7 Modifikasi Motor Ini Berbahaya dan Membuatmu Terlihat Norak

Padahal, pabrikan membuat sebuah motor dengan bermacam pertimbangan keselamatan loh

Bagi beberapa penghobi kendaraan bermotor, tampilan standar sebuah kendaraan, khususnya motor, seringkali kurang memuaskan seleranya. Alhasil, melakukan modifikasi adalah sebuah pilihan yang umum dilakukan. Sayangnya, masih banyak orang yang tidak paham bahwa pabrikan motor telah merancang agar motor produksinya benar-benar aman bagi pengendaranya dan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah mengenai lalu-lintas dan tetek-bengeknya.

Memang tak ada salahnya melakukan modifikasi agar motor jadi terlihat lebih menarik dan punya ciri khas khusus yang mewakili karakter si empunya. Tapi apa jadinya kalau modifikasi yang dilakukan justru berpotensi membahayakan pengendara dan pengguna jalan? Bagaiman juga bila modifikasi yang menurutmu sudah keren abisss itu ternyata justru dinilai norak oleh orang lain?

Makanya, jangan sampai deh kamu melakukan tujuh modifikasi motor seperti ini:

1. Pasang knalpot berisik

Jujur, saya kurang paham apa motivasi seseorang mengganti knalpot motornya yang sudah anteng menjadi knalpot bersuara berisik. Oke, mungkin modifikatornya ingin agar motornya terkesan sangar seperti motor-motor balap di sirkuit. Tapi pernah nggak berpikir bahwa suara berisik knalpot itu bisa membuat kesal satu kampung?

Lihat, si pemilik motor saja tidak tahan dengan suara knalpotnya, apalagi orang lain? – youtube

Polisi saja muak dengan knalpot model ini, makanya mereka doyan merazia motor berknalpot berisik. Kalau boleh jujur, saya senang sekali melihat video-video yang memperlihatkan para pemilik motor berknalpot berisik disuruh mendekatkan telinganya ke knalpot motor, lantas gas di geber kencang berulang kali. Mamam noh suara knalpot kebanggaanmu~

2. Lepas spion, atau memasang spion terlalu kecil

Terkadang mengherankan juga mendengar pendapat orang bahwa sepeda motor dengan dua spion standar adalah hal yang cupu atau memalukan. Padahal kan fungsi spion tersebut amat penting. Kita jadi bisa melihat kendaraan yang berada di belakang sehingga lebih waspada saat akan beralih jalur atau berputar arah.

Karena ditunggangi kucing, motor ini tak perlu dilengkapi spion. Namanya juga kucing, nyawanya 9~ – mglnblog.wordpress.com

Dengan fungsi yang sepenting itu, lucunya banyak orang yang memilih untuk melepas atau menggantinya dengan spion yang lebih kecil (tapi menurutnya keren). Mereka bahkan rela untuk menoleh saja ke belakang jika ingin melihat kondisi lalu lintas di belakangnya. Lah, terus bagaimana kalau kamu tidak awas dengan kondisi jalanan di depan saat sedang menoleh ke belakang? Bisa-bisa malah terjadi tabrakan.

3. Pakai ban kecil

Mengganti ban standar dengan yang berukuran lebih kecil adalah salah satu modifikasi yang paling jamak ditemui di Indonesia. Menurut para pelaku modifikasi aliran ban cingkrang seperti ini, tarikan gas jadi lebih enteng dan responsif. Entah benar atau tidak, yang jelas ban seperti ini amat berbahaya untuk digunakan sehari-hari, apalagi di musim hujan.

Motor sebesar ini dipasangkan ban berukuran kecil, kira-kira bagaimana pendapatmu tentang ketahanannya? – modifikasimotor.info

Karena permukaannya kecil, ban seperti ini punya traksi yang minim dengan aspal. Akibatnya, kamu bisa lebih mudah tergelincir, apalagi saat melaju dengan kecepatan tinggi dan bermanuver. Ban ini juga tidak mampu meredam benturan dan getaran sebaik ban standar. Bukannya makin keren, kamu bakal makin kere karena velg juga jadi lebih cepat rusak gara-gara ban kecilmu tidak melindungi velg dengan baik.

4. Ceper maksimal

Memodifikasi motor hingga menjadi ceper sempat jadi tren yang booming di medio 2000-an. Meski kini tak banyak lagi yang menerapkannya, nyatanya modifikasi ceper masih punya peminat. Makin ceper dan mendekati aspal, makin keren motor tersebut menurut penyuka modifikasi ceper.

Lihat deh, di bawa ke pantai saja motornya ‘tenggelam’ ke dalam pasir. Gimana mau dinaikin? – mblandrang.blogspot.com

Padahal, motor yang ceper jelas membuat pengendaranya tidak nyaman. Mengendarainya pun juga lebih merepotkan, karena polisi tidur, jalan berlubang, dan bebatuan adalah musuh utama motor ceper. Pokoknya nggak nyaman banget deh!

5. Airbrush hingga berbeda dari warna di STNK

Airbrush adalah jawaban bagi mereka yang ingin mengaplikasikan seni pada motornya. Yup, melalui airbrush, motor bisa ‘dilukis’ sekehendak hati. Masalahnya, banyak modifikator yang ingin terlihat nge-jreng dengan meng-airbrush motornya secara berlebihan dan menghilangkan warna asli motor seperti yang tercantum dalam STNK.

Bukannya keren, airbrush motor berlebihan seperti ini justru terlihat norak dan kumuh. Lagipula, warna asli motor jadi sulit dikenali – modifikasimotorqu.com

Kalau sudah begini, kamu bisa kerepotan sendiri saat polisi melakukan razia dan mendapati warna motormu sudah tak sesuai lagi dengan yang tercantum di STNK. Oleh karenanya, hindari meng-airbrush motor dengan berlebihan dan melenceng dari warna aslinya. Kamu juga nggak perlu meng-airbrush motormu hingga ke bagian selain body motor (contoh: jok, velg dan bagian dof motor) agar tidak terlihat norak dan alay.

6. Melepas spakbor belakang

Orang yang melepas spakbor belakang motornya dengan alasan tuntutan gaya pasti belum pernah merasakan kesalnya terciprat genangan lumpur oleh kendaraan di depannya. Pasalnya, spakbor punya fungsi untuk meredam cipratan air dan hal-hal sejenisnya sehingga tidak mengenai pengguna jalan lain yang berada di belakangmu.

Tanpa spakbor belakang, aneka cipratan dari motormu bisa mengenai orang lain – campurtumpah.wordpress.com

Oleh akrena fungsi yang penting dan penuh toleransi itu, makanya undang-undang mengatur spakbor belakang sebagai salah satu perangkat wajib yang harus tetap ada pada motormu. Kalau kamu nekat mencopotnya, bersiap saja kena tilang. Paling apes, kamu juga bisa mendapat masalah dari pemotor lainnya karena cipratan air, lumpur, atau kerikil dari motormu mengenainya.

7. Lampu belakang bening

Bagi kamu yang belum tahu, ada alasan kenapa lampu belakang dan lampu rem sebuah kendaraan mempunyai standar warna merah. Hal ini dikarenakan warna merah punya panjang gelombang yang paling panjang dibandingkan dengan warna lainnya, serta merupakan warna yang paling sedikit dihamburkan di dalam atmosfer. Ini berarti warna merah bisa merambat dengan jarak yang lebih jauh dibandingkan dengan warna lain dan bisa segera dilihat oleh pengguna jalan lainnya walau dalam jarak yang cukup jauh. Makanya warna merah cocok dipakai sebagai lampu belakang. Intensitas cahayanya pun tidak terlalu tinggi sehingga tidak menyilaukan.

Lampu belakang bermika bening bisa membuat pengendara lain terkena silau berlebih dari lampu belakangmu – roadstreets.blogspot.com

Oleh sebab itu, para modifikator yang mengganti mika merah lampu belakangnya dengan mika berwarna bening justru melakukan sebuah kesalahan yang berbahaya. Pasalnya, lampu jadi bercahaya terlalu terang dan cepat menyebar seperti lampu depan. Ini tentu membahayakan orang-orang di belakangmu karena mereka bisa merasa silau dan kehilangan konsentrasi.

Kalau kamu memang menyukai kultur modifikasi, maka lakukan dengan benar dan sesuai pada kaidah yang berlaku. Ingat, selain bisa membahayakanmu, modifikasi yang salah juga bisa jadi penyebab bahaya bagi orang lain.

Bagaimana Menurutmu?

Written by Dozan Alfian

Dozan Alfian

Tidak peduli pada jumlah followers di media sosial, hanya tertarik pada uang dan kekuasaan~

Belajar dari Kisah Qurban Nabi Ibrahim; Perpisahan dengan Orang tersayang Hanyalah Sebuah Ujian

Biar Aman Dari Tikungan, Gunakan Cara Ini Agar Pacar Nggak Direbut Orang