Ternyata, Ini Dia Asal Muasal Kata ‘Halo’ yang Kita Ucapkan Saat Menelepon

Tanpa halo, kata apa yang mungkin akan diucapkan orang saat menerima panggilan telepon?

Sejak telepon mulai menjadi bagian dari peradaban manusia, bentuk dan kecanggihannya terus berevolusi hingga menjadi seperti yang kita kenal saat ini. Meski berubah-ubah, nyatanya ada satu hal yang nyaris tidak pernah berubah hingga sekarang: sapaan halo.

Baca juga : Inilah 5 Alasan Kenapa Kamu Harus Merasakan Kegagalan Dulu dalam Memperjuangkan Sesuatu

Oke, mungkin bagi para muslim, ucapan “Assalamualaikum” lebih sering untuk digunakan. Namun jika menelepon orang yang sudah diketahui berbeda agama, tetap saja kata ‘halo’ yang pasti akan digunakan, bukan? Sebenarnya, bagaimana sih sejarahnya hingga sapaan ini begitu identik dengan telepon?

Kita berhutang pada Thomas Alva Edison

Sapaan ‘halo’ memang terdengar sepele dan sederhana. Namun sejarah penggunaannya ternyata sudah cukup lama. Maklum, kata ini pertama kali digunakan oleh Thomas Alva Edison pada tanggal 15 Agustus 1877. Kalian tentu tahu siapa Thomas Edison bukan? Kalau kalian bilang ia adalah penemu telepon, maka kalian salah dan kebangetan.

Alexander Graham Bell saat mencoba telepon (history.com)

Edison diketahui mengucapkan kata ‘halo’ untuk merespon pembicaraan lawan bicaranya di telepon, yakni Presiden Telegraph Company. Padahal, Alexander Graham Bell sebagai penemu telepon sudah mengenalkan kata ‘ahoy’ sebagai sapaan ketika ia melakukan panggilan telepon pertama kalinya di tanggal 10 Maret 1876. Saat itu, Bell menelepon Thomas Watson, asistennya yang berada di Boston.

Thomas Alva Edison, orang yang bertanggung jawab atas penggunaan sapaan halo (projectorscreen.com)

Setelah panggilan pertama itu, Bel lantas mengusulkan kata ‘ahoy, ahoy’ untuk digunakan sebagai sapaan untuk merespon panggilan telepon. Tapi seperti kita tahu, justru kata ‘halo’ lah yang akhirnya lebih populer digunakan oleh orang-orang saat merespon panggilan telepon.

Kalau kamu sendiri bagaimana, lebih suka halo atau ahoy?

Bagaimana Menurutmu?

Written by Dozan Alfian

Dozan Alfian

Tidak peduli pada jumlah followers di media sosial, hanya tertarik pada uang dan kekuasaan~

Ternyata Inilah Alasannya, Kenapa Hanya Adzan Maghrib dan Subuh yang Ditayangkan di Tv

Mahasiswa Sekarang Lebih Mudah Depresi Daripada Mahasiswa Dulu, Apa Sebabnya?