Ternyata Ini Alasan Mengapa Perempuan Selalu Lebih Lelah Ketimbang Pria

Jadi tolong, jangan meremehkan perempuan terus-terusan

472
SHARES

Hati-hati, perempuan itu secara signifikan lebih terpengaruh oleh gangguan tidur ketimbang pria. Perempuan juga memiliki kemungkinan yang lebih tinggi untuk mengalami gejala depresi parah dan keletihan akibat kurang tidur ketimbang lawan jenisnya. Pertanyaannya, mengapa?

Ketimbang pria, perempuan jauh lebih rentan mengalami kelelahan | prevention.com

Kebiasaan perempuan sebagai pemicu kelelahan

Untuk menjawabnya, mari kita tengok kebiasaan kebanyakan perempuan. Seperti kita ketahui, banyak kaum hawa yang harus bekerja, berteman, mengurus anak, menjaga hubungan dengan pasangan, hingga baper oleh hal-hal yang sering datang tanpa perkiraan.

Kebiasaan perempuan yang kebanyakan harus dikerjakan secara multitasking adalah pemicu mengapa mereka selalu kelelahan | oprah.com

Ditambah, kebanyakan pria mendengkur ketika tidur, sebuah kebiasaan buruk yang memaksa pasangannya untuk tidur di kamar terpisah. Ini, membuat perempuan harus lebih berjuang melewati hari-harinya yang sangat menantang. Maka menjadi hal yang wajar kalau pada akhirnya mereka cenderung lebih pelupa dan sulit berkonsentrasi.

Lebih parahnya lagi, depresi dan lelah yang dirasakan bersamaan bisa benar-benar berdampak buruk bagi perempuan, seperti kehilangan motivasi melakukan sesuatu yang sebenarnya baik untuk diri mereka sendiri.

Datang bulan dan kehamilan

Selain dengan berkaca pada kebiasaan rata-rata perempuan di atas, masih ada penyebab lain yang lebih spesifik dan akurat, yang bisa menjelaskan mengapa kebanyakan perempuan cenderung merasa lebih lelah ketimbang pria.

Yang pertama adalah hormon estrogen dan progestin yang berfungsi untuk membantu seseorang mengatur jam tidurnya. Ketika seorang perempuan datang bulan, kedua hormon ini akan berfluktuasi dan membuatnya lebih rentan mengalami gangguan tidur.

Datang bulan sangat mempengaruhi seorang perempuan mengalami gangguan tidur dan kelelahan | mirror.co.uk

Kehamilan menjadi penyebab kedua atas terganggunya kualitas tidur perempuan. Mual di pagi hari bisa memicu letih dan menyebabkan insomnia. Belum lagi, perempuan hamil biasanya dihadapkan pada pilihan posisi tidur yang sangat terbatas. Anemia dan restless leg syndrome (RLS) juga bisa membuat perempuan hamil terjaga di malam hari.

Maka, untuk memperbaiki kualitas tidur yang berdampak langsung pada rasa lelah itu, perempuan sebaiknya membuat jadwal tidur dan mematuhinya secara konsisten. Jangan bermain smartphone di tempat tidur, dan hindari makan besar sesaat sebelum beranjak ke kasur.

472
SHARES
Bagaimana Menurutmu?

Penulis artikel dan sastra. Penemu dari sebuah konsep sederhana: "Kita tidak pernah tahu seberapa jauh bisa berubah. Namun untuk sesuatu yang jauh lebih baik, kita tidak akan pernah menyesal."