Mirisnya Hukum di Indonesia, Stand Up Comedian Acho Dipolisikan Karena Curhat Soal Apartemen

Netizen pun ramai mendukung Acho lewat tagar #AchoGakSalah dan #StopPidanakanKonsumen

Jika selama ini kita kerap mendengar ungkapan “Pembeli Adalah Raja”, maka kini mungkin kita bisa menambahkannya menjadi: “Pembeli Adalah Raja, dan Produsen Adalah Dewa”. Hal ini bisa jadi merupakan gambaran tepat untuk kasus yang tengah menimpa stand up comedian Muhadkly MT atau yang kondang disapa Acho. Pasalnya, Acho yang merupakan penghuni apartemen Green Pramuka City dipolisikan oleh pengelola apartemen tersebut karena ‘curhat’ tentang kekecewaannya pada Green Pramuka City yang tidak memberikan fasilitas bagi penghuni seperti yang sudah dijanjikan dulu, melalui blog dan akun Twitternya.

Mirisnya negeri ini, konsumen yang menyuarakan keluhan justru menjadi tersangka – twitter.com

Menurut pengelola Green Pramuka, apa yang dilakukan Acho adalah pencemaran nama baik dan berimbas pada turunnya minat konsumen pada apartemen tersebut. Padahal, keluhan yang ditulis Acho memiliki dasar dan bukti yang kuat. Ia pun menuliskannya agar orang yang tertarik untuk membeli apartemen di Green Pramuka City tidak mengalami hal serupa seperti yang dialaminya dan penghuni lainnya.

Lah, kalau sudah begini, mau nggak mau kita jadi ingat lirik lagunya Exist: Manis di bibir, memutar kata, malah kau tuduh akulah segala penyebabnya~

 Kronologi

Melalui curhatannya itu, Acho mengungkapkan bahwa Green Pramuka City tidak menepati janji-janji manis yang ditawarkan pada calon konsumen dulu. Misalkan saja, pada website Green Pramuka tertulis bahwa nantinya apartemen ini akan berkonsep green living, dimana 80 persennya adalah halaman terbuka. Pada kenyataannya, apartemen Green Pramuka City justru membangun 17 tower di atas lahan tersebut.

Salah satu foto demo warga Green Pramuka yang ditampilkan di blog Acho – muhadkly.com

Acho juga mengeluhkan tingginya pungutan Iuran Pengelolaan Lingkungan (IPL) yang diminta Green Pramuka City untuk fasilitas yang menurut Acho tidak ada perbaikan sama sekali. Bahkan, ia juga mencontohkan keluhan para penghuni awal apartemen tersebut yang tak kunjung mendapatkan sertifikat apartemen meski sudah melunasinya.

Sebagai informasi, Acho menuliskan curhatannya itu pada tahun 2015. Ia pun heran karena dipanggil polisi sebagai saksi terlapor sekitar tiga bulan yang lalu, lantas ditetapkan sebagai tersangka pada bulan Juni. Secara kronologis, begini perjalanan kasus yang sempat mangkrak itu:

8 Maret 2015
Acho menulis di blog muhadkly.com soal janji apartemen Green Pramuka.

5 November 2015
Danang Surya Winata (kuasa hukum dari PT Duta Paramindo Sejahtera) melaporkan Acho ke polisi dengan dugaan melakukan pencemaran nama baik sesuai Pasal 27 ayat 3 UU ITE dan Pasal 310-311 KUHP.

26 April 2017
Acho menerima panggilan dari Cyber Crime Polda Metro untuk diperiksa sebagai saksi kasus pencemaran nama baik Pasal 27 ayat (3) jo Pasal 45 ayat 3 UU ITE dan atau Pasal 310 & 311 KUHP, yang dilaporkan oleh Danang Surya Winata selaku kuasa hukum dari PT Duta Paramindo Sejahtera.

9 Juni 2017
Acho menerima surat panggilan polisi untuk diperiksa sebagai tersangka.

22 Juni 2017
Acho mengirim surat ke pihak pelapor agar kiranya mau bertemu untuk melakukan mediasi sesuai arahan penyidik.

2 Juli 2017
Karena surat tidak direspons, lalu Acho berusaha menelepon Danang dan mengajak bermediasi, namun ditolak.

17 Juli 2017
Acho kembali datang ke Polda untuk pengambilan sidik jari dan foto tersangka.

7 Agustus 2017
Berkas dinyatakan lengkap oleh Kejaksaan, Acho akan dilimpahkan dari Polda Metro Jaya ke Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat.

Pengelola yang tidak mau dikritik

Setelah melihat kronologi dan duduk permasalahan kasus ini, banyak netizen yang menganggap pengelola Green Pramuka City anti-kritik. Menurut mereka, apa yang disampaikan Acho seharusnya menjadi cambuk untuk berbenah, bukannya malah menjadi sarana untuk mempolisikan Acho dengan pasal karet pencemaran nama baik menggunakan Pasal 27 ayat 3 UU ITE dan fitnah Pasal 310-311 KUHP. Kalau begini caranya, maka konsumen produk apapun bisa ketakutan untuk memberikan masukan ataupun kritik bagi produsen karena khawatir dianggap mencemarkan nama baik.

Salah satu dukungan untuk Acho dengan contoh analogi pada apa yang menimpa Acho – chirpstory

Meski demikian, banyaknya dukungan dari masyarakat atas kasus Acho ini dinilai bakal memukul balik pihak pengelola karena suara Acho bisa dilindungi dengan UU perlindungan konsumen. Belum lagi, viralnya kasus ini akan membuat orang-orang kian enggan untuk membeli unit apartemen di Green Pramuka City. Seharusnya, permasalahan seperti ini memang ditangani dengan musyawarah antar kedua belah pihak. Sayangnya, pengelola apartemen justru menolak mediasi dan memilih untuk tetap memperkarakan Acho.

Begini saran Prof. Muladi jika kamu dituduh mencemarkan nama baik – sudutpandang.com

Menurut ahli hukum pidana, Profesor Muladi, ada tiga pembelaan bagi pihak yang dituduh mencemarkan nama baik jika menyampaikan suatu informasi ke publik:

1. Penyampaian informasi tersebut ditujukan untuk kepentingan umum

2. Untuk membela diri

3. Untuk mengungkapkan kebenaran.

Salah satu keluhan Acho di blognya. Dari pricelist itu, pemilik apartemen wajib membayar nominal tertentu jika melakukan renovasi. Bahkan, untuk memasang cermin saja penghuni harus bayar Rp 50 ribu! – muhadkly.com

Apa yang diungkapkan Acho melalui blog dan Twitter-nya boleh dibilang sudah memenuhi ketiga pembelaan tersebut, yakni Acho menyampaikan informasi secara faktual dengan bukti-bukti memadai (poin nomor 3) untuk memberi gambaran bagi calon konsumen agar lebih berhati-hati saat tertarik untuk memilih Green Pramuka City sebagai huniannya (poin nomor 1). Tulisan Acho juga sebagai keluhannya untuk menuntut hak-hak yang sudah dijanjikan oleh pihak pengelola apartemen agar tidak lagi dipungut iuran tinggi dan dikenai bermacam peraturan-peraturan yang merugikan konsumen (poin nomor 2).

Semoga saja kasus ini segera selesai dan bisa jadi pembelajaran bagi kita semua. Apa tanggapanmu soal kasus Acho ini?

Bagaimana Menurutmu?

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Written by Dozan Alfian

Dozan Alfian

Tidak peduli pada jumlah followers di media sosial, hanya tertarik pada uang dan kekuasaan~

‘Misteri J*mbut Kuntilanak’, Bukti Perfilman Indonesia Benar-Benar Mesum dan Norak

Kekurangan Pemain Pria, Industri Film Porno Jepang Terancam Gulung Tikar