Mengenal Aina Gamzatova, Wanita Muslim yang Bakal Jadi Penantang Putin di Pilpres Rusia 2018

Meski berasal dari kalangan minoritas, Aina tetap optimis mampu mendulang suara dari masyarakat Rusia

Vladimir Putin mungkin adalah salah satu sosok yang dianggap angker oleh banyak orang di dunia. Sebagai presiden dari Rusia, nama Putin memang cukup disegani. Namun itu tak berarti membuat Putin bebas dari lawan. Selain dari luar negeri, Putin juga harus bersiap untuk menghadapi lawan-lawan dari dalam negerinya sendiri tahun ini.

Rencananya, Rusia akan menggelar pemilihan presiden pada bulan Maret 2018 mendatang. Jika ingin memenangi lagi pemilihan presiden kali ini, Putin harus bisa mengalahkan lawan-lawan politiknya, termasuk Aina Gamzatova yang baru saja mengumumkan maju pemilihan presiden pada tanggal 1 Januari lalu.

Seorang muslimah

Nama Aina Gamzatova langsung menjadi sorotan publik Rusia, setidaknya dalam dua pekan terakhir. Pasalnya, calon lawan Putin ini adalah seorang muslimah yang tentunya merupakan minoritas di sana. Meski begitu, wanita asal Makhachkala, Dagestan itu maju sebagai calon presiden non-partai alias independen dan didukung oleh sebuah kelompok inisiatif lokal di Dagestan.

Aina maju pencalonan presiden dari jalur independen (kumparan.com)

Walau maju secara independen, wanita berusia 46 tahun ini tidak begitu saja maju mencalonkan diri sebagai presiden. Sebelumnya, ia dikenal sebagai seorang jurnalis sekaligus pemimpin dari sebuah kelompok media Islam terbesar di Rusia, yakni islam.ru. Selain itu, ia juga bersuamikan Akhmad Abdulaev, seorang kepala mufti dan juga penasihat otoritas Dagestan yang diyakini bisa mendatangkan suara untuk istrinya di komunitas muslim Dagestan.

Pro dan kontra

Aina memang belum membeberkan visi dan misinya secara detail jika terpilih sebagai presiden Rusia. Namun yang pasti, ia ingin mempersatukan Rusia dan melawan kelompok separatis yang ingin mendirikan negara terpisah di Kaukasus Utara. Untuk itu, Aina tidak ingin orang melihat pencalonannya sebagai konteks kompetitor muslim yang ingin menentang Putin. Aina meyakinkan bahwa apa yang diinginkannya adalah murni untuk mendukung negara untuk tetap utuh.

Aina ingin mempersatukan Rusia dan melawan kelompok separatis (okezone.com)

Aina pun mendapat pro-kontra tersendiri seputar pencalonannya itu. Cukup banyak yang menganggap bahwa Aina tak kan sepadan untuk menjadi lawan bagi sang petahana, Vladimir Putin. Salah seorang penulis asal Dagestan bernama Zakir Magomedov bahkan beranggapan bahwa Aina tak bakal menang meskipun bisa meraup seluruh suara umat muslim Rusia yang jumlahnya hanya 20 juta orang dari total 140 juta penduduk Rusia.

Pencalonan Aina dinilai akan menjadi citra positif bagi umat muslim di Rusia (brilio.net)

Pendapat lain datang dari Gaydarbek Gaydarbekov, mantan juara olimpiade boxing dan wakil menteri olahraga Rusia di Dagestan yang berpendapat bahwa pencalonan Aina akan meningkatkan citra perempuan Islam Rusia. Ia meyakini bahwa orang nantinya akan mulai mengetahui bahwa wanita berhijab tidak hanya sekadar bisa menjadi ibu atau wanita, melainkan juga sosok yang terpelajar, bijak dan terhormat.

Jalan panjang menjegal Putin

Memang masih jauh untuk melihat sepak terjang Aina dalam kancah politik Rusia. Pasalnya, saat ini ia harus mengumpulkan dahulu 300 ribu tanda tangan warga dari seluruh penjuru Rusia sebagai syarat untuk mencalonkan diri dari jalur independen.

Mampukah Aina melawan dominasi Putin yang kuat di Rusia? (youtube)

Meski perjuangannya masih jauh, Aina layak dipuji karena menjadi muslimah pertama yang maju sebagai calon presiden dalam pemilu Rusia dan langsung menantang petahana yang punya suara kuat di negeri itu. Aina merasa yakin bahwa langkahnya nanti akan mendapat banyak dukungan dari komunitas muslim di Rusia.

Kita nantikan saja perkembangan selanjutnya!

Leave your vote

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Bagaimana Menurutmu?

Written by Dozan Alfian

Dozan Alfian

Tidak peduli pada jumlah followers di media sosial, hanya tertarik pada uang dan kekuasaan~

One Ping

  1. Pingback:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *