4 Alasan Paling Sering Digunakan Ketika Bolong Puasa

Ingin tahu alasan kebanyakan orang sengaja bolong puasa? Cari jawabannya di sini.

Puasa di Bulan Ramadan adalah sebuah kewajiban yang harus dilaksanakan oleh umat Islam yang mampu. Memang bukanlah hal yang mudah, karena yang ditahan bukan hanya memasukkan makanan dan minuman ke dalam perut, tapi juga menahan diri dari menuruti hawa nafsu, termasuk juga amarah dan penyakit hati lainnya. Jika kamu tidak bisa menahan desakan nafsu, bisa jadi puasa yang kamu lakukan tidak akan mendapatkan pahala dan berakhir sia-sia. Padahal, di Bulan Ramadan Allah berjanji akan memberikan pahala berkali lipat untuk hambanya yang melaksanakan ibadah dengan benar dan ikhlas.

Namun meski sudah dijanjikan dengan keberkahan yang luar bisa, masih ada sebagian yang menyepelekan puasa dan menyerah begitu saja dalam melawan hawa nafsu yang sebenarnya hanya membawa pada keburukan saja jika sampai melalaikan ibadah kepada Tuhan. Bahkan ada juga yang sengaja tidak puasa dengan alasan-alasan yang sebenarnya sepele. Apa saja sih alasan tersebut? Berikut ini ulasan selengkapnya.

1. Sakit

Sakit sering kali dijadikan alasan untuk bolong atau sengaja membatalkan puasa. Memang benar jika Islam tidak memberatkan orang yang sedang sakit untuk tetap berpuasa. Jika memang keadaannya tidak memungkinkan dan dikhawatirkan sakitnya akan bertambah parah jika tetap puasa, maka diperbolehkan untuk makan kemudian menggantinya setelah Ramadan berlalu.

Sakit [via shutterstock.com]
Sakit [via shutterstock.com]
Namun hal tersebut juga jangan disalahgunakan. Jika sakitmu ringan, misalnya saja seperti terkena panu dan semacamnya dan secara fisik sebenarnya kuat, maka kamu tetap harus berpuasa.

2. Takut Nggak Kuat Saat Kerja

Puasa adalah rukun Islam jadi sudah jelas bahwa umat Islam seharusnya memprioritaskan puasa daripada menurut urusan dunia. Puasa di Bulan Ramadan adalah sebuah kewajiban bagi bagi setiap mukallaf (baligh), jadi pekerjaan tidak boleh dijadikan alasan untuk bolong puasa. Jika memang terlalu payah saat bekerja dan didera dengan rasa haus, maka harus bersabar. Diperbolehkan untuk mengguyur kepala atau badan dengan air agar tubuh terasa dingin.

Nggak kuat saat kerja [via easyhealthoptions.com]
Nggak kuat saat kerja [via easyhealthoptions.com]
Baru jika rasa haus atau lapar dikhawatirkan akan mengancam jiwa, diperbolehkan untuk berbuka dan mengganti puasa di lain waktu. Meninggalkan puasa demi pekerjaan sudah jelas adalah hal yang dilarang, maka jika tidak memungkinkan untuk mengambil cuti atau mengurangi beban pekerjaan, usahakan untuk mencari pekerjaan lain. Jangan takut soal Rezeki karena Allah Maha Kaya.

3. Biar Kelihatan Sangar

Miris, saat umat Islam beramai-ramai melaksanakan puasa di Bulan Ramadan, masih ada saja pemandangan yang menyedihkan yaitu makin banyaknya generasi yang seolah tak peduli dengan kewajiban terhadap Tuhan. Bahkan dengan bangga menunjukkan jika dia tidak berpuasa, sedang fisiknya cukup kuat untuk melaksanakan ibadah tersebut.

Bira kelihatan sangar [via voa-islam.com]
Bira kelihatan sangar [via voa-islam.com]
Misalnya saja merokok atau minum di pinggir jalan tanpa ada malu sedikitpun. Alasannya sih kadang hanya karena ingin terlihat sangar dan sok bergaya seperti preman.

4. Nggak Sahur

Sahur dilakukan agar tubuh cukup mendapatkan asupan energi agar puasa lancar  dan tidak terlalu payah. Sahur juga dilaksanakan mendekati waktu dimulainya puasa tepatnya sebelum Subuh. tak jarang orang melewatkan waktu sahur karena terlalu lelap tidurnya. Keadaan tersebut kadang dimanfaatkan sebagai alasan untuk bolong puasa. Padahal karena tidak sahur, bukan berarti kamu nggak kuat melaksanakan puasa.

Nggak sahur [via makintau.com]
Nggak sahur [via makintau.com]
Lagian belum dicoba, kena sudah mengambil kesimpulan. Cobalah untuk tetap melaksanakan puasa dengan sungguh-sungguh meski tidak makan sahur. Jika memang di tengah pelaksanaan puasa ternyata kamu tidak kuat, maka diperbolehkan untuk membatalkan puasa dengan segera berbuka.

Itulah beberapa alasan yang sering dijadikan alasan untuk meninggalkan puasa, kamu pernah juga menggunakan alasan di atas?

Written by Titasya Anugraheni

Titasya Anugraheni

She's busy with her life goals: living life to the fullest. a sky lover, sunrise hunter.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *