Waini! 7 Karakter Marvel Studios yang Punya “Saudara Kembar” di DC Comics

Kamu bisa menjadi hakim di sini. Setelah selesai membaca dan memahami, silahkan periksa mana saja tokoh-tokoh DC yang sepertinya terinspirasi oleh kreasi paling populer Marvel.

Kabar buruk dibalik perseteruan Marvel Studios dan DC Comics adalah, banyak dari karakter superhero Marvel (yang mungkin jadi favoritmu) merupakan plagiat dari tokoh-tokoh yang diciptakan DC! Ya, itu benar. DC merilis komik pertamanya pada tahun 1934 sehingga mereka mempunyai cukup banyak waktu memimpin persaingan dengan Marvel yang baru diresmikan pada 1939, atau lima tahun kemudian. Mau tak mau, Marvel harus mengejar ketertinggalan itu dengan segala cara, termasuk menciptakan karakter-karakter yang sangat DC dan perlu dipertanyakan keasliannya.

Marvel Studio Vs DC Comics

Berikt ini adalah 7 karakter Marvel terbesar yang harus bertemu dengan “saudara kembar” mereka di DC.

The X-Men (September 1963) vs. The Doom Patrol (Juni 1963)

Sebuah tim di bawah kepemimpinan seorang jenius di kursi roda yang berusaha menyesuaikan diri setelah dijauhi masyarakat. Mereka datang bersama-sama dan belajar menggunakan kekuatan untuk kebaikan. Tim superhero ini disebut The Doom Patrol yang komiknya diterbitkan pertama kali empat bulan sebelum X-Men lahir. Pada tahun 1964, ketika X-Men menceritakan perjuangan mereka di Brotherhood of Evil Mutants dan The The Doom Patrol bertarung di The Brotherhood of Evil, Arnold Drake (pencipta The Doom Patrol) menuduh Stan Lee telah mencuri ide-idenya. Namun tuduhan itu tak pernah terbukti.

The X-Men (September 1963) vs. The Doom Patrol (Juni 1963)

Black Cat (1979) vs. Catwoman (1940)

Catwoman awalnya hanya dikenal sebagai “The Cat” saja. Dia muncul dalam edisi pertama dari Batman pada tahun 1940 sebagai pencuri kucing tanpa kekuatan apapun. Dan sampai saat ini, Catwoman tetap seperti itu: sangat lincah, tangkas, anti-hero, dan memiliki perasaan cinta yang besar pada Batman. 39 tahun kemudian, Mary Wolfman mencuri seluruh ide Catwoman ketika dia menciptakan Black Cat pada tahun 1979. Dari sifatnya yang anti-hero, tema seorang pencuri kucing, sampai kisah asmara yang berujung pada sosok… Spider-Man!

Catwoman Vs Black Cat

Deadpool (1991) vs. Deathstroke (1980)

Rob Liefeld terkenal karena tidak bisa membuat ide yang benar-benar asli. Jadi ketika Teen Titans menunjukkan gambar asli Deadpool kepada seorang penulis bernama Fabian Nicieza, dia mengatakan “ini memalukan. Jelas bahwa Deadpool merupakan karakter asli untuk menghormati Deathstroke dari DC Comics.” Lelucon ini semakin luas ketika masyarakat tahu bahwa nama asli Deathpool adalah Wade Wilson, dan Slade Wilson untuk Deathstroke. Pada akhirnya, Deathpool berubah menjadi karakter konyol dan parodi yang sangat populer hingga kini. Sementara itu, Deathstroke masih saja menjadi pembunuh yang membosankan.

Deathpool Vs Deathstroke

Super Adaptoid (1966) vs. Amazo (1960)

Ide tentang android yang dirancang untuk meniru kekuatan super dari tim superhero diciptakan oleh Gardner Fox dan Murphy Anderson pada tahun 1960, dan munculah robot Amazo untuk melawan Justice League. Enam tahun kemudian, Stan Lee datang dengan ide yang sangat mirip: mengirim robot dengan kemampuan super untuk menghancurkan Avengers. Lee dengan Super Adaptoid-nya terlihat keren dan lebih misterius, namun itu semua berkat seni mengagumkan dari Jack Kirby. Dan, Super Adaptoid terlambat enam tahun untuk menjadi original.

Super Adaptoid Vs Amazo

Vision (1968) vs. Red Tornado (1963)

Kamu mungkin mengenal Vision dari Avengers: Age of Ultron, namun sebenarnya dia pertama kali muncul pada tahun 1968 sebagai penjahat Ultron yang dirancang untuk menghancurkan Avengers. Dan seperti di Age of Ultron, Vision akhirnya berbalik melawan pencipta dan menjadi pahlawan saat ia mencari kemanusiaannya. Namun pada tahun 1963, karakter yang sangat mirip telah lebih dulu diciptakan untuk keadilan Society of America, dimana supervillain merancang robot bernama Red Tornado. Keduanya memiliki kekuatan berbeda, namun kostum mereka sangat mirip untuk sebuah kebetulan. Tubuh besar, ikat pinggang lebar, dan kerah besar yang terlalu aneh bila disebut berbeda.

Vision Vs Red Tornado

Bullseye (1976) vs. Deadshot (1950)

Will Smith memainkan Deadshot dalam film Squad Suicide 2016, namun dia tidak akan terlihat seperti tahun 1950-an, di mana dia pertama kali muncul mengenakan topi ketika mencoba untuk menggantikan Batman sebagai pahlawan Gotham. Kemudian, dalam dunia Marvel, Daredevil menghadapi musuh bernama Bullseye. Deadshot dan Bullseye adalah penembak jitu yang tidak pernah kehilangan target mereka, ahli bertarung dengan tangan kosong, memakai senjata lain berbahan logam, dan berasal dari keluarga kasar. Mereka pun sebenarnya mempunyai tujuan hidup yang benar-benar baik. Satu-satunya yang membedakan keduanya adalah, Deadshot diciptakan lebih awal ketimbang Bulleye.

Bulleye Vs Deadshot

Boomerang (1966) vs. Captain Boomerang (1960)

Mengapa Marvel ingin meniru Captain Boomerang milik DC? Karena dia payah. Boomerang dan Captain Boomerang lahir di Australia, namun Boomerang Marvel bertarung melawan Spider-Man sedangkan Captain Boomerang sibuk menghabiskan waktu berkelahi dengan Flash. Keduanya menggunakan bumerang sebagai senjata utama. Bedanya, Boomerang milik Marvel mempunyai simbol bumerang di kepalanya, sedangkan Boomerang versi DC memakai kemeja bergambar bumerang yang bisa menjadi bumerang sungguhan kapan saja.

Boomerang Vs Captain Boomerang

Kamu bisa menjadi hakim di sini. Dan setelah selesai membaca dan memahami, silahkan periksa mana saja tokoh-tokoh DC yang sepertinya terinspirasi oleh kreasi paling populer Marvel.


Jangan lupa share ke teman-temanmu yang jadi penggemar berat Marvel Studios atau pun DC Comics. Ada hal lain? Silahkan berkomentar.

Images via looper.com

Leave your vote

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Bagaimana Menurutmu?

Written by Amanes Marsoum

Penulis artikel dan sastra. Penemu dari sebuah konsep sederhana: "Kita tidak pernah tahu seberapa jauh bisa berubah. Namun untuk sesuatu yang jauh lebih baik, kita tidak akan pernah menyesal."

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *