Keren! Aplikasi Anti Hoax Buatan Anak Bangsa, Diapresiasi Dunia.

Anak muda keren itu memerangi hoax, bukan malah menyebar hoax!

305
SHARES

Merebaknya berita hoax di media sosial memang sangat meresahkan, berita hoax yang diterima mentah-mentah oleh masyarakat bisa membuat kekacauan di masyarakat itu sendiri. Bahkan, banyak pihak yang mengatakan kerusuhan yang terjadi di negara-negara timur tengah bermula dari isu-isu hoax yang belum tentu kebenarannya, dan diterima begitu saja oleh masyarakat.

Berita hoax di masyarakat memang sudah capai fase memprihatinkan (Arah.com)

Atas keresahan itulah yang memotivasi tiga mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB), mencipatkan sebuah aplikasi khusus mendeteksi berita hoax. Aplikasi yang kemudian bernama Hoax Analyzer ini merupakan aplikasi berbasis web yang bisa mendeteksi hoax pada sumber informasi.

Apa itu aplikasi Hoax Analyzer?

Hoax Analyzer mampu menganalisis berita atau gambar asli atau bohong (brilio.net)

Hoax Analyzer pada dasarnya bekerja melalui analisis kata atau gambar yang kita masukan, kemudian aplikasi tersebut akan mengecek keaslian kata atau gambar yang kita masukan tadi melalui pengembangan dari teknologi pengontrol pada tool Microsoft. Untuk mengetahui berita yang kita dapatkan asli atau tidak, aplikasi buatan mahasiswa ITB ini digadang-gadang lebih efektif dan efisien. Kita juga bisa memberikan feedback, koreksi, atau masukan terhadap keaslian informasi tersebut.

Aktor dibalik aplikasi keren ini

Aplikasi Hoax Analyzer merupakan karya dari Tim pelajar Indonesia yang diberi nama CIMOL. Tim Cimol beranggotakan tiga mahasiswa ITB, yaitu Adinda Budi Kusuma Putra, Feryandi Nurdiantoro, dan Tifani Warnito, ketiganya merupakan mahasiswa S1 jurusan Teknik Informatika.

Trio Cimol (dinda Budi Kusuma Putra, Feryandi Nurdiantoro, dan Tifani Warnito), Sang Penggagas Hoax Analyzer (intisari.grid.id)

Pemberian nama Cimol pada tim mereka, tidak terlepas dari kesukaan ketiganya dengan makanan camilan tradisional cimol. Selain karena memiliki kesukaan yang sama terhadap camilan tradisional cimol, ketiganya juga merasakan keresahan yang sama yaitu, dengan begitu gencarnya berita hoax yang berkembang di masyarakat. Akhirnya, melalui bimbingan dari sang dosen, Ayu Purwanti, mereka sepakat membuat aplikasi untuk memerangi berita bohong atau hoax.

Terbaik ditingkat nasional, juara diajang internasional

Perjuangan Tim Cimol untuk memerangi berita hoax melalui aplikasi Hoax Analyzer tidaklah sia-sia. Awal diperlombakan di Indonesia, Tim Cimol atas karyanya berhasil terpilih menjadi yang terbaik menyingkirkan 521 mahasiswa lainnya dari seluruh pelosok nusantara. Atas keberhasilannya itu, Tim Cimol pun berhak mewakili Indonesia di ajang yang lebih tinggi, yaitu kompetisi di kawasan Asia Tenggara.

Tim Cimol Saat Berada di Manila, Mereka Tampil Sebagai Juara Pertama di Kawasan Asia Tenggara (brilio.com)

Tim Cimol berangkat sebagai wakil Indonesia diajang Imagine Cup se-Asia Tenggara. Kompetisi yang digelar di Manila, Filipina ini berlangsung dari tanggal 23-26 April 2017 yang lalu. Di kompetisi yang diadakan oleh Microsoft ini, tim Cimol kembali menunjukkan tajinya dengan tampil sebagai juara pertama, dan menyingkirkan tim-tim dari negara lainnya di kawasan Asia Tenggara. Inilah daftar pemenangnya.

Team CIMOL Indonesia Juara Utama
Team HeartSound Singapore Runner-Up Pertama
Team Opticode The Philippines Runner-Up Kedua
Team Parasitica Bangladesh Finalis Dunia & Tim Paling Populer
Team Echo Innovators Nepal Finalis Dunia
Team Titans Sri Lanka Finalis Dunia
Team Welse Thailand Finalis Dunia

Atas keberhasilannya itu, Tim Cimol dan ketujuh tim lainnya berhak mendapatkan sponsor dari Microsoft untuk unjuk gigi di tingkat dunia pada Juli 2017 nanti, yang diadakan di markas microsoft di Seattle, Amerika Serikat.

Butuh dukungan dari pemerintah dan masyarakat

Untuk menerapkan aplikasi ini dikalangan masyarakat, Tim Cimol memang butuh peran aktif dari pemerintah. Melalui kementrian Teknologi dan Informasi, mungkin pemerintah mampu memberikan dukungan, baik berupa moril maupun materil untuk memasyarakatkan apilkasi ini agar lebih banyak digunakan oleh masyarakat.

Perlunya dukungan pemerintah dan masyarakat guna memerangi berita hoax (tirto.id)

Penyadaran terhadap masyarakat guna melakukan cek dan ricek atas informasi yang didapatkan merupakan tugas yang tidak mudah. Disinilah seharusnya peran pemerintah untuk mengkampanyekan kepada masyarakat, agar tidak menelan mentah-mentah informasi yang didapatkan dan harus melakukan pengecekkan terlebih dahulu melalui aplikasi yang telah diciptakan oleh Tim Cimot.

 

305
SHARES
Bagaimana Menurutmu?

Penikmat Dunia, Perindu Surga,