Hati-hati, Jangan Mudah Tergiur. Ini Akibat Jika Kamu Lakukan Pinjaman Online

Daripada menyesal, mendingan jangan pernah coba-coba lakukan pinjaman online. Ini dampaknya!

Semakin berkembangnya, teknologi kini berbagai bisnis mulai berpindah ke dunia digital. Tidak hanya jual beli yang kini marak dengan sistem online, bisnis pinjaman uang juga kini banyak ditawarkan di internet.

Bahaya pinjaman online (detik.com)

Namun sayangnya, kemudahan yang ditawarkan oleh pinjaman online ini nyatanya ibarat jebakan batman. Dibalik prosesnya yang cukup mudah dan relatif cepat, ternyata ada berbagai dampak yang bisa merugikan nasabah.

Nah, berikut ini dampak merugikan yang bisa menimpamu jika melakukan pinjaman online.

Peminjam dipermalukan dengan privasi peminjaman yang disebar

Menurut pakar keamanan internet, Alfons Tanuwijaya, sebagaimana dilansir dari CNNIndonesia.com, ada banyak dampak merugikan apabila masyarakat melakukan pinjaman online.

Salah satu yang marak terjadi ialah penyalahgunaan data pribadi konsumen, oleh pihak penyedia jasa pinjaman online. Menurut Alfons banyak masyarakat yang menjadi “korban” pinjaman online akibat memberikan data diri berlebihan.

Hati-hati terhadap pinjaman online (mediakonsumen.com)

Yang tidak kalah mengkhawatirkan, aplikasi pinjaman biasanya akses kontak yang ada pada perangkat handphone konsumen. Lebih lanjut, menurut Alfons akses tersebut tidak hanya digunakan untuk menagih cicilan, namun jika terjadi cicilan macet aplikasi pinjaman tersebut akan memperlakukan peminjam macet ke kontak-kontaknya.

Hal ini diketahui setelah banyaknya aduan yang mengatakan jika aplikasi pinjaman telah menghubungi kontak-kontak yang ada di Hp peminjam untuk menagih. Tentu kamu tidak mau kan jika rekan-rekanmu tahu kalau kamu punya pinjaman macet, apalagi sampai kabar itu dipublikasi ke kontak-kontak kenalanmu.

Syarat mudah dan proses cepat, namun suku bunga cukup besar

Dampak lainnya yang akan merugikanmu ialah suku bunga yang begitu besar yang dipatok oleh aplikasi pinjaman online. Banyak kasus yang terjadi di masyarakat, dimana peminjaman yang hanya bekisar satu juta rupiah, dalam beberapa bulan peminjam harus membayar sampai puluhan juta.

Tingginya suku bunga biasanya tidak diperhitungkan oleh konsumen. Awalnya mereka tertarik karena syarat peminjaman yang mudah dan prosesnya yang cepat.

Kabar buruknya, sampai saat ini Otoritas Jasa Keuangan belum mengeluarkan kebijakan tentang ambang batas maksimal aplikasi pinjaman memberikan bunga. Besaran bunga sepenuhnya diberikan kepada perusahaan peminjaman.

Ini yang membuat banyak aplikasi pinjaman menerapkan sistem bunga yang besar-besaran.

Pinjaman online masuk dalam kategori riba

Tidak dipungkiri, sistem pinjaman online merupakan metamorfisis dari rentenir yang beralih ke dunia digital. Sebagai umat beragama, tentu kita meyakini jika jenis pinjaman seperti ini merupakan bentuk riba yang tidak ditolerir dosanya.

Data diri bisa disalahgunakan

Kejahatan digital selalu mengalami perubahan dengan berbagai jenis. Maka dari itu, sebisa mungkin kamu perlu menjaga data diri dan privasi dalam dunia internet. Sayangnya, aplikasi peminjaman biasanya mensyaratkan nasabahnya untuk mengirim KTP dan atau data diri lainnya sebagai syarat peminjaman.

Padahal, data diri yang bersifat pribadi ini sangat mungkin disalahgunakan untuk kejahatan digital.

 

Written by Aulawi (Aw)

Aulawi (Aw)

Salah Seorang yang Meyakini Lucinta Luna Itu Perempuan Tulen

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *