Meskipun Asli Indonesia, 7 Agama Ini Tak Pernah Diakui Oleh Pemerintah

Meski tak diakui, mereka masih eksis hingga kini

384
SHARES

Saat ini seperti yang diketahui, Indonesia memiliki 6 agama resmi yang diakui oleh pemerintah. Ada Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha serta Konghucu. Selain 6 agama tersebut, pemerintah menetapkannya sebagai aliran kepercayaan atau animisme. Penetapan agama sebagai aliran kepercayaan ini telah dianggap sebagai penurunan derajat oleh beberapa kelompok masyarakat.


Agama asli Indonesia (tirto.id)

Utamanya yang telah dianggap sebagai aliran kepercayaan ini justru merupakan agama-agama asli yang dimiliki Indonesia. Agama yang telah dipercaya sejak ratusan tahun silam, sejak jaman nenek moyang dan turun-temurun di lestarikan oleh keturunannya. Bahkan agama-agama ini sudah ada sebelum agama besar masuk ke Indonesia. Meskipun tidak diakui oleh negara sendiri, nyatanya 7 agama ini masih eksis hingga kini. Iya, meskipun pengikutnya sudah tak lagi banyak seperti dulu.

1. Sunda Wiwitan

Seperti namanya, agama ini dianut oleh sekelompok masyarakat Sunda sejak ratusan tahun yang lalu. Agama Sunda Wiwitan ini sudah ada bahkan sebelum agama Hindu dan Buddha masuk ke Indonesia. Jaman sekarang, kamu masih bisa menemukan penganut Sunda Wiwitan di daerah Kanekes, Kampung Naga Banten, Cirebon, Cigugur dan Kuningan.

Sunda Wiwitan yang dianut Suku Baduy (sportourism.id)

Sunda Wiwitan memuja arwah nenek moyang sebagai entitas yang ditinggikan. Seperti Islam, Tuhan mereka satu yang disebut Sang Hyang Kersa. Kebudayaan dan tradisi mereka sudah banyak terpengaruh unsr Hindu dan Islam.

2. Kejawen

Kejawen dianut oleh masyarakat Jawa sejak ratusan tahun silam. Penganutnya tetap memiliki agama utama (agama resmi) dan menjalankan perintah serta larangan, namun tetap menjalankan lelaku sebagai masyarakat pribumi Jawa yang taat dengan leluhur. Penganut Kejawen mengatakan ini bukanlah agama meskipun memiliki ciri-ciri seperti sebuah agama.

Kejawen (Wajibbaca.com)

Kejawen memiliki misi dan empat hal wajib yang harus dilakukan penganutnya. Seorang manusia Jawa harus menjadi rahmat bagi dirinya sendiri, menjadi rahmat bagi keluarga, rahmat bagi sesama dan menjadi rahmat bagi alam semesta.

3. Marapu

Marapu adalah agama asli Sumba yang telah ada sejak ratusan tahun lalu. Agama ini melakukan pemujaan terhadap nenek moyang yang telah meninggal. Penganutnya percaya bahwa, orang yang telah meninggal akan pergi ke tempat yang indah layaknya surga dalam Islam maupun Kristen yang disebut Prai Marapu.

Marapu (washingtonpost.com)

Marapu memiliki kompleksitas agama yang bisa dilihat dari banyaknya upacara keragaman. Kematian, kelahiran hingga pernikahan akan diwujudkan dengan pesta besar. Tak hanya kaya tradisi, penganut Marapu juga percaya dengan makhluk gaib, kekuatan gaib dan kekeramatan benda.

4. Kaharingan

Agama ini berasal dari Kalimantan yang banyak dianut oleh suku Dayak. Kaharingan percaya adanya entitas (Tuhan yang Maha Esa) yang sering disebut Ranying. Pada tahun 1980, agama Kaharingan dimasukkan ke agama Hindu oleh pemerintah karena dinilai ada kemiripan tradisi dan lelakunya.

Kaharingan (youtube.com)

Meskipun begitu ada beberapa tradisi asli Kaharingan yang tidak dapat disamakan dengan agama lainnya. Salah satunya mereka memiliki tempat ibadah sendiri yang biasa disebut Balai Basarah.

5. Ugamo Malim

Agama ini merupakan agama asli dari Suku Batak di kawasan Toba. Kabarnya, Ugamo Malim memiliki kesamaan dengan agama kuno Yahudi meskipun jaraknya terpisahkan samudera. Pengikut Ugamo Malim ini terhitung sudah 35 generasi suku Batak, yang artinya agama ini sudah ada sejak 800 tahun silam.

Sipaha Sada Dan Lima, upacara ritual Ugamo Malim (wacana.co)

Tuhan dalam Ugamo Malim dikenal dengan julukan Debata Mula Jadi Na Bolon. Dalam kepercayaan mereka, Tuhan telah menciptakan alam semesta, bumi, manusia dan segala sesuatu yang ada di dalamnya. Saat ini, pemeluknya hanya tersisa sekitar 10.000 orang saja di kawasan Sumatera.

6. Tolotang

Agama ini memiliki nasib hampir serupa dengan Kaharingan yang digabungkan dengan agama Hindu meskipun mereka memiliki lelaku dan kepercayaan tersendiri saat beribadah. Semua ini dikarenakan pemerintah yang tidak mengakui adanya agama Tolotang.

Hari besar Parinyameng yang dirayakan penganut Tolotang (news.kabarwajo.com)

Tolotang adalah agama asli yang ada di kawasan Kabupaten Sinderen Rappang, Sulawesi Selatan dan sekitarnya yang masih bisa kamu temui hingga sekarang. Pemeluknya sendiri saat ini masih menjalankan ibadahnya di tengah kekhawatiran bahwa agama ini akan punah di kemudian hari.

7. Madrais

Madrais atau juga dikenal dengan agama Jawa Sunda ini sekarang masih punya sekitar 3.000 pemeluk di kawasan Kuning, Jawa Barat. Agama ini merupakan campuran dari agama asli Sunda dengan unsur-unsur kepercayaan Jawa. Madrais memiliki ritual-ritual yang beriringan dengan tradisi Sunda.

Upacara pembuangan hama kepercayaan Madrais (Dunia Cap Nona – blogger)

Penganut Madrais juga melakukan Seren Taun setelah panen sebagai wujud penghormatan kepada Dewi Sri. Saat Indonesia memasuki era Orde Baru, para pemeluk Madrais banyak yang di paksa untuk memeluk agama modern seperti Islam dan Katolik.

Sebenarnya, tak hanya 7 agama di atas yang nyatanya asli milik Indonesia. Masih banyak agama asli yang tidak diakui oleh pemerintah yang kemudian hilang ditelan jaman.

384
SHARES
Bagaimana Menurutmu?

"You can if you think you can"