Bagi Wanita Selalu Ada Alasan Kenapa Tega Mendua dari Pasangannya

Meski begitu, mendua tetap tidak dibenarkan!

Menjaga dan mempertahankan sebuah hubungan agar selalu harmonis bukan pekerjaan mudah. Tidak hanya butuh perjuangan dan pengorbanan, hubungan harmonis juga membutuhkan kepercayaan, kesetiaan dan juga sikap saling pengertian. Jika salah satunya tidak ada, maka hubungan bisa goyah, bahkan hancur seketika.

Alasan wanita tega mendua (usaherald.com)

Jika hubungan sudah goyah, bukan hal mustahil jika akhirnya muncul pengkhianatan di dalamnya. Muncul keinginan dan sikap untuk mendua dari pasangan, baik dari pihak pria maupun wanita. Utamanya dari wanita, ada beberapa alasan kenapa tega menduakan pasangan.

Tidak ada rasa cinta

Sudah menjadi aturan bahwa manusia tidak bisa memaksakan perasaan kepada orang lain, begitu juga dengan wanita. Jika wanita tidak memiliki cinta untuk pasangannya, maka dia akan sulit untuk setia. Selalu ada keinginan untuk mendua dan menyudahi hubungan. Apalagi wanita dikenal karena sangat perasa dan bisa memutuskan sesuatu hanya dari kata hati dan perasaan saja.

Tidak ada rasa cinta (netdoctor.cdnds.net)

Kurang mendapat perhatian

Tak bisa dipungkiri bahwa wanita selalu membutuhkan perhatian dari pasangan. Dan sudah menjadi tugas pria memberikan perhatian terbaik kepada wanitanya. Jika tidak, wanita akan mudah mendua dan mencari perhatian dari orang lain atau pria lain. Apalagi jika si wanita juga merasakan kesepian serta tidak berarti apa-apa di mata pasangannya.

Kurang mendapat perhatian (thenypost.files.wordpress.com)

Pria terlalu posesif

Meski sudah memiliki pasangan, wanita tetap membutuhkan ruang untuk dirinya sendiri. Untuk melakukan hobi yang disukai, serta menjadi diri sendiri. Pria yang terlalu posesif akan membuat wanita merasa terkekang dan tidak bebas mengekspresikan diri. Apalagi jika wanita terlalu diatur serta privasinya direnggut. Mungkin awalnya tidak apa-apa, namun jika terus-menerus wanita bisa stres hingga selingkuh.

Pria terlalu posesif (bornrealist.com)

Tidak memiliki komitmen

Untuk membangun hubungan yang sehat, dibutuhkan komitmen dari kedua pihak. Namun jika dalam hubungan tidak ada komitmen dan kejelasan (utamanya dari pihak pria), wanita akan mencari pria lain yang bisa memastikan kebahagiaan dan mengakui status mereka berdua. Inilah mengapa pria perlu menunjukkan keseriusan jika memang benar-benar mencintai wanita.

Tidak memiliki komitmen (nevadadivorce.org)

Masalah ekonomi

Bisa dibilang, perihal ekonomi adalah masalah sensitif dalam sebuah hubungan asmara. Meski tidak selalu menjadi sebab perpisahan, namun ekonomi bisa jadi pemicu pertengkaran hingga perselingkuhan. Sudah ada banyak kasus ketika wanita tega meninggalkan kekasih atau suami hanya karena ekonomi yang tidak mencukupi.

Masalah ekonomi (rd.com)

Komunikasi

Komunikasi yang kurang atau tidak lancar juga bisa menjadi sebab wanita berani mendua. Jika komunikasi antara keduanya tidak bagus, wanita akan mencari partner lain yang dirasa nyaman diajak berbincang dan bicara.

Komunikasi (netdoctor.cdnds.net)

Rasa bosan

Sikap mendua juga bisa dikarenakan rasa bosan. Ada banyak alasan kenapa wanita merasa bosan dalam hubungan asmara. Misalnya saja hubungan yang terlalu monoton, tidak ada kejutan-kejutan kecil, tidak ada hal-hal baru yang bisa menyegarkan, hingga tidak adanya kemajuan untuk mencapai tujuan bersama.

Rasa bosan (cdn.extra.ie)

Pasangan yang kasar

Wanita mencintai keramahan, kesabaran, dan kelembutan dari pasangan. Jika pria seringkali menunjukkan sikap kasar pada wanita, maka jangan heran jika akhirnya dia mendua. Kasar disini bisa diartikan sikap dan juga tingkah laku seperti mudah marah dan tidak pernah menghargai setiap usaha wanita.

Pasangan yang kasar (thetrentonline.com)

Meski begitu, mendua bukan hal yang bisa dibenarkan. Selain bisa menghancurkan hubungan, mendua juga sangat menyakitkan bagi pasangan atau orang lain yang terlibat. Lebih baik selesaikan masalah secara baik-baik, jangan jadikan mendua sebagai pembenaran atas sikap yang tidak bertanggungjawab.

Written by Erinda

"You can if you think you can"

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *