Tak Banyak yang Tahu, Ternyata Ini Alasan Dibalik Botakmya Kepala Upin & Ipin

Benarkah karena kebanyakan anak-anak Malaysia kepalanya botak?

Untuk segmentasi anak-anak, serial animasi Upin & Ipin bisa dibilang fenomenal. Di Indonesia, film ini bahkan menjadi ikon di kalangan anak-anak, selalu menjadi bahan candaan di antara mereka. Hanya saja, sampai saat ini belum banyak yang tahu mengapa Upin & Ipin ditakdirkan botak.

Ternyata ada alasan dibalik botaknya kepala Upin & Ipin. | nunungdwisidqi.blogspot.co.id

Punya karakter kuat dan menjadi tokoh sentral di Kampung Durian Runtuh, sosok Upin & Ipin memang sangat mudah dikenali. Upin hanya mempunyai sehelai rambut di kepala, sedangkan adiknya, Ipin, benar-benar botak tak terbantahkan. Dan ternyata, hal ini bukanlah kebetulan.

Rambut itu merepotkan

Menurut Les’ Copaque Production, yang merupakan rumah produksi pembuat Upin & Ipin, botaknya karakter Upin & Ipin adalah murni karena alasan teknis. Membuat rambut merupakan proses animasi yang melelahkan, apalagi, ketika harus menggarap karakter kembar seperti Upin & Ipin.

Karena itulah, Upin & Ipin dibuat botak. Untungnya, unsur keterpaksaan ini tidak menjadi kekurangan, namun justru menjadi semacam tanda lahir yang menguntungkan. Mengapa? Karena dengan botaknya mereka, anak-anak yang baru pertama melihat pun bisa langsung mengenali.

Karya luar negeri yang dicintai

Bersama teman-temannya seperti Ehsan, Mei Mei, Mail, Jarjit, Fizi, dan Susanti, juga kakak satu-satunya Ros dan neneknya Opah, Upin & Ipin telah menjadi sahabat anak-anak Indonesia. Itu, sekali lagi, karena jalan ceritanya yang natural dan mewakili kehidupan anak-anak pada umumnya.

Upin & Ipin banyak disukai karena jalan ceritanya mewakili kehidupan anak-anak pada umumnya. | meinitadl08.blogspot.co.id

Jauh berbeda dengan film-film produksi lokal yang di usia yang sama, tokoh-tokoh di dalamnya sudah fasih tentang apa itu cinta, bagaimana berantem dengan sesama temannya, dan pintar membohongi guru-guru serta orang tua.

Haruskah kita prihatin? Seharusnya iya.

Written by Amanes Marsoum

Penulis artikel dan sastra. Penemu dari sebuah konsep sederhana: "Kita tidak pernah tahu seberapa jauh bisa berubah. Namun untuk sesuatu yang jauh lebih baik, kita tidak akan pernah menyesal."

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *