6 Tradisi Unik di Indonesia Jelang Bulan Puasa, Daerahmu Ada Nih!

Daerahmu yang mana?

387
SHARES

Bulan Ramadhan memang punya sejuta keistimewaan yang membuatnya selalu dirindukan oleh seluruh umat muslim di penjuru dunia, tak terkecuali Indonesia. Tak hanya rindu dengan pahala yang berlipat ganda, rindu akan suasana dan kegiatan-kegiatan khas bulan suci juga dirasakan. Kegiatan khas seperti sholat tarawih, makan sahur hingga ngabuburit sembari berburu takjil juga sangat dinanti-nanti.


Tradisi jelang bulan suci (tirto.id)

Dan tanpa terasa, Ramadhan tahun ini akan kembali hadir menyapa hanya dalam hitungan hari saja. Tentu berbagai persiapan menjelang bulan puasa mulai dilakukan. Karena memang Indonesia kaya akan adat dan budaya, ada berbagai tradisi unik yang selalu dilakukan masyarakat di berbagai daerah untuk menyambut bulan penuh berkah tersebut. Berikut ini beberapa tradisi unik yang sering dilakukan menjelang bulan puasa, ada daerahmu juga lho!

1. Nyadran, budaya khas masyarakat Jawa

Kamu yang masyarakat Jawa pasti sudah tak asing lagi dengan ‘nyadran’. Tradisi khas Jawa ini masih bisa kamu temui khususnya di daerah Jawa Tengah. Meskipun begitu tidak menutup kemungkinan nyadran juga dilakukan oleh masyarakat daerah lain. Nyadran sendiri berasal dari bahasa Sansekerta yaitu ‘sraddha’ atau keyakinan.

Nyadran (simpulsemarang.org)

Tradisi ini dilakukan dengan mengunjungi makam sanak keluarga, leluhur atau orang-orang yang dituakan. Tak hanya sebatas berkunjung, masyarakat juga biasa membersihkan makam, berdoa, tabur bunga hingga kenduri untuk keselamatan makam tersebut. Biasanya tradisi ini masih sangat lekat dengan masyarakat pedesaan.

2. Dugderan, pesta rakyat masyarakat Semarang

Masih belum beranjak dari Jawa Tengah, Ibu Kota Provinsi Jateng ini juga punya tradisi yang tak kalah unik. Tradisi ini pertama kali dilaksanakan pada tahun 1881 untuk menentukan awal puasa. Namun seiring perkembangan, Dugderan berubah menjadi pesta rakyat yang menyajikan tarian, karnaval, tabuh bedug oleh wali kota dan diakhiri dengan pengumuman kapan awal puasa dilaksanakan.

Dugderan (ANEHNYA DUNIA)

Jika melihat Dugderan kamu pasti bisa menemukan sebuah maskot unik berbentuk binatang rekaan dengan kepala naga dan tubuh kambing. Maskot ini dikenal dengan nama Warak Ngendog yang biasa dibuat dari kayu dan dilengkapi telur rebus sebagai lambang bahwa Warak sedang bertelur atau dalam bahasa Jawa disebut ngendog.

3. Balimau, menyucikan diri ala masyarakat Minangkabau

Sebelum menjalani ibadah puasa, memang ada baiknya umat muslim menyucikan diri terlebih dahulu. Nah kegiatan menyucikan diri ini menjadi tradisi khas yang punya versi masing-masing di berbagai daerah, salah satunya Minangkabau. Masyarakat Minangkabau memiliki tardisi Balimau yaitu mandi dengan menggunakan jeruk nipis di daerah aliran sungai atau pemandian. Tradisi ini bertujuan untuk membersihkan diri lahir dan batin sebelum Ramadhan.

Balimau (beritasumbar.com)

Jeruk nipis ini dipilih bukan tanpa alasan. Karena memang jaman dulu tidak semua masyarakat menggunakan sabun. Jeruk nipis dipilih karena dianggap mampu menghilangkan keringat atau minyak pada tubuh dan kebiasaan memakai jeruk nipis ini berlanjut hingga sekarang.

4. Meugang, tradisi sembelih hewan khas Aceh

Masyarakat Aceh juga punya tradisi unik menjelang Ramadhan, mereka menyebutnya Meugang. Tradisi Meugang ini dilakukan dengan cara memasak daging yang kemudian akan dinikmati bersama keluarga, kerabat hingga anak yatim piatu. Hewan yang disembelih beraneka ragam diantaranya sapi, ayam, kambing serta bebek. Nggak tanggung-tanggung jumlahnya bisa ratusan hewan.

Meugang (wego.co.id)

Tak hanya menjelang puasa, Meugang juga biasa dilakukan saat lebaran dan Idul Adha. Meugang biasa dilaksanakan sehari sebelum puasa atau dua hari sebelum jika di kota. Masyarakat akan menyembelih hewan yang kemudian dimasak dan di bawa ke masjid untuk disantap bersama-sama. Meugang ini sebagai wujud rasa syukur atas rezeki yang didapat selama 11 bulan.

5. Nyorog, tradisi berbagi dari Betawi

Tradisi unik nyatanya juga dimiliki oleh masyarakat Betawi. Berbeda dari yang lainnya, Nyorog merupakan tradisi membagikan bingkisan kepada anggota keluarga maupun tetangga sebelum bulan puasa tiba. Tidak hanya bingkisan, ada juga yang membagikan makanan khas Betawi seperti sayur gabus pucung.

Nyorog (isigood.com)

Jika biasanya yang tua memberikan angpau pada yang muda, dalam Nyorog kebalikannya. Bingkisan diberikan yang muda kepada yang tua disertai ucapan meminta restu dan doa agar diberi kelancaran saat ibadah puasa. Nyorog juga sebagai media silaturahmi dan pengingat bahwa bulan puasa akan segera tiba.

6. Perlon unggahan, tradisi masyarakat Banyumas

Tradisi ini merupakan ziarah kubur yang biasa dilaksanakan satu minggu sebelum bulan Ramadhan tiba di desa Pekuncen, Kabupaten Banyumas. Tradisi Perlon unggahan dimulai dengan berziarah ke makam Bonokeling tanpa menggunakan alas kaki dan membawa nasi ambeng. Setelah itu di makam akan ada 6 tokoh yang berdoa dengan khusuk. Setelah doa kegiatan dilanjutkan dengan tradisi makan besar.

Perlon Unggahan (cirebonmedia.com)

Dalam makan besar tersebut ada beberapa menu yang wajib ada seperti nasi bungkus, serundeng sapi dan sayur becek atau berkuah. Serundeng sapi dan sayur becek harus disajikan oleh 12 laki-laki dewasa atau menyesuaikan jumlah sapi yang disembelih. Setelah itu warga diharuskan berebut makanan yang dipercaya akan menambah berkah sebelum bulan puasa.

Membanggakan ya, meskipun jaman sudah modern tapi masyarakat masih setia melaksanakan tradisi turun-temurun tersebut. Sekali lagi, Indonesia memang kaya akan tradisi dan budaya yang wajib dilestarikan. Mau apapun tradisinya kamu tetap harus fokus menjalankan ibadah puasa agar mendapat pahala melimpah. Sudah siap sambut Ramadhan?

387
SHARES
Bagaimana Menurutmu?

"You can if you think you can"