Dari Tradisi Potong Jari Sampai Mengganti Pakaian Mayat, Inilah 7 Tradisi Nusantara yang Bikin Merinding Dingin

Anak muda harus bangga dengan tradisi Indonesia!

2
SHARES

Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia, dengan jumlah suku dan budaya yang sangat banyak. Dari banyaknya suku yang ada di Indonesia, menjadikan negara kita menyimpan beraneka ragam jenis tradisi di masyarakatnya.

Indonesia kaya akan suku, budaya dan tradisi (suaradewata.com)

Banyaknya tradisi yang ada di masyarakat Indonesia, terdapat beberapa tradisi nusantara yang bisa dibilang cukup ekstrim. Bahkan beberapa diantaranya bisa bikin bulu kuduk merinding dingin. Mau tau apa saja tradisi di Indonesia yang paling ekstrim?

1. Upacara potong gigi di Bali

Masyarakat Bali memiliki tradisi unik yang sangat menantang adrenalin.  Tradisi yang disebut juga dengan nama metatah, mepandes, atau mesangih ini dilakukan kepada mereka yang menginjak usia remaja. Biasanya pada perempuan dilakukan pada awal menstruasi dan pada laki-laki dilakukan saat terjadi perbuahan pita suara terjadi.

Upacara potong gigi di Bali dilakukan kepada anak yang menginjak usia remaja (sewamobilgue.blogspot.co.id)

Tujuan dari dilakukannya upacara potong gigi ini ialah untuk melindungi manusia dari Sad Ripu. Sad ripu sendiri merupakan enam sifat buruk yang ada diri manusia yang bisa memperbudak manusia itu sendiri. Enam sifat tersebut ialah kama atau sifat penuh nafsu indriya, lobha yaitu sifat loba dan serakah, krodha yaitu kejam dan pemarah, mada sifat mabuk dan kegila-gilaan terhadap sesuatu, moha sifat bingung dan angkuh. Serta matsarya yaitu sifat dengki dan iri hati.

2. Tradisi adu betis masyarakat Bone

Masyarakat Bone Sulawesi Selatan mempunyai tradisi yang unik untuk mensyukuri hasil panen. Salah satu masyarakat yang melakukan tradisi adu betis untuk mensyukuri masa panen ialah masyarakat di Dusun Paroto, Desa Sanaeko, Barebbo, Bone Sulawesi Selatan.

Tradisi adu betis di Bone sebagai rasa syukur masa panen (shopback.com)

Pada tradisi ini biasanya laki-laki dewasa berkumpul di lapangan untuk beradu betis. Syarat untuk mengikuti tradisi adu betis ini ialah harus laki-laki dewasa dan memiliki tenaga yang kuat. Sebab resiko yang di dapatkan dari tradisi ini ialah bisa cidera sampai patah tulang.

3. Upacara mengganti pakaian mayat di Toraja

Toraja dikenal sebagai daerah yang memiliki kekayaan budaya dan tradisinya. Salah satu tradisi keturunan nenek moyang masyarakat Toraja yang sampai saat ini masih dilestarikan ialah upacara pergantian pakaian mayat orang yang sudah meninggal. Atau dalam masyarakat setempat dikenal dengan nama Ma’nene.

Upacara Ma’nene atau mengganti pakaian mayat leluhur di Toraja (leezheek.blogspot.co.id)

Ma’nene merupakan rangkaian upacara yang dilakukan kepada mayat leluhurnya. Acara ini dimulai dari pengangkatan mayat leluhur yang sudah berusia ratusan tahun, kemudia mayat itu dibersihkan dengan menggunakan kuas atau kain lembut basah. Setelah mayat dibersihkan kemudian digantikan pakaiannya. Jenazah leluhur masyarakat Toraja bisa awet karena dilakukan pengawetan.

4. Tatung di Singkawang

Tatung merupakan tradisi masyarakat Singkawang yang diadakan sebelum datangnya acara Cap Go Meh. Tradisi tatung tidak hanya menarik masyarakat Singkawang untuk menyaksikannya, melainkan juga menarik perhatian turis asing, bahkan tradisi ini menjadi salah satu event wisata tahunan unggulan Singkawang.

Tradisi tatung di singkawang sebelum Cap Go Meh (sportourism.id)

Tatung sendiri merupakan tradisi pawai yang mempraktekan adegan-adegan berbahaya, seperti menusuk-nusuk tubuh peserta dengan menggunakan benda-benda tajam. Konon para pemain Tatung sudah dimasuki roh para dewa sehingga mereka tidak merasakan kesakitan.

5. Pasola, Sumba-Nusa Tenggara Timur

Sama seperti adu betis di masyarakat Bone, di masyarakat Sumba juga terdapat tradisi untuk mensyukuri masa panen dengan kegiatan yang ekstrim, yaitu dengan melakukan permainan pasola. Pasola berasal dari kata sola yang artinya lembing atau tombak, dengan ditambah “pa” maka maknanya berubah menjadi permainan melempar lembing kearah lawan diatas kuda.

Pasola merupakan tradisi lempar tombak ke arah lawan dengan berkuda (superbinculture.blogspot.co.id)

Meskipun namanya permainan, namun pasola ibarat perang tombak antar kelompok berkuda. Kedua belah pihak saling melayangkan tombak kerah lawan masing-masing. Dalam tradisi ini juga dipenuhi dengan ceceran darah dan luka. Sebab konon semakin banyak darah yang bercucuran maka rasa bersyukur atas masa panen semakin meriah.

6. Debus di Banten

Untuk tradisi yang satu ini mungkin kebanyakan dari kita sudah tidak asing yah. Debus sering dipertunjukkan di acara-acara adat atau kebudayaan di Banten. Sebenarnya tradisi debus hampir sama dengan tradisi tatung di tanah Singkawang. Namun waktu dan tempatnya mungkin yang membuatnya berbeda.

Ilmu bela diri banten biasa dipertunjukan di bela diri debus (bantenwisata.com)

Debus merupakan kesenian tradisional ilmu bela diri yang biasanya dibarengi dengan atraksi ilmu kebal. Mereka para pendekar debus tidak segan-segan melakukan atraksi berbahaya seperti menggorok leher dengan pedang tajam, jalan diatas bara, bahkan makan benda-benda tajam seperti paku dan beling.

7. Tradisi potong jari di Papua

Tradisi potong jari terdapat di Papua, bagi masyarakat Papua tradisi ini dilakukan sebagai bentuk belasungkawa apabila terdapat sanak keluarganya yang meninggal dunia. Suku yang melakukan tradisi ini ialah suku Dani di Papua.

Sebagai tanda belasungkawa, suku dani memotong beberapa jarinya (vevnews.blogspot.co.id)

Bagi suku Dani, jari tangan sangatlah mempunyai arti penting dalam kehidupan. Jari tangan dijadikan lambang kerukunan, keterikatan, dan persatuan. Maka apabila sanak keluarga mereka ada yang meninggal dunia, mereka yang ditinggalkan akan memotong jarinya. Namun tradisi ini sudah banyak ditinggalkan oleh suku Dani saat ini.

Itulah 7 tradisi nusantara yang ekstrim, kamu berani mencobanya? Tradisi-tradisi tersebutlah merupakan harta berharga warisan nenek moyang. Kita patut bangga menjadi bagian dari Indonesia yang kaya akan nilai budaya, tradisi dan norma.

2
SHARES
Bagaimana Menurutmu?

Penikmat Dunia, Perindu Surga,