Untukmu yang Baru Menikah, Berikut Ini 6 Prioritas Keuangan yang Harus Kamu Siapkan Secara Berurutan

Bahkan kalau bisa, siapkan sebelum kamu berniat melamarnya!

Jadi, sudah selesai dengan semua acara resepsi dan segala pengeluaran untuk pernikahan? Oke, kini saatnya kamu dan pasangan mulai tahap baru dalam kehidupan, yaitu berumah tangga. Kehidupan barumu akan dimulai setelah kamu dan pasangan mengatur dan membagi semua tugas, termasuk prioritas keuangan. Bagi pasangan yang sudah menikah, keahlian dalam mengatur keuangan wajib dikuasai. Karena keuangan menjadi salah satu pilar rumah tangga, yang apabila tidak kokoh bisa menjadi penyebab perpisahan.

Baca juga : Anak Muda Ingin Memiliki Rumah Sebelum Usia 30 Tahun? Begini Caranya.

Prioritas keuangan pasangan yang sudah menikah (hl.co.uk)

Mengatur keuangan bisa kamu mulai dengan memilah pos-pos apa saja yang harus kamu utamakan dan mana yang harus kamu sisihkan. Pemetaan dan pengalokasiannya harus jelas agar tak menimbulkan pemborosan. Biar kamu lebih paham apa saja yang harus diutamakan, berikut ini pos-pos keuangan yang harus menjadi prioritas. Akan lebih baik kalau kamu menyiapkannya dari sekarang secara berurutan.

1. Pengeluaran untuk rumah dan perabotannya

Mungkin di awal pernikahan kamu dan pasangan memutuskan untuk tinggal dengan orang tua atau mengontrak rumah. Tapi, memiliki rumah sendiri akan jauh lebih nyaman ketika kamu memiliki buah hati kelak. Oleh karena itu, pos pengeluaran untuk rumah beserta perabotnya menjadi prioritas nomor satu.

Mulailah menabung agar bisa memiliki rumah sendiri, meskipun dengan KPR. Setelah itu barulah menabung untuk perabotan seperti kasur, kompor, kulkas, meja, kursi, hingga TV dan mesin cuci. Urutkan perabotan dari yang paling penting ya.

Pengeluaran untuk rumah dan perabotan (beger.com.au)

2. Mengasuransikan kesehatan

Jangan disepelekan, asuransi kesehatan justru harus kamu utamakan setelah rumah. Karena kamu tak akan tau bagaimana kesehatan kamu dan pasangan di masa depan. Akan lebih mulai asuransi dari sekarang demi menyelamatkan keuangan ketika jatuh sakit secara mendadak. Ambilah premi yang sekiranya tak memberatkan kalian.

Dengan asuransi, kalian tak perlu khawatir lagi ketika sakit. Lagipula jika dalam beberapa tahun ke depan kalian tak pernah menggunakannya, uang asuransi bisa kamu ambil lagi meskipun terpotong oleh pajak.

Asuransi kesehatan (healthnett.com)

3. Tabungan pendidikan untuk anak

Meskipun kalian menunda untuk memiliki anak, tabungan pendidikan tetap tak boleh ditunda-tunda. Mengingat setiap tahunnya biaya pendidikan semakin mahal, menabung dari sekarang menjadi solusinya. Kamu bisa menggunakan tabungan berencana atau tahapan berjangka dengan sistem auto debet yang akan “memaksa” kamu menyisihkan uang setiap bulannya.

Dengan sistem ini, mau tidak mau, tabunganmu akan terpotong rutin setiap bulan dengan nominal tertentu. Nominal ini bisa sesuai dengan keinginanmu, sehingga tak memberatkan keuangan kalian.

Asuransi kesehatan (fthmb.tqn.com)

4. Siapkan tabungan hari tua

Jangan mentang-mentang kalian masih muda, lalu mengabaikan kehidupan di hari tua. Tabungan untuk hari tua juga mesti disiapkan dari sekarang, sedini mungkin. Tabungan ini nantinya akan berguna untuk memenuhi semua kebutuhan ketika kamu dan pasangan saat tak lagi bekerja atau tak mendapat dana pensiun.

Dengan tabungan ini kamu tak akan menyusahkan anakmu kelak. Kamu bisa menaruh dana dalam deposito atau untuk berinvestasi seperti membeli emas dan juga reksadana.

Siapkan tabungan hari tua (altervista.org)

5. Tabungan untuk orang tua

Meskipun kamu sudah hidup mandiri dan lepas dari orang tua, kamu tetap tak boleh melupakan mereka. Kamu dan pasangan bisa patungan setiap bulannya dan dikumpulkan dalam satu tabungan. Kelak, tabungan ini akan berguna ketika orang tua jatuh sakit atau sekedar untuk membahagiakan mereka.

Tabungan untuk orang tua (huffpost.com)

6. Kendaraan

Untuk membantumu mobilitas, kamu dan pasangan membutuhkan kendaraan. Mungkin di awal kamu bisa menabung untuk sepeda motor yang bisa kalian pakai berdua. Namun saat kalian punya anak, mungkin menabung untuk mobil perlu dipertimbangkan karena dinilai lebih aman dan nyaman untuk transportasi keluarga.

Tabungan untuk kendaraan (ifsautoloans.com)

Tak usah muluk-muluk mengincar mobil terbaru, pilih saja mobil sesuai dengan kapasitas dan kebutuhan keluarga. Mobil bekas yang masih bagus juga tak masalah yang penting aman digunakan. Untuk mobil, setidaknya kamu harus menabung DP selama satu hingga 2 tahun. Pikirkan juga bagaimana cara membayar cicilannya.

Disamping semua kebutuhan di atas kamu juga harus menyisihkan keuangan untuk kebutuhan sehari-hari dan kebutuhan dadakan. Bagaimana, cukup banyak kan kebutuhan yang harus disiapkan? Oleh karena itu kamu harus kerja keras dari sekarang. Hilangkan kebiasaan boros dan foya-foya demi masa depan.

Bagaimana Menurutmu?

Written by Erinda

"You can if you think you can"

Diundang Bermain Untuk Timnas Menolak, Pemain Muda Indonesia Ini Justru Bermain Untuk Tim Qatar

Nikah Itu Soal Gampang, Tapi Menjalaninya Tak Semudah Duduk di Kursi Pelaminan