6 Cara Hemat Anggaran Biar Nikahan Nggak Menjerumuskanmu Dalam Kebangkrutan

Bangkrut abis resepsian? Jangan sampai deh!

787
SHARES

Pernikahan menjadi momen sakral yang terjadi sekali dalam seumur hidup -meskipun banyak juga yang lebih dari sekali-. Nggak heran banyak orang berlomba-lomba mendapatkan pernikahan terbaik meskipun harus merogoh kocek yang cukup dalam. Tapi ada juga sebagian orang yang justru menginginkan pernikahan yang sederhana, karena bagi mereka kesakralan adalah hal yang utama. Meskipun begitu, pernikahan sederhanapun tak bisa dibilang murah. Banyak tagihan yang harus diselesaikan setelah acara.


Biar nggak terjerumus dalam kebangkrutan setelah resepsian, pernikahan harus dipersiapkan sedemikian rupa. Terutama dalam hal budgeting yang harus benar-benar direncanakan dengan matang supaya tak terjadi pembengkakan. Nah dibawah ini ada 6 cara hemat anggaran yang bisa kamu terapkan. Kan lumayan uang sisa resepsian bisa untuk tabungan ataupun jalan-jalan bareng pasangan halal.

Cara hemat anggaran nikahan (pinimg.com)

1. Produk teman dan keluarga akan sangat membantu

Nah disinilah kamu bisa manfaatkan relasi yang sudah kamu bangun selama ini. Jika ada teman maupun keluarga yang punya produk tertentu kamu bisa minta bantuan pada mereka. Gunakan saja produknya sebagai souvenir ataupun bisa juga catering. Misalnya saja kamu punya teman yang hobi bikin bros cantik ataupun aksesoris, kamu bisa pesan dan gunakan untuk souvenir.

Atau saudara yang biasa bikin kue atau jajanan bisa kamu manfaatkan untuk pilihan mengisi stand makanan. Tentu saja kamu bisa mendapat harga lebih murah dibanding harga pasaran. Selain itu, pernikahanmu juga akan membantu mereka mempromosikan produknya. Jadi saling membantu kan?

Produk milik teman dan keluarga (amazonaws.com)

2. Bantuan berupa tenaga dari teman dan keluarga juga sangat penting!

Masih ada kaitannya dengan teman dan keluarga. Tak hanya bisa bekerjasama untuk masalah produk, kamu juga bisa minta bantuan tenaga dari mereka. Dalam acara pernikahan, banyak hal-hal kecil yang justru penting untuk diperhatikan. Misalnya minta bantuan mereka untuk mengemas souvenir -untuk yang ini pastikan dulu vendor memberi harga murah tanpa packaging-, menjadi penerima tamu, hingga sebagai dokumentasi atau fotografer.

Yang paling penting adalah tetap jaga cara komunikasimu dengan mereka. Ingat, kamu meminta bantuan bukan menyuruh. Berikan reward kecil nan berkesan sebagai ucapan terimakasih atas bantuan yang mereka berikan.

Bantuan berupa tenaga dari teman dan keluarga juga sangat penting (sheerss.com)

3. Survey dan bandingkan harga setiap vendor

Untuk yang satu ini kamu nggak boleh malas! Kamu harus rajin-rajin survey dan melihat harga yang ditawarkan di setiap vendor. Bandingkan saja dan cari yang paling menguntungkan. Telitilah apakah harga yang ditawarkan sebanding dengan apa yang akan kamu dapatkan nantinya. Ada beberapa vendor yang menawarkan harga murah dalam bentuk paket, tapi mungkin kamu bisa mendapat lebih murah jika memesan terpisah. Semua tergantung kejelian dan ketelitianmu dan pasangan.

Survey dan bandingkan harga setiap vendor (bridestory.com)

4. Cari kue dan dekorasi yang simpel

Kalau kamu ingin menghemat anggaran, tentu kamu harus rela dengan segala konsekuensinya. Nggak usah ikut-ikutan bikin kue pernikahan tingkat 7 ataupun yang berbentuk castle megah kalau kue sederhana saja bisa cukup melengkapi pesta dan menggambarkan kamu dan pasangan. Tentu biaya yang kamu butuhkan juga tak banyak jika hanya untuk kue sederhana.

Pun begitu dengan dekorasi. Kamu bisa menghemat anggaran dengan menyederhanakan dekorasi pelaminan. Tentu perbedaan harga akan sangat terlihat jika kamu menyelenggarakan pesta di gedung dengan full dekorasi dibandingkan pesta di outdoor dengan dekorasi sederhana yang dilengkapi bunga, rumput, dan pohon alami.

Cari kue dan dekorasi yang simpel (The Bride Dept)

5. Minimalisir undangan cetak

Undangan menjadi salah satu hal yang penting, yang bisa menggambarkan bagaimana pernikahan akan diselenggarakan. Tapi kebanyakan undangan cetak hanya akan berakhir sia-sia setelah dibaca. Untuk menyiasatinya, kamu bisa meminimalisir undangan cetak menjadi e-invitation. Yang harus kamu ingat, nggak semua orang bisa kamu berikan undangan versi soft file ini.

Seperti misalnya keluarga yang dituakan, atasan, ataupun kerabat yang dihormati kamu tetap harus menggunakan undangan versi cetak. Sementara e-invitation ini bisa kamu gunakan untuk teman-teman dekat ataupun yang sebaya. Kelompokkan saja list tamu yang akan diberikan undangan cetak dan e-invitation. Pada vendor kamu bisa memesan versi cetaknya, sementara e-invitation kamu bisa minta bantuan teman untuk membuatnya agar bisa lebih hemat.

e-invitation (kerrymawbydesign.com)

6. Nggak usah ikut-ikutan trend

Yang harus kamu ingat, hilangkan budaya ikut-ikutan. Kamu nggak perlu ikut-ikutan temen yang foto prewed di luar negeri, ngasih souvenir lebih dari satu, kue pengantin yang seperti castle atau apapun itu. Kecuali kamu sudah mempersiapkannya sejak lama dan menabung banyak untuk itu, maka wujudkanlah. Tapi kalau tidak lebih baik kamu pikirkan ulang. Tanpa harus ikut-ikutan kamu dan pasangan bisa kok bikin pesta pernikahan ala kalian. Yang sederhana, hemat tapi tetap khidmat dan berkesan.

Ikutan trend (thebridedept.com)

Nah itulah 6 tips hemat yang bisa kamu terapkan untuk mewujudkan pernikahan simple yang nggak bikin bangkrut. Bagaimanapun juga, kehidupan setelah resepsi jauh lebih penting untuk dipikirkan. Jadi semangat ya, semoga pernikahanmu lancar! 🙂

787
SHARES
Bagaimana Menurutmu?

"You can if you think you can"