7 Petuah Bijak dari Benua Afrika Tentang Persahabatan

Meski sering dianggap sebagai benua yang tertinggal, namun Afrika punya banyak petuah bijak yang layak direnungkan

Benua hitam, Afrika, mungkin sering dianggap sebagai benua paling terbelakang diantara benua-benua lainnya. Hal ini disebabkan banyaknya pandangan bahwa di Afrika masyarakatnya masih tidak jauh dari kesukuan dan hal-hal primitif lainnya. Pandangan tersebut tentu saja tidak sepenuhnya benar, karena negara-negara di sana pun sudah mulai menggeliat dan bangkit menuju era modern.

Kalaupun masih banyak suku-suku pedalaman yang eksis hingga saat ini, tentunya tak menghalangi kita untuk mendapatkan hal-hal positif dari mereka. Salah satunya adalah perihal petuah-petuah bijak. Berikut ini akan kami kutipkan tujuh petuak bijak tentang persahabatan yang berasal dari negara-negara di Afrika.

1. Hidup tanpa seseorang teman adalah bentuk kemiskinan

Kamu boleh saja miskin harta, namun selama memiliki teman, maka kau tak sepenuhnya miskin (squarespace.com)

Menurut petuah orang-orang bijak di Tanzania, Afrika Timur, teman adalah harta yang tak kalah berharganya dengan keluarga maupun material lainnya. Bagi mereka, hidup tanpa memiliki teman adalah bentuk nyata dari kemiskinan yang lebih parah dari miskin harta.

2. Teman dari teman-temanmu adalah teman kalian

Teman dari temanmu adalah temanmu juga (presenceofheart.com)

Orang bijak di Kongo memberikan petuah menarik tentang persahabatan. Bagi mereka, teman dari teman-temanmu adalah temanmu juga. Makna ini sungguh dalam, karena mengajarkan kita untuk tak segan-segan terus menambah teman dimanapun berada, bahkan hingga menganggap teman dari temanmu sebagai temanmu sendiri pula.

3. Bersama teman, segelas air pun akan terasa manis

Bersama teman, suka duka ditanggung bersama (squarespace.com)

Memang betul kata petuah asal Afrika ini. Cobalah kenang kembali saat-saat indah yang kamu lalui bersama teman-teman di masa lalu. Dala keadaan susah maupun senang, teman-teman sejati bisa membuatmu tetap merasa bahagia di segala kondisi. Oleh karenanya, jagalah selalu hubungan baik dengan teman-temanmu agar hidup tetap terasa indah dilalui.

4. Tunjukkan padaku siapa temanmu, maka aku bisa membaca kepribadianmu

Teman juga menjadi cerminan siapa diri kita sesungguhnya (africasexuality.org)

Petuah yang satu ini penuh dengan nilai filosofis. Kalian tentu pernah mendengar ungkapan yang berbunyi: berkawan dengan pedagang minyak wangi akan ikut terkena wanginya, sedangkan berkawan dengan pandai besi akan ikut terkena bau tak sedap dari asapnya. Jadi tidak berlebihan jika kita bisa menilai kepribadian seeorang melalui siapa saja orang yang berkawan dengannya, karena sudah sewajarnya jika orang baik bergaul dengan orang baik dan orang jahat juga berteman dengan yang jahat pula.

5. Teman adalah seseorang yang dengannya kamu berbagi arah hidup

Dalam beberapa kondisi, teman justru menjadi orang yang paling berperan dalam menentukan arah hidupmu (flickr.com)

Sudah kodrat manusia untuk lahir sebagai makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendirian. Oleh karenanya, selain keluarga, kita juga membutuhkan kehadiran teman. Tak jarang, teman adalah orang yang akan menjadi penentu arah kesuksesanmu kelak. Bersama teman pula seseorang biasanya akan mulai memetakan arah dan tujuan hidupnya kelak.

6. Teman yang buruk akan menghalangimu mendapatkan teman yang baik

Cari dan pilihlah teman dengan kepribadian yang baik agar kamu juga menjadi orang baik (africaunionfoundation.org)

Ajaran untuk selektif dalam memilih teman juga dikenal di Gabon. Menurut mereka, berteman dengan orang yang buruk akan menjauhkanmu dari mendapat teman yang baik. Sebagai makhluk sosial, perilaku manusia mudah dipengaruhi oleh keadaan di sekitarnya. Oleh karena itu, jika ingin berteman dengan orang yang berkepribadian baik, hindarilah mereka yang punya kepribadian buruk.

7. Pertahankan teman sejati dengan kedua tanganmu

Jagalah selalu hubungan bak dengan teman-temanmu (nyt.com)

Petuah ini mengajarkan kita untuk terus menjaga hubungan baik dengan teman, bahkan kalau perlu, menjaganya dengan segenap jiwa raga kita. Lakukan yang terbaik yang kamu bisa untuk menolong teman-temanmu, niscaya di saat kamu membutuhkan pertolongan, maka mereka pula lah yang akan ganti berebut ingin menolongmu.

Written by Dozan Alfian

Dozan Alfian

Tidak peduli pada jumlah followers di media sosial, hanya tertarik pada uang dan kekuasaan~

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *