Ahok, Spesies Cicak Baru yang Tak Merayap di Rutan Mako Brimob

Kini, Ahok bukan satu-satunya makhuk Tuhan yang bisa dipanggil ‘Ahok’

Hingga saat ini, Ahok memang masih mendekam di Rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, karena kasus penistaan agama. Namun di Belitung sana, ada Ahok lain yang bisa dengan bebas berkeliaran ke sana-sini tanpa terhalang jeruji besi. Lho.. bagaimana ceritanya bisa begitu?

Kini, Ahok bukan satu-satunya makhuk Tuhan yang bisa dipanggil ‘Ahok’. | republika.co.id

Cnemaspis purnamai merupakan sebuah nama ilmiah yang dipilih untuk spesies cicak baru di Belitung. Cicak ini ditemukan oleh dua peneliti dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), yaitu Amir Hamidy dan Irvan Sidik, beserta rekannya yaitu Danny Gunalen dan Fify.

Dari keluarga cicak batu

C. purnamai diputuskan sebagai sebuah spesies baru berdasarkan beberapa ciri morfologi. Dilihat dari fisiknya, cicak ini berukuran sama dengan cicak pada umumnya. Namun uniknya, c. purnamai memiliki kulit kecoklatan dan aksen bercak kuning kehijauan.

Dan karena termasuk cicak batu, c. purnamai aktif pada siang hari di habitat hutan primer dataran rendah. Peneliti mengumpulkan spesies ini dari atas batu besar pada malam hari saat mereka beristirahat. Dari tiga sampel yang diambil, semua berada pada posisi 1-1,5 meter dari dasar hutan.

Cnemaspis purnamai, spesies cicak yang baru ditemukan di Belitung. | © Dhaval Momaya /Wikimedia Commons

Cicak batu umumnya tersebar di beberapa wilayah Afrika hingga Asia. Sebaran geografis marga cicak batu meliputi Afrika, India, hingga Asia Tenggara.

Di Asia Tenggara, genus ini tersebar dari selatan hingga utara Laos, ke selatan meliputi Vietnam, Kamboja, Thailand, Semenanjung Malaysia, ke area timur meliputi Kalimantan, kepulauan Seribuat, Anambas, Natuna, Bangka Belitung, Sumatra hingga pulau-pulau kecil di selatan-barat Sumatra.

Dengan temuan spesies baru ini, maka marga cnemaspis bertambah menjadi 132 spesies dan 18 diantaranya, atau sekitar 13,6 persen, ada di Indonesia.

Mengapa Ahok?

Keputusan Amir dan Irvan memberi nama c. purnamai dengan nama Ahok adalah karena mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau biasa dipanggil Ahok merupakan satu tokoh terkenal di Belitung.

Keduanya beralasan, pemberian nama tersebut didedikasikan atas jasa Ahok dalam memimpin Belitung Timur dan berlanjut sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Nama ‘Ahok’ dijadikan nama untuk Cn. purnamai sebagai penghargaan atas dedikasi Basuki Tjahja Purnama dalam memimpin Belitung Timur dan DKI Jakarta. | kompas.com

“Nama ini tersebut didedikasikan sebagai penghargaan kepada salah satu tokoh nasional kelahiran Belitung Timur, yaitu Basuki Tjahja Purnama atau Pak Ahok yang pernah memimpin Belitung Timur dan memimpin DKI dengan tegas dan kejujuran serta merakyat.”

Hm.. lucu juga ya. Karena paling tidak, ketika ada orang yang begitu koar membicarakan Ahok, kita bisa nyeletuk bahkan nyinyir, “kamu tu lagi ngomongin orang atau cicak?”

Written by Amanes Marsoum

Penulis artikel dan sastra. Penemu dari sebuah konsep sederhana: "Kita tidak pernah tahu seberapa jauh bisa berubah. Namun untuk sesuatu yang jauh lebih baik, kita tidak akan pernah menyesal."

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *