7 “Kebohongan” Tentang Kehamilan yang Harus Diketahui Kamu, Calon Ibu Masa Kini

Kamu masih percaya dengan sekian mitos ini?

Faktanya, selama ini banyak sekali mitos-mitos yang berkembang di masyarakat seputar kehamilan, ibu dan bayi. Tidak peduli akan kebenarannya, semua ibu hamil seakan mengikuti dan mematuhi setiap aturan-aturan meski tanpa bukti secara ilmiah. Wajar saja, karena setiap ibu pasti ingin melakukan yang terbaik untuk calon buah hatinya.

Mitos tentang kehamilan (timedotcom.files.wordpress.com)

Namun kini jaman sudah modern dan teknologi semakin canggih. Sudah banyak penelitian yang membuktikan ketidakbenaran mitos yang selama ini dipercaya tentang kehamilan. Nah untuk kamu calon ibu masa kini, beberapa “kebohongan” perihal kehamilan ini harus kamu ketahui. Biar bisa jadi ibu cerdas untuk buah hatimu nanti.

Pinggul besar mempermudah persalinan

Konon katanya wanita yang memiliki pinggul besar akan lebih mudah saat melahirkan. Nyatanya, pinggul yang lebar cenderung mengacu pada ilium yang lebih luas. Ilium merupakan bagian paling besar dan menonjol dari pinggul. Namun sebenarnya, hal ini tidak ada hubungannya dengan jalan bayi ketika akan lahir.

Pinggul lebar lebih mudah melahirkan (healthyway.com)

Ketika hendak lahir, bayi akan melewati lubang bundar pada tengah panggul. Lubang pada panggul tersebut bisa saja sama ukurannya antara wanita yang memiliki pinggul lebar maupun yang pinggulnya sangat kecil.

Ukuran dan bentuk perut menentukan jenis kelamin

Banyak orang yang menggunakan bentuk dan ukuran perut untuk mengidentifikasi apakah didalamnya bayi laki-laki atau perempuan. Padahal faktanya tidak ada hubungan antara bentuk perut dengan jenis kelamin bayi.

Ukuran dan bentuk perut menentukan jenis kelamin (squarespace.com)

Ukuran dan bentuk perut dipengaruhi oleh ukuran janin dan juga posisinya di dalam rahim. Sementara jenis kelamin ditentukan oleh kromosom X dan Y ketika sperma dan sel telur bertemu.

Tidak boleh berdekatan dengan kucing

Banyak yang percaya jika ibu hamil dekat-dekat dengan hewan berbulu seperti kucing atau anjing bisa membahayakan janin. Beberapa malah beranggapan bisa membuat janin lahir tidak sempurna. Faktanya tidak ada masalah jika ibu hamil berdekatan dengan kucing.

Tidak boleh berdekatan dengan kucing (fthmb.tqn.com)

Yang tidak boleh itu ketika ibu hamil memegang kotoran kucing karena dikhawatirkan terkena virus tokso yang sangat berbahaya bagi ibu dan bayi. Jika kucing dalam keadaan sehat dan perawatannya baik, justru bisa bermanfaat mengurangi stres yang dirasakan ketika hamil.

Minum air kelapa muda bikin kulit bayi jadi putih

Selama ini air kelapa dianggap mampu membuat bayi yang lahir memiliki kulit putih dan bersih. Padahal belum ada bukti ilmiah yang menjelaskan tentang hal ini. Air kelapa bermanfaat menambah tenaga karena tinggi kalori dan juga mencegah dehidrasi karena mengandung ion elektrolit. Sementara warna kulit bayi ditentukan oleh faktor genetik.

Minum air kelapa muda bikin bayi jadi putih (images.lifealth.com)

Tidak boleh tidur tengkurap

Banyak yang melarang ibu hamil tidur dalam posisi tengkurap karena bisa membahayakan janin yang dikandung. Padahal bayi tersembunyi di dalam rahim yang berotot dan juga aman terlindungi. Wanita hamil boleh saja tidur tengkurap selama itu nyaman. Tapi faktanya tidak ada yang bisa nyaman tengkurap karena perut yang semakin membesar.

Tidak boleh tidur tengkurap (id.theasianparent.com)

Morning sickness terjadi di pagi hari pada trimester awal

Morning sickness menjadi gejala kehamilan alami yang dialami oleh sebagian calon ibu. Sebanyak 80% ibu hamil mengalami morning sickness yang berbeda, namun hanya 2% saja yang mengalaminya hanya di pagi hari. Karena faktanya morning sickness bisa terjadi kapan saja, tak hanya saat pagi tiba.

Morning sickness (orami.co.id)

Pada sebagian kasus, morning sickness ini akan berakhir pada trimester pertama kehamilan. Namun sebanyak 20% wanita mengalaminya hingga menjelang kelahiran.

C-section dianggap lebih mudah

Meski bisa melahirkan dengan cara normal, banyak wanita memilih operasi caesar karena dianggap lebih mudah dan tidak sakit. Operasi caesar juga dianggap lebih aman. Padahal anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar.

C-section (hellodoktor.com)

Realitanya operasi caesar sama menyakitkan dengan persalinan normal. Hanya saja sakit akan dirasakan setelah bayi lahir. Belum lagi resiko lainnya paska operasi. Karena caesar juga sama seperti operasi besar lainnya, jadi resiko tetap ada. Operasi caesar ini biasanya direkomendasikan oleh dokter untuk menyelamatkan hidup ibu dan janin. Dilakukan jika kondisi darurat atau jika persalinan normal tidak mampu dilakukan.

Nah itulah beberapa kenyataan yang harus diketahui para ibu masa kini. Tak perlu percaya dengan mitos yang belum tentu kebenarannya. Yuk, jadi ibu cerdas!

Written by Erinda

"You can if you think you can"

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *