Kamu yang Sering Dibilang Cowok Buaya Seharusnya Bangga, Inilah 5 Alasannya

Karena kamu seharusnya bangga menjadi cowok buaya!

Cowok buaya! Itulah umpatan yang sering dikeluarkan cewek jika merasa kesal terhadap cowok yang telah menghianatinya. Bahkan buaya menjadi salah satu judul lagu dari grup vokal Ratu, dengan judul “lelaki Buaya Darat”.

Baca juga : Cinta dan Memberi Adalah dua Kata Sejati dalam Kamus Nurani

buaya darat identik dengan laki-laki yang suka mainin hati peremupuan (hipwee.com)

Lelaki buaya di Indonesia memang identik dengan lelaki mata keranjang, suka gonta ganti pasangan, perayu ulung, dan suka kawin. Namun sebenarnya lelaki jenis tersebut kurang tepat disematkan dengan buaya, karena karakteristik buaya sendiri tidak seperti itu. Nah, buat kamu yang pernah dilabeli sebagai lelaki buaya oleh teman atau mantan kamu, kamu seharusnya perlu berbangga diri, sebab buaya merupakan lambang kesitimewaan yang tidak dimiliki oleh hewan manapun.

1. Buaya merupakan hewan yang setia terhadap pasangan

Ada yang aneh memang untuk pelabelan lelaki buaya dengan makna sesungguhnya. Jika lelaki buaya bermakna lelaki yang suka gonta ganti pasangan, mata keranjang, dan suka merayu barisan kaum hawa, sebenarnya itu tidak tepat. Sebab buaya merupakan hewan yang paling setia dibandingkan dengan hewan yang lainnya.

Roti buaya pada pernikahan betawi sebagai simbol kesetiaan (i2.wp.com)

Buaya hanya memiliki satu pasangan dalam seumur hidupnya, atau dikenal dengan sebutan monogami. Kesetiaan buaya yang kawin hanya dengan satu pasangan ini, yang kemudian menjadikan buaya sebagai simbol kesetiaan, kita bisa melihat pada pesta pernikahan di Betawi, orang-orang Betawi biasanya akan membawa roti buaya dalam pernikahan sebagai simbol kesetiaan kedua mempelai dalam menjalani rumah tangga.

Jadi mulai sekarang kalau kamu dikatakan sebagai lelaki buaya seharusnya kamu bangga, sebab kamu memiliki karakter setia terhadap pasangan seperti buaya.

2. Simbol kejantanan dan keperkasaan

Jika buaya selalu disandingkan dengan lelaki, mungkin itu sah-sah saja. Namun jika lelaki buaya bermakna lelaki playboy ini yang perlu diluruskan. Bahkan di kebanyakan negara Eropa dan Amerika, tidak ada istilah lelaki buaya atau buaya dijadikan identitas lelaki suka mainin perempuan. Mereka lebih sepakat dengan simbol kelinci untuk lelaki jenis ini.

Buaya bagi sebagian masyarakat dijadikan sebagai simbol kejantanan (allaboutmens.files.wordpress.com)

Buaya justru disandingkan dengan simbol kejantanan dan keperkasaan, hal ini tidak terlepas dengan karakteristik buaya itu sendiri yang memang memiliki sifat maskulin, seperti halnya dengan kuda dan kuda laut. Selain itu, buaya juga dijadikan sebagai simbol keperkasaan. Kamu dijuluki lelaki buaya? Berarti kamu memang lelaki yang gentle.

3. Buaya merupakan simbol barang langka dan mahal

Bagi mereka yang menyukai dengan barang-barang berkelas, tentu tidak asing dengan beberapa perusahaan yang menggunakan logo buaya sebagai identitas perusahaannya. Katakanlah perusahaan pakaian berkelas Lacoste, perusahaan fashion asal paris ini menggunakan logo buaya untuk pemasarannya.

Laconte produk fashion asal prancis yang menggunakan logo buaya sebagai simbol kemewahan (taskwbranded.com)

Selain Lacoste, perusahaan fashion asal Hong Kong, Crocodile, juga menggunakan logo yang hampir sama dengan Lacoste, Bahkan kedua perusahaan ini sempat bersengketa mengenai kemiripan logo kedua perusahaan tersebut.

Tas berbahan kulit buaya dikenal sebagai produk aksesoris untuk kalangan atas (pikiran-rakyat.com)

Lalu apa istimewanya sih logo buaya sampai mereka bersengketa? Logo buaya merupakan simbol barang langka yang harganya selangit. Ini mungkin dikarenakan memang buaya salah satu hewan langka yang hidup sejak jutaan tahun lalu. Selain itu buaya juga termasuk hewan yang sangat mahal. Tentu kamu pernah dengar tas atau sepatu yang berasal dari kulit buaya harganya bisa mencapai ratusan juta.

Inilah yang menjadikan buaya sebagai ikon barang langka dan berharga. Jadi cowok buaya ialah cowok langka yang berharga di mata kaum hawa. Setuju?

4. Di beberapa suku tradisional, buaya dijadikan sebagai simbol kegagahan dan keberanian

Buaya memang memiliki keunikan tersendiri, di lain tempat dilabeli makna negatif namun ditempat yang lain justru menjadi lambang yang diagungkan. Salah satu suku yang mempercayai kegagahan buaya ialah suku Mamula di Kabupaten Belu. Masyarakat setempat menjadikan Buaya dengan lambang kehgagahan dan keberanian.

Buaya dikenal sebagai hewan yang pemberani dan kuat

Selain di suku Mamula, di beberapa suku lain di tanah air juga meyakini buaya sebagai simbol energi positif, seperti suku Betawi yang dijelaskan diatas. Nah, buaya dilambangkan dengan kegagahan dan keberanian tentu tidak terlepas dengan karakter buaya itu sendiri. Buaya merupakan jenis hewan yang pemberani, bahkan beberapa kali memangsa hewan yang lebih besar dari ukuran fisiknya, seperti kuda, sampi, dan kerbau.

Keberanian buaya juga bisa kita lihat di ikon Kota Surabaya, dimana kita bisa melihat perkelahian antara buaya dan ikan sura yang digambarkan sebagai ikan bertubuh besar.

5. Buaya selalu dikaitkan dengan karakter yang kuat melindungi, gigih berjuang dan mudah beradaptasi.

Selain memiliki karakter positif yang telah disebutkan diatas, buaya juga selalu dikaitkan dengan karakter yang pandai melindungi, gigih berjuang, dan mudah beradaptasi. Kelebihan buaya yang satu ini bisa dikatakan sangat maskulin dan kebapak-bapakkan. Buaya memang paling sensitif dalam persoalan perlindungan dirinya dan keluarganya. Jadi jangan berani-berani ganggu buaya kalau tidak mau dimangsanya.

Buaya juga dikenal sebagai hewan yang paling bisa melakukan pertahanan diri dari serangan musuh dan beradaptasi dengan habitat baru (blogpusatpasar.files.wordpress.com)

Soal adaptasi dan kegigihan berjuang, buaya nomor satunya. Bayangin saja, seandainya buaya merupakan makhluk yang lemah, mungkin salah satu hewan purba ini sudah punah dari dulu. Buaya sangat pandai dalam berjuang dan beradaptasi dengan lingkungannya, inilah yang menjadikan buaya bisa bertahan sampai sekarang.

Bagaimana, masih marah saat dijuluki sebagai lelaki buaya darat? Kalau tahu arti sebenarnya seharusnya bangga dong 😀

Bagaimana Menurutmu?

Written by Amin Aulawi (Aw)

Amin Aulawi (Aw)

Penikmat Dunia, Perindu Surga,

Karena 7 Alasan Ini, Anak IPA Patut Dipuji dan Diapresiasi

Jangan Iri Sama yang Putih-Putih, Karena Kamu yang Kulitnya Sawo Matang Justru Punya 4 Nilai Lebih