Jujur Saja, Saat Patah Hati 7 Kebohongan Ini Pasti Kamu Katakan Pada Diri Sendiri

Biar bisa move on, coba mulai dengan jujur kepada diri sendiri

Patah hati memang sangat menyusahkan. Menghilangkan nafsu makan dan menguras stok air mata. Membuatmu mengurung diri dikamar tanpa melakukan apapun, malas bertemu orang lain dan terus-terusan memikirkannya. Iya, patah hati itu menyebalkan. Sangat. Menyembuhkan hati yang luka membutuhkan waktu yang lama dan perjuangan yang ekstra. Tak ada seorangpun yang bisa kamu andalkan untuk menyembuhkan luka hatimu kecuali dirimu sendiri. Kamu hanya bisa mengandalkan dirimu untuk jadi dokter bagi hati dan jiwamu.

Baca juga : Yakinlah Hasil Tak Akan Pernah Mengkhianati Usaha, Maka Janganlah Putus Asa

Setiap hari kamu berusaha menguatkan diri agar bisa kembali tegak berdiri. Meyakinkan hati bahwa lukamu ini akan segera sembuh, hanya butuh waktu. Kamu terus berusaha untuk “baik-baik saja” agar bisa move on secepat mungkin. Tapi tahukah, terkadang kamu rela membohongi diri sendiri agar bisa sesegera mungkin move on darinya? Kamu mungkin tak sadar jika 7 ungkapan di bawah ini adalah bentuk dari kebohongan yang kamu lakukan pada diri sendiri.

kebohongan saat patah hati (rd.com)

1. “Aku telah selesai dengannya”

Patah hati juga butuh adaptasi. Biasakan dulu diri dan hatimu dengan luka yang baru ini. Jangan langsung menyimpulkan kalau kamu telah selesai dengannya padahal kamu masih sangat jelas mencintainya. Masih belum bisa menerima bahwa luka hatimu karena dirinya. Agar bisa benar-benar pergi darinya, beri dirimu waktu. Jangan langsung pergi dan diamlah dulu.

Aku telah selesai dengannya (huffpost.com)

2. “Aku nggak mau menghubungi dia lagi”

Mungkin di awal kamu masih bisa dan sanggup menahan diri untuk tak menghubungi dia lagi. Kamu bahkan memblokir semua kontak dan akun sosmednya. Tapi benarkah ini yang kamu inginkan? Jujur saja, kamu masih berharap ada namanya di notif ponselmu kan? Berharap dia menghubungimu dulu dan menanyakan kabar. Kamu bahkan rela pura-pura salah kirim hanya untuk menghubunginya lagi.

Aku nggak mau menghubungi dia lagi (advancebirmingham.co.uk)

3. “Ini semua memang salahku, karena aku”

Meskipun patah hatimu karena kesalahannya, kamu masih saja meyakinkan diri bahwa ini semua karena kesalahan kamu. Kamu masih saja membela dia yang sudah jelas menghancurkan hatimu. Bahkan kamu rela mengorbankan diri dan menjadi “tersangka” atas apa yang terjadi saat ini.

Ini semua memang salahku, karena aku (fthmb.tqn.com)

4. “Boleh kan aku nangis hari ini aja?”

Yakin nih kamu mau nangis cuma sehari aja? Kebanyakan kasus patah hati, wanita setidaknya akan menghabiskan waktu selama 7 hari untuk meratapi dia yang telah pergi. Seminggu awal sebagai proses menerima kenyataan yang berat dan penuh air mata. Keren deh kalau kamu benar-benar bisa nangis sehari aja.

Boleh kan aku nangis hari ini aja (wtop.com)

5. “Percaya deh aku bisa move on dengan cepat”

Iya, dan memang harus kamu buktikan bahwa kamu bisa move on dengan sesegera. Meskipun hati kecilmu masih saja mencintainya dan menginginkan dia kembali ke pelukan, kamu masih saja meyakinkan diri bahwa kamu bisa segera melupakannya dan menghilangkan kesedihan ini dengan cepat. Dan…semoga bisa.

Move on cepat (wtop.com)

6. “Pasti dia nyesel dan pengen balikan”

Jangan terlalu berharap. Kamu hanya harus menerima kenyataan bahwa dia sudah tak akan kembali kepadamu. Bahkan hatimu sudah sangat meyakini itu. Tapi kamu masih saja mengingkarinya dengan mengatakan hal ini. Sungguh, tak hanya diri kamu juga telah membohongi hati.

Pasti dia nyesel dan pengen balikan (huffpost.com)

7. “Aku nggak akan bandingin dia dengan pasanganku”

Dan seharusnya kamu memang tak melakukan ini. Karena memang dia dan pasanganmu adalah orang yang benar-benar berbeda, maka tak layak kamu sandingkan. Tapi pada kenyataannya.

“Dih kok telat sih jemputnya, nggak kaya mantanku deh selalu on time”

“Coba aja gaya pakaiannya kaya mantanku ya, pasti keren”

Dan faktanya kamu masih saja membanding-bandingkan mereka walaupun tak sengaja, meskipun cuma dalam hati.

Aku nggak akan bandingin dia dengan pasanganku kelak (cdn.skim.gs)

Jujur aja, 7 kebohongan ini sering banget kamu katakan kan? Saat patah hati, akan jauh lebih baik jika kamu belajar menerima kenyataan terlebih dulu di awal. Biarkan tubuh dan hatimu menyesuaikan diri dengan segala perubahan. Jangan memaksa diri untuk segera move on, karena hal ini justru akan makin menyakitkan. Jalani saja dan akui apa yang kamu rasakan.

Semangat move on ya!

Bagaimana Menurutmu?

Written by Erinda

"You can if you think you can"

Nyatanya Menikah Saat Kuliah Lebih Menyenangkan dari Pacaran Saat Kuliah

Bukan Hanya Mengumbar Paha dan Dada, 7 Film Horor Indonesia Ini Benar-benar Menguji Adrenalinmu