomlo sebenarnya digunakan untuk menyebut perempuan yang sudah tua tapi belum menikah atau belum punya pasangan. Lalu, mengapa kemudian berubah menjadi jomblo? Alasannya sangat sederhana: ketika melafalakan jomlo, memang lebih nyaman kalau diselipi huruf ‘b’.

Menyamaratakan gender

Seiring berkembangnya jaman, dan seiring bahasa pergaulan di kalangan remaja Indonesia yang semakin ngawur dan kekinian, kata jomblo dianggap sebagai istilah baku untuk menyebut mereka yang masih belum punya pasangan, tak peduli orang yang bersangkutan adalah pria atau perempuan.

Sekarang, istilah jomblo bisa ditujukan untuk semua kalangan, baik itu pria maupun perempuan. | tripriau.com

Bagaimana, sudah paham kan sekarang? Semoga dengan ini, kamu bisa lebih bersemangat dan punya rasa bangga menyandang status jomblomu itu. Hingga pada akhirnya, setiap kali ada yang coba mem-bully dengan bertanya mengapa kamu masih jomblo, kamu bisa senyum sambil menjawab:

“Saya nggak akan berhenti nge-jomblo sampai kata JOMBLO benar-benar tertulis di KBBI.”

Bagaimana Menurutmu?

Written by Amanes Marsoum

Penulis artikel dan sastra. Penemu dari sebuah konsep sederhana: “Kita tidak pernah tahu seberapa jauh bisa berubah. Namun untuk sesuatu yang jauh lebih baik, kita tidak akan pernah menyesal.”

Pernah Berfikiran Kenapa Tuyul Tidak Mengambil Uang di ATM atau Bank? Inilah Rahasianya

Siapapun yang Mengubah Nama Jalan Dewi Sartika Jadi Jalan Dewi Persik di Bekasi, Bercandamu Nggak Lucu!