Anak IPA vs Anak IPS: Mana yang Lebih Berpeluang Sukses?

IPA lebih bergengsi? Eits.. tunggu dulu.

1.4k
SHARES

Pada kenyataannya, pemerintah Indonesia tidak menciptakan jurusan IPA di Sekolah Menengah Atas untuk menganaktirikan mereka yang sudah terlanjur (atau memang berniat) menekuni jurusan IPS. Jadi, mengapa harus ada pertanyaan bodoh seperti “benarkah anak IPA lebih pintar dari anak IPS?”


Sejak awal, kita sudah dibodohi dengan pertanyaan “benarkan anak IPA lebih pinta dari anak IPS?” – students.id

Sayangnya, stigma kedigdayaan anak IPA sudah terlanjur melegenda di tanah air kita tercinta, Indonesia. Akibatnya, mereka yang sudah lulus dari hegemoni putih abu-abu dengan label ‘anak IPA’ merasa menang karena yakin telah memilih opsi yang dianggap paling dibenarkan.

Sedangkan adik-adik kita yang sedang bahagia karena berhasil lepas dari jeratan seragam SMP yang kedodoran, langsung galau karena harus dihadapkan pada dua pilihan yang dipenuhi konspirasi meragukan: IPA atau IPS?

Karena itu, adalah langkah yang sangat bijak untuk meluruskan kebengkokan ini agar semua orang tidak merasa terbebani. Terbebani oleh kebanggaan, pun terbebani oleh olok-olok berlebihan. Percayalah, sampai kapan pun, IPA dan IPS itu tetap sama SMA-nya, tidak ada yang perlu dilebih-lebihkan.

Mitos yang sengaja dilarutkan menjadi fakta

Sebab lain mengapa bendera IPA lebih berkibar ketimbang IPS adalah banyaknya anggapan-anggapan yang bukan fakta, yang kemudian diracik sedemikian rupa hingga seoala-olah merupakan fakta otentik. Ada berapa? Kan sudah dibilang barusan.. banyak.

Menurut tujuan diciptakannya, jurusan IPA dan IPS itu sama. Kita sendiri yang kemudian justru membeda-bedakannya. – polka.id

Yang paling mencolok tentu saja anggapan bahwa masuk jurusan IPA itu lebih bergengsi ketimbang duduk di bangku kelas IPS. Saking ‘bergengsinya’, bahkan banyak orang tua yang kemudian memaksa anaknya untuk masuk ke sana. Padahal anaknya benar-benar kebelet masuk IPS.

Yang benar adalah, ‘bergengsinya’ jurusan IPA itu timbul karena banyak dari lulusannya yang kemudian sukses dengan pekerjaan mereka. Mengapa bisa banyak? Karena banyak orang yang antusias membicarakannya. Para orang tua, guru, dan mungkin juga pacarnya.

Kalau mau membuat survei kecil-kecilan, sebenarnya kamu juga bisa mendapatkan hasil yang sama menterengnya tentang kesuksesan alumni anak-anak IPS. Lho.. mengapa tidak banyak yang tahu? Karena sebagian besar dari kita sudah terdoktrin untuk malas membicarakannya.

Itu hanya satu contoh kecil saja. Contoh kecil yang begitu ampuh mencuci otak dan mengaburkan kesadaran berpikir masyarakat Indonesia. Aku, kamu, dan mereka.

Kesuksesan itu bukan karena jurusan

Sekali lagi, sampai kapan pun, anak IPA dan anak IPS itu sama-sama SMA-nya. Seragam mereka sama, hanya berbeda ukuran dan kerapiannya. Umur mereka relatif sama, karena SMA memang diperuntukkan bagi remaja yang sedang tumbuh dan berkembang.

Jurusan IPA tidak bisa menjamin kesuksesan, begitu pun dengan IPS. idntimes.com

Namun terlepas dari semuanya, mereka –anak IPA dan IPS itu– mempunyai perbedaan tentang kemauan meraih sukses di masa depan. Banyak anak IPA yang ingin sukses dengan cita-cita yang diperjuangkannya, begitu pun dengan anak IPS kebanyakan.

Dan di sisi lain, ada segelintir anak IPA yang masa bodoh dengan nasibnya di masa depan. Di jurusan IPS juga sama saja, pasti ada beberapa siswa yang berpikiran serupa. Kelas IPA tidak selalu penuh dengan siswa pintar, kelas IPS pun tidak melulu riuh oleh siswa-siswa nakal.

Kemauan dan kemampuan untuk sukses

Jadi apa intinya? Bahwa kesuksesan seseorang itu tidak bisa dijamin dari apa jurusannya. Baik IPA atau pun IPS, keduanya sama-sama menawarkan kesempatan sukses yang sama.

Karena kesuksesan, tergantung dari seberapa besar kamu punya kemauan dan kemampuan untuk sukses di masa depan. kukau.blogspot.com

Pada akhirnya, ini semua adalah tentang kemauan dan kemampuan pribadi pelakunya. Mau punya kemauan sebesar apapun untuk sukses, kalau tidak dibekali dengan kemampuan yang cukup, percuma.

Begitu pun sebaliknya, kemampuan besar yang dimiliki seseorang, tidak akan ada gunanya kalau tidak dibarengi kemauan untuk menggunakan dan mengembangkannya. IPA dan IPS itu hanyalah jurusan, dan jurusan itu tidak lebih dari jalan untuk mendekati tujuan.

Sedangkan sukses, kamu pasti paham tidak hanya bisa diraih dengan satu jalan saja, kan?

1.4k
SHARES
Bagaimana Menurutmu?

Penulis artikel dan sastra. Penemu dari sebuah konsep sederhana: "Kita tidak pernah tahu seberapa jauh bisa berubah. Namun untuk sesuatu yang jauh lebih baik, kita tidak akan pernah menyesal."