Inilah 7 Filosofi Orang Jawa yang Akan Membuat Hidupmu Terasa Lebih Bermakna

Belajar hidup dari filosofi jawa yang kaya akan makna.

Masyarakat jawa memang dikenal sangat kaya akan nilai-nilai filosofinya. Banyak simbol-simbol tradisi dan budaya jawa yang mengandung kekayaan nilai-nilai kehidupan. Namun sayangnya beberapa dekade ini filosofi jawa banyak ditinggalkan oleh generasi penerus.

Filosofi hidup orang jawa (boombastis.com)

Tulisan ini sedikit mengulas tentang beberapa filosofi orang jawa yang kaya akan makna. Mungkin beberapa filosofi jawa ini bisa kamu gunakan sebagai pegangan hidup. Apa sajakah filosofi kaya makna orang jawa?

1. “Sura Dira Jayadiningrtat, Lebur Dening Pangastuti”

Makna dari filosofi Sura Dira Jayadiningrat, Lebur Dening Pangastuti, ialah jika segala sifat keras hati, picik, angkara murka, hanya bisa dikalahkan dengan sikap bijak, lembut hati dan sabar.

Kejahatan pada akhirnya akan kalah dengan kebenaran (tikarmedia.or.id)

Makna dari filosofi ini juga berarti jika segala perbuatan jahat di dunia ini, pada akhirnya akan dikalahkan oleh kebaikan.

2. “Ngluruk Tanpa Bala, Menang Tanpa Ngasorake, Sekti Tanpa Aji-Aji, Sugih Tanpa Bandha”

Adapun makna dari filosofi yang kedua ini ialah Berjuang tanpa perlu membawa massa, Menang tanpa merendahkan atau mempermalukan lawan. Berwibawa tanpa mengandalkan kekuasaan, kekuatan, kekayaan atau keturunan, Kaya tanpa didasari kebendaan.

Cerita wewayangan banyak terkandung pelajaran hidup (wayang.files.wordpress.com)

Filosofi ini banyak digunakan oleh para ksatria jawa saat berjuang. Mereka berjuang tanpa mengandalkan jumlah pasukan, mengalahkan lawan tanpa mempermalukannya, serta berwibawa tanpa harus dengan harta atau tahta.

3. “Aja Milik Barang Kang Melok, Aja Mangro Mundak Kendo”

Maksud dari filosofi ini ialah  Jangan tergiur oleh hal-hal yang tampak mewah, cantik, indah; Jangan berfikir mendua agar tidak kendor niat dan kendor semangat.

Jangan mudah tergiur dengan barang mewah dan cantik (idntimes.com)

Filosofi ini tepat digunakan untuk persoalan rumah tangga. Artinya jangan tergiur oleh wanita lain yang lebih cantik dari istrimu, jangan berfikir untuk selingkuh agar cinta tetap kuat melekat dalam hubungan.

4. “Aja Gumunan, Aja Getunan, Aja Kagetan, Aja Aleman”

Makna dari filosofi Aja Gumunan ialah jangan mudah terheran-heran, Aja Getunan berarti jangan mudah menyesali, Aja Kagetan berarti jangan mudah kagetan, Aja Aleman memiliki arti jangan manja.

Jangan mudah menyesal, jangan kagetan dan jangan manja (wajibbaca.com)

Di zaman yang penuh fitnah seperti sekarang ini, filosofi ini sangat diperuntunkan untuk digunakan dalam hidup. Sebab dengan memegang erat filosofi jawa yang satu ini, kamu tidak akan mudah termakan fitnah dan tidak mudah diadu domba.

5. “Urip Iku Urup” (Hidup itu Nyala)

Maksudnya ialah hidup harus menyala, dalam artian kamu harus menjadi cahaya atau memberikan pencerahan kepada orang-orang di sekeliling kamu. Masyarakat jawa sangat menekankan agar menjadi sosok yang bisa bermanfaat bagi sesama.

Hidup harus bermanfaat untuk sesama (kisahasalusul.blogspot.com)

Inilah yang kemudian dimaksud dengan Urip Iku Urup, Atau hidup itu harus memberikan pencerahan (manfaat) bagi yang lain. Mungkin dalam agama kita kenal dengan Khoirunnas Nafa’uhum Linnas. Atau sebaik-baiknya manusia ialah yang bermanfaat bagi sesama.

6. “Memayu Hayuning Bawana, Ambrasta dur Hangkara”

Jangan serakah dantamak dalam urusan dunia (ublik.id)

Maksud dari filosofi “Memayu Hayuning Bawana, Ambrasta dur Hangkara”, Ialah Manusia hidup di dunia harus mengusahakan keselamatan, kebahagiaan dan kesejahteraan; serta memberantas sifat angkara murka, serakah dan tamak.

7. “Aja Adigang, Adigung, Adiguno”

Mungkin filosofi ini masih sering kita dengar sampai saat ini, sebab ajaran jawa yang satu ini bisa dikatakan sebagai salah satu filosofi jawa yang paling populer.

Adapun makna dari Aja Adigang : Jangan Membanggakan kekuatannya, Aja Adigung : Jangan Membanggakan kebesarannya, dan Aja Adiguno, atau Jangan Membanggakan Kepandaiannya.

Setinggi apapun jabatan kita, sekaya apapun harta kita, dan sepintar apapun ilmu kita, jangan berlagak sombong (phinemo.com)

Inilah pesan yang kita sering dengar, meskipun kita menjadi pejabat, menjadi orang kaya, atau menjadi orang berilmu. Hendaklah kita tidak boleh menyombongkan semua itu.

Itulah ketujuh filosofi dari orang jawa yang bisa membuat hidupmu lebih bermakna. Sebagai orang Indonesia kita patut bangga dengan warisan budaya nenek moyang yang kaya akan makna! Ada yang bisa nambahin?

Bagaimana Menurutmu?

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Written by Amin Aulawi (Aw)

Amin Aulawi (Aw)

Penikmat Dunia, Perindu Surga,

Jujur Deh.. Dari 7 Aliran Jomblo Ini, Kamu Ikut Arus yang Mana?

Nggak Hanya Modis, Ini 9 Kelebihan Cewek yang Hobi Tampil Stylish