Masih Banyak yang Belum Tahu Mengapa Batman dan Superman Harus Bertarung. Ternyata Ini Alasannya

Kedua superhero itu bertarung bukan karena alasan yang dibuat-buat lho

Sejak diputar perdana pada hari Rabu, 23 Maret 2016 kemarin, Batman V Superman: Dawn of Justice mendapat respon positif dari para penggemar film Hollywood. Seperti kita ketahui, awal cerita BvS menceritakan pertarungan Batman melawan Superman. Namun tahukah kamu mengapa kedua superhero yang sama-sama membela kebenaran itu harus bertarung?

Kalau kamu termasuk penonton awam dan bukan penggemar fanatik Batman dan Superman, mungkin akan mengira bahwa pertarungan keduanya adalah cerita yang dibuat-buat. Namun sebenarnya Zack Snyder (sutradara BvS) mempunyai dasar hingga dia berani mengangkat cerita seperti itu.

(Via Twitter @nontonYK).
Salah satu bentuk antusiasme masyarakat pada film Batman V Superman: Dawn of Justice ditunjukkan oleh komunitas Cah Nonton Yogyakarta (Via Twitter @nontonYK).

Superman mendapat perintah untuk membunuh Batman

Ide cerita BvS diambil dari komik The Dark Knight Returns (1986) yang ditulis dan digambar oleh Frank Miller. Komik yang diterbitkan oleh DC Comics tersebut sebelumnya memang sudah diangkat ke layar lebar dengan judul yang sama dalam dua bagian pada tahun 2012 dan 2013.

Film The Dark Knight Returns (TDKR) menceritakan kemunculan Batman kembali setelah puluhan tahun berhenti memberantas kejahatan di kota Gotham. Namun, setelah berhasil mengalahkan ketua geng Mutants serta Two-Face dan Joker, pemerintah Amerika Serikat justru menganggap Batman sebagai pengganggu. Dan cerita berdasarkan komik yang disembunyikan adalah, presiden Amerika Serikat akhirnya mengutus Superman untuk mengalahkan Batman.

(Via slashfilm.com).
Komik The Dark Knight Returns yang menyembunyikan cerita Superman mendapat perintah untuk membunuh Batman (TDKR)(Via slashfilm.com).

Cerita yang “belum diketahui” tersebut menginspirasi Zack Snyder untuk menggarap konsep cerita Batman V Superman: Dawn of Justice. Bukan tanpa alasan juga dia memilih Ben Affleck yang sudah berusia 43 tahun untuk memerankan tokoh Bruce Wayne (Batman). Zack Snyder memilih Affleck untuk menggambarkan sosok Batman yang sudah mulai menua.

Zack Snyder bahkan mengutip sebuah dialog dari komik TKDR saat mengumumkan produksi Batman V Superman: Dawn of Justice pada ajang San Diego Comic-Con 2013.

“Aku ingin kau selalu mengingatnya, Clark. Di tahun-tahunmu yang akan datang. Di tiap momenmu yang paling pribadi. Aku ingin kau mengingat saat tanganku mencekik lehermu. Aku ingin kau selalu mengingat, bahwa ada seorang pria yang berhasil mengalahkanmu.”

Batman mengucapkan dialog tersebut setelah berhasil mengalahkan Clark Kent (Superman).

Affleck dan Cavill harus melebihi pemeran Batman dan Superman sebelumnya

Meskipun tidak 100% mengikuti jalan cerita komik TKDR, namun BvS dianggap sebagai cara terbaik untuk menghormati komik tersebut. Selain cerita dan visual, Zack Snyder juga menerapkan konsep kostum sesuai komik. Dia membedakan kostum harian Batman dan yang dipakai untuk melawan Superman.

Batman dan Superman memiliki otot yang sangat besar di komik TKDR. Untuk itu, Affleck harus mengembangkan tubuhnya sampai layak memerankan si Ksatria Kegelapan. Cavill juga harus membuat tubuhnya sangat berotot, melebihi penampilan Superman yang diperankan Christopher Reeve dalam Superman (1978) dan Brandon Routh di Superman Returns (2006).

(Via justiared.com).
Affleck dan Cavill harus membesarkan tubuhnya unutuk menyesuaikan dengan tokoh Batman dan Superman versi komik The Dark Knight Returns (Via justiared.com).

Nah, sekarang jelas kan mengapa Batman dan Superman harus saling berhadapan di film Batman V Superman: Dawn of Justice? Share ke teman-temanmu, siapa tahu ada yang belum tahu, bahkan kalau mereka adalah penggemar berat dua superhero kebanggaan DC Comics tersebut.

Leave your vote

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Bagaimana Menurutmu?

Written by Amanes Marsoum

Penulis artikel dan sastra. Penemu dari sebuah konsep sederhana: "Kita tidak pernah tahu seberapa jauh bisa berubah. Namun untuk sesuatu yang jauh lebih baik, kita tidak akan pernah menyesal."

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *